Batang - Menjaga mental tetap sehat di era serba cepat menjadi sangat penting terutama kaum perempuan yang terkadang memiliki tingkat stres yang cukup tinggi, hingga rawan memunculkan masalah kesehatan jiwa. Maka untuk mencegah hal tersebut terjadi, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang menghadirkan praktisi di bidang kejiwaan, untuk membagikan tips sehat mental bagi kalangan perempuan.
Batang - Menjaga mental tetap sehat di era serba cepat menjadi sangat penting terutama kaum perempuan yang terkadang memiliki tingkat stres yang cukup tinggi, hingga rawan memunculkan masalah kesehatan jiwa. Maka untuk mencegah hal tersebut terjadi, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang menghadirkan praktisi di bidang kejiwaan, untuk membagikan tips sehat mental bagi kalangan perempuan.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Batang Weni Ary Susanti menggelar workshop tersebut agar sesama kaum perempuan memiliki kepedulian terhadap kesehatan mentalnya di tengah tingkat kesibukan yang rawan memicu permasalahan mental. Diskusi tersebut menghadirkan psikiater dokter Spesialis Kejiwaan Rilla Fiftina Hadi untuk membagikan tips kepada peserta yang terdiri dari perwakilan Gabungan Organisasi Wanita, akademisi dan lainnya, agar memiliki mental yang sehat.
“Dalam kesempatan ini kami juga membentuk Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa). Yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan wadah menangani permasalahan maupun pemenuhan hak perempuan dan anak dari berbagai kalangan,” katanya saat ditemui di Aula BPKPSDM Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1/10/2026).
Ia berharap, diskusi ini menjadikan peserta mampu memahami kesehatan mental dirinya yang terkadang sering terjadi sedikit gangguan, namun tidak disadari.
Dalam paparan materinya, praktisi kesehatan mental, dokter Spesialis Kejiwaan Rilla Fiftina Hadi berupaya mengajak kaum ibu untuk memahami orang terdekatnya apabila mengalami permasalahan kesehatan jiwa. Hal ini perlu disampaikan karena permasalahan kesehatan jiwa sulit dideteksi secara kasat mata.
“Salah satu tanda yang bisa dideteksi perubahan perilaku seseorang yang sering kali jadi lebih pendiam dari sebelumnya, jarang bersosialisasi, konsentrasi dalam pekerjaan juga mulai terganggu. Bisa juga adanya gangguan kesulitan tidur, yang menjadi beberapa tanda yang patut diperhatikan,” tegasnya.
Salah satu pencegahan, bagi penderita gangguan kesehatan mental, langkah awal yang perlu dilakukan sebelum mengunjungi psikiater, mulai memperbaiki waktu istirahat atau tidur.
“Waktu tidur malam harus diperhatikan, dan jangan diganti dengan tidur siang, lalu coba berkomunikasi dengan orang terdekat dan dipercaya,” jelasnya.
Penyebab utamanya sangat beragam, mulai karena masalah biologis, psikologis, bahkan bisa jadi disebabkan karena adanya perilaku perundungan yang menyebabkan timbulnya gangguan mental.
“Di Jawa Tengah sendiri persentasenya cukup imbang dikarenakan tingkat kecanggihan teknologi yang cukup maju, sehingga menjadikan masyarakat mudah untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa dengan rentang usia anak hingga lansia,” terangnya.
Ia berharap, dengan digelarnya diskusi ini, kaum ibu mampu peduli terhadap kondisi orang sekitarnya apabila mengalami masalah gangguan mental. Dengan tidak menghakimi, memojokkan, namun berupaya memberikan pendampingan.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Batang Joko Prasetyo berharap keberadaan organisasi perempuan di Kabupaten Batang nantinya dapat berkontribusi memberikan solusi terkait permasalahan yang dialami.
“Kaum perempuan yang tergabung dalam Puspa ini nantinya bisa jadi tempat untuk mengadu khususnya permasalahan perempuan dan anak, sehingga menemukan solusi yang tepat,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)