Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas

Selasa, 29 September 2026 Jumadi Dibaca 21 kali Stabilisasi Harga Bahan Pangan
Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas
Salah satu pedagang melayani pembeli membeli cabai di Pasar Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Kemarau panjang yang melanda Pantura Kabupaten Batang berdampak pada harga dan kualitas sayuran, terutama cabai yang hingga kini masih melonjak tajam. Di Pasar Batang kenaikan harga terjadi sejak sepekan lalu, dengan kisaran kenaikan Rp5 ribu, untuk hampir seluruh jenis cabai.

Batang - Kemarau panjang yang melanda Pantura Kabupaten Batang berdampak pada harga dan kualitas sayuran, terutama cabai yang hingga kini masih melonjak tajam. Di Pasar Batang kenaikan harga terjadi sejak sepekan lalu, dengan kisaran kenaikan Rp5 ribu, untuk hampir seluruh jenis cabai.

Yuli pedagang sayuran, membenarkan kenaikan terjadi sejak Senin pekan lalu, yang menyasar semua jenis cabai, baik teropong besar, keriting, rawit hijau hingga rawit merah.

“Harga cabai merah dan rawit hijau semula Rp35 ribu jadi Rp40 ribu, rawit merah semula Rp75 ribu jadi Rp80 ribu serta keriting dari Rp50 ribu jadi Rp55 ribu per kilogram,” katanya, saat ditemui di kios Pasar Batang, Kabupaten Batang, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, kemarau panjang menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga serta kualitas cabai yang dijual dari distributor. Kalau stok masih aman, tiap hari ambil 5 kilogram untuk semua jenis cabai, tapi kualitas kadang kurang baik karena kekeringan, hari ini pas kualitasnya segar, tidak terlalu kering dan kecil.

Tak hanya cabai sayuran lain pun turut mengalami lonjakan yang cukup siginifikan. Di antaranya, buncis yang semula Rp10 ribu kini naik menjadi Rp20 ribu daun bawang semula Rp12 ribu menjadi Rp14 ribu dan bawang merah dari Rp30 jadi Rp35 ribu per kilogram.

Senada, Hidayati pedagang sayuran, mengakui terjadi kenaikan sejak beberapa hari yang lalu yang dinominasi jenis cabai. Diakuinya, kenaikan tersebut dikarenakan faktor kemarau panjang yang melanda di wilayah Kabupaten Batang.

“Kualitas cabai yang dipetik pun sering kali kurang baik karena faktor kekurangan air, sehingga berpengaruh pada penurunan mutu saat dipanen. Harganya rata-rata naik Rp5 ribu, cabai teropong merah dari Rp25 ribu jadi Rp31 ribu, keriting hijau dari Rp20 jadi Rp25 ribu per kilogram,” terangnya.

Sementara itu, ditemui saat berbelanja, Castonah pedagang sayur keliling, meski harga cabai mengalami kenaikan selama sepekan, namun tetap berbelanja untuk memenuhi kebutuhan konsumen di tempatnya berjualan. Sejak kenaikan harga, ia terpaksa mengambil untung lebih sedikit dibanding sebelum kenaikan.

“Ya terpaksa ambil untung sedikit, biar pembelinya tetap bisa beli. Yang penting untung sedikit tapi pembeli lancar,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 26
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
29 Sep 2026 Jumadi 42
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Batang Puluhan hektare lahan di kawasan pesisir Kabupaten Batang yang dulunya tenggelam dan mangkrak akibat hempasan rob, kini bersiap 'hidup' kembali. Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan strategi baru untuk membangkitkan perekonomian warga pesisir lewat budidaya ikan nila salin.
29 Sep 2026 Jumadi 28
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Batang - Puluhan lembar Rupiah yang telah bertahun-tahun mendekam di dasar laci meja pedagang itu kondisinya sudah mengenaskan. Sebagian lusuh melipat, sebagian lagi koyak dipatuk usia dan kelembapan. Bagi Saadah (57), uang-uang itu dulunya bak 'fosil' yang membisu tak bisa diputar untuk kembalian, apalagi dipakai belanja.
29 Sep 2026 Jumadi 25
Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas
Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas
Batang - Proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang masih terus dipercepat dengan pendampingan dari Pemda bersama PT Agro Industri Nasional (Agrinas), hingga seluruhnya dipastikan siap beroperasi. Hingga saat ini sebanyak 161 Koperasi Desa Merah Putih telah dibangun dari 248 desa yang tersebar di Kabupaten Batang, untuk melewati serangkaian proses verifikasi dan validasi dari PT. Agrinas dan Pemda setempat sebelum diserah terimakan ke tiap desa.
29 Sep 2026 Jumadi 31
Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional
Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional
Solo Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas dan pemahaman para pengelola komunikasi publik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta dinamika informasi di masyarakat.
29 Sep 2026 Jumadi 32