Pemkab Batang merencanakan pembangunan rumah sakit daerah di wilayah selatan dengan mempertimbangkan Kecamatan Bawang, Reban, dan Bandar untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Pemkab Batang menargetkan kembali mencapai status Universal Health Coverage (UHC) pada November 2026 dengan dukungan anggaran sekitar Rp90 miliar per tahun untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan.
Batang – Pemerintah Kabupaten Batang telah mengkaji rencana pembangunan rumah sakit daerah di wilayah selatan Kabupaten Batang. Sejumlah wilayah yang menjadi pertimbangan antara lain Kecamatan Bawang, Reban, dan Bandar. Rencana tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat menggelar kegiatan Sambang Desa bersama Wakil Bupati Batang Suyono di Balai Desa Candirejo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jumat (30/10/2026).
Faiz mengatakan, Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan sedang mengupayakan pembangunan fasilitas rumah sakit untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah atas atau selatan Batang. Beberapa lokasi tengah dipertimbangkan, termasuk kawasan Semampir dan Bandar. Pemerintah masih mengkaji kesiapan lahan sebelum menentukan lokasi pembangunan.
“Kami sedang mengupayakan rumah sakit di daerah atas atau wilayah selatan. Sekarang sedang dikaji, mana tanah yang paling siap. Yang terpenting nanti masyarakat kalau ke rumah sakit sudah tidak perlu menempuh perjalanan terlalu jauh. Keberadaan rumah sakit di wilayah selatan akan membantu masyarakat Kecamatan Bawang, Reban, dan Blado dalam memperoleh layanan kesehatan,” jelasnya.
Dengan adanya fasilitas tersebut, warga diharapkan tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh menuju rumah sakit di wilayah perkotaan untuk mendapatkan penanganan medis. Selain rencana pembangunan rumah sakit, Faiz juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC). Ia menyebut, Pemkab Batang menargetkan kembali mencapai status UHC pada November 2026.
“Melalui program tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 miliar per tahun untuk menjamin masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan, termasuk warga yang kepesertaan BPJS Kesehatannya tidak aktif atau belum memiliki jaminan Kesehatan,” terangnya.
Faiz menyebutkan, Insyaallah November nanti kita semua sudah kembali ke Universal Health Coverage. Setahun pemerintah menganggarkan sekitar Rp90 miliar agar masyarakat Kabupaten Batang yang sakit tetap bisa dilayani di rumah sakit, meskipun BPJS Kesehatannya tidak aktif.
“Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan maupun penerangan jalan umum. Pelayanan kesehatan juga menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Akses kesehatan yang mudah dan terjangkau merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terus diperhatikan,” tandasnya.
Melalui rencana pembangunan rumah sakit di wilayah selatan dan penguatan program UHC, Pemkab Batang berharap pemerataan pelayanan kesehatan dapat semakin dirasakan masyarakat, termasuk warga yang tinggal jauh dari pusat perkotaan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)