Batang Ribuan suporter memadati Jalan Veteran hingga meluber ke Jalan Diponegoro dan kawasan Alun-alun Batang, Kabupaten Batang, Senin (5102026). Mereka menggelar nonton bareng (nobar) untuk menyaksikan perjuangan Timnas Indonesia menghadapi Thailand pada final perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
Batang – Ribuan suporter memadati Jalan Veteran hingga meluber ke Jalan Diponegoro dan kawasan Alun-alun Batang, Kabupaten Batang, Senin (5/10/2026). Mereka menggelar nonton bareng (nobar) untuk menyaksikan perjuangan Timnas Indonesia menghadapi Thailand pada final perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
Suasana semakin meriah setelah Timnas Indonesia memastikan gelar juara melalui drama adu penalti dengan skor 4-2, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.
Salah satu suporter Sunarto (33) mengaku, terharu menyaksikan Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup. Menurut dia, kemenangan tersebut menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi para suporter yang selama ini setia mendukung Timnas Indonesia.
“Saya terharu bisa melihat Timnas Indonesia juara. Sepanjang hidup saya baru kali ini melihat Indonesia juara. Sempat kehilangan harapan ketika Thailand berbalik unggul 2-1 pada babak tambahan waktu,” ungkapnya.
Indonesia sempat membuka keunggulan melalui Dean James pada menit ke-84. Namun, Thailand langsung menyamakan kedudukan tiga menit kemudian melalui Iklas Sanron. Pada babak tambahan, Thailand kembali unggul lewat Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111.
“Harapan suporter Indonesia kembali tumbuh setelah Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116. Gol tersebut membuat skor menjadi 2-2 dan pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Sebetulnya tadi sempat patah semangat melihat gol Thailand di babak perpanjangan waktu yang mengubah skor menjadi 2-1 untuk Thailand,” jelasnya.
Namun, adanya gol balasan dari Elkan Baggott memberikan semangat saya kembali. Saya langsung berteriak kencang karena skor berubah menjadi 2-2. Memasuki adu penalti, Sunarto mengaku tetap optimistis Indonesia mampu meraih kemenangan.
“Keyakinan kami muncul karena, skuad Garuda memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang bermain di kompetisi Eropa. Indonesia akhirnya memastikan kemenangan 4-2 melalui eksekusi Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama. Sementara dua penendang Thailand gagal menjalankan tugasnya,” terangnya.
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, juga menjadi salah satu penentu kemenangan setelah menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya. Di adu penalti sendiri sudah optimistis melihat komposisi pemain Timnas Indonesia yang banyak pengalaman di Liga Eropa seperti Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan tak lupa kiper sekelas Emil Audero yang berhasil menepis satu tendangan pemain Thailand.
“Kemenangan tersebut menjadi sejarah bagi Timnas Indonesia karena Garuda menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup, sekaligus meraih trofi internasional pertamanya di luar prestasi medali emas SEA Games. Bagi ribuan suporter yang memadati pusat Kabupaten Batang, kemenangan tersebut menjadi penutup dramatis dari malam panjang penuh ketegangan, sekaligus momentum untuk merayakan pencapaian bersejarah sepak bola Indonesia,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)