Batang - Kemampuan berkomunikasi di tengah arus kecanggihan teknologi informasi berbagai digital, memotivasi para pelajar SMA Negeri 1 Wonotunggal untuk mengembangkan potensi dengan mendapatkan pembekalan langsung dari para pakar. Dua pakar komunikasi, Rizqiya selaku Communication Trainer BNSP RI dan Tatik Setianingsih, dari Dinas Ketenagakerjaan Batang membeberkan kunci sukses agar mampu menguasai panggung di hadapan audiens dengan kemampuan komunikasi andal.
Batang - Kemampuan berkomunikasi di tengah arus kecanggihan teknologi informasi berbagai digital, memotivasi para pelajar SMA Negeri 1 Wonotunggal untuk mengembangkan potensi dengan mendapatkan pembekalan langsung dari para pakar. Dua pakar komunikasi, Rizqiya selaku Communication Trainer BNSP RI dan Tatik Setianingsih, dari Dinas Ketenagakerjaan Batang membeberkan kunci sukses agar mampu menguasai panggung di hadapan audiens dengan kemampuan komunikasi andal.
Koordinator Literasi Fitri Daniati sekaligus Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Wonotunggal menyampaikan tujuan kegiatan untuk memberi ruang belajar bagi siswa agar mampu berbicara dengan percaya diri.
“Biar anak tampil lebih meyakinkan, serta secara spesifik mampu menjadi MC yang komunikatif, ekspresif, dan inspiratif, baik acara formal maupun nonformal,” katanya, saat ditemui di SMA Negeri 1 Wonotunggal, Kabupaten Batang, Senin (5/10/2026).
Communication Trainer BNSP RI Rizqiya berharap kegiatan ini menjadikan siswa SMAN 1 Wonotunggal untuk berani tampil di depan umum tanpa rasa takut, berani berkembang, dan memulai langkah baru.
“Jangan menunggu percaya diri untuk memulai, tetapi mulailah dan biarkan latihan membangun percaya dirimu,” tegasnya.
Sementara itu, Tatik Setyaningsih dari Dinas Ketenagakerjaan Batang mengapresiasi antusiasme dan semangat anak-anak SMAN 1 Wonotunggal. Terbukti dengan adanya kegiatan ini ternyata ada banyak bakat luar biasa mereka ketika menjadi MC nonformal.
“Ingat bahwa berani bicara bukan berarti harus sempurna. Mulai dengan percaya diri, berlatih dengan konsisten, dan nikmati prosesnya,” ungkapnya.
Salah satu siswi, Maulida Annaafi Kelas XI Terapan mendukung penuh karena kegiatan yang luar biasa dan menginspirasi.
“Kami tidak hanya belajar teori public speaking saja, tetapi langsung dipraktikkan untuk melatih rasa berani dan percaya diri,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)