Kontingen Kabupaten Batang menempati peringkat ke-30 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan raihan 4 medali emas, 13 perak, dan 14 perunggu, belum mencapai target 10 besar. Meski demikian, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tetap memberikan apresiasi atas perjuangan atlet, pelatih, dan seluruh tim. Ke depan, KONI bersama pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan atlet dan fasilitas penunjang sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga Batang pada kompetisi berikutnya.
Batang - Perjuangan gigih telah dikerahkan, keringat dan tenaga telah dicurahkan oleh para pahlawan olahraga Kabupaten Batang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Apresiasi yang setinggi-tingginya layak disematkan kepada para atlet, pelatih, pendamping, hingga seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) yang pantang menyerah berjuang demi kehormatan daerah.
Kendati demikian, hasil akhir di arena perlombaan kerap menyimpan cerita berbeda dari yang diidamkan. Kabupaten Batang, yang mematok target ambisius masuk jajaran 10 besar di tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun ini, harus menghadapi kenyataan pahit. Dengan kekuatan 159 atlet dari 31 cabor, kontingen Batang belum berhasil mendongkrak posisi dan tertahan di peringkat ke-30 klasemen akhir.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batang Teguh Supriyanto mengatakan, capaian ini tentu menjadi catatan tersendiri jika dibandingkan dengan Porprov sebelumnya (2023) di Pati Raya, di mana Batang finish di peringkat ke-19 dengan mengantongi 13 medali emas dari 104 atlet.
“Dengan hasil ini saya sebagai Ketua Umum KONI mohon maaf, karena hasilnya tidak maksimal. Mohon maaf kepada pemerintah daerah, mohon maaf kepada semuanya, masyarakat Kabupaten Batang khususnya kan ngoten nggih,” katanya saat ditemui di Kantornya, Sabtu (31/10/2026).
Di balik capaian 4 medali emas, 13 perak, dan 14 perunggu tersebut, Teguh tetap menegaskan bahwa pihak KONI bersama pemerintah daerah telah berupaya semaksimal mungkin memberikan dukungan terbaik bagi para atlet. Namun, ketatnya persaingan di lapangan menjadi faktor penentu yang belum berhasil ditaklukkan tahun ini.
“Sebagai langkah ke depan, KONI Batang memastikan tidak akan tinggal diam. Evaluasi menyeluruh akan segera digulirkan untuk membedah hambatan dan menggenjot kembali prestasi olahraga Batang,” tegasnya.
Jadi ini nanti setelah ini kan kita tetap mengevaluasi, evaluasi dari hasil ini. Hasil yang tidak kita harapkan, nanti ya tetap nanti ada evaluasi ke cabor-cabor kaitannya mungkin pembinaan dan fasilitas penunjang.
“Evaluasi ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi dunia olahraga Batang, sekaligus pelecut semangat agar pembinaan atlet di masa mendatang semakin matang, terarah, dan mampu menjawab kerinduan masyarakat Batang akan prestasi yang lebih gemilang,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, hasil ini mengalami pergeseran jika dibandingkan dengan capaian pada Porprov sebelumnya di Pati Raya pada 2023 silam, di mana Batang sempat menduduki peringkat ke-19 dengan 13 medali emas dari 104 atlet.
“Bahwa hasil akhir bukanlah segalanya. Tetapi saya tetap bangga dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berjuang mengharumkan nama daerah. Para Atlet telah melakukan yang terbaik untuk Kabupaten Batang. Saya apresiasi atas perjuangan para atlet, pelatih dan seluruh tim yang terlibat dalam porprov ini,” terangnya.
Faiz juga berpesan agar para atlet tidak berkecil hati. Menurutnya, kompetisi olahraga ini hanyalah sebuah proses penjenjangan, bukan akhir dari segalanya. Porprov bukan tujuan akhir, masih banyak hal yang bisa dikejar, menang dan kalah adalah hal biasa dalam kompetisi.
“Yang terpenting adalah terus melakukan perbaikan untuk persiapan kompetisi berikutnya. Tentu saja bagi kita akan terus melakukan evaluasi, apa saja yang harus terus diperbaiki,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)