Semarang - Program unggulan Sak Minggu Sak Buku, yang digagas Bunda Literasi Kabupaten Batang Faelasufa Faiz Kurniawan yang membawa kebermanfaatan bagi anak dalam peningkatan minat baca sejak usia dini, ternyata berbuah manis. Terbukti dengan diraihnya Anugerah Jawa Pos Radar Semarang dengan kategori Pelopor Gerakan Literasi Anak Usia Dini, dirasa menginspirasi bagi kalangan kaum ibu untuk senantiasa mendampingi pendidikan putra-putrinya, melalui budaya literasi sejak dini.
Semarang - Program unggulan Sak Minggu Sak Buku, yang digagas Bunda Literasi Kabupaten Batang Faelasufa Faiz Kurniawan yang membawa kebermanfaatan bagi anak dalam peningkatan minat baca sejak usia dini, ternyata berbuah manis. Terbukti dengan diraihnya Anugerah Jawa Pos Radar Semarang dengan kategori Pelopor Gerakan Literasi Anak Usia Dini, dirasa menginspirasi bagi kalangan kaum ibu untuk senantiasa mendampingi pendidikan putra-putrinya, melalui budaya literasi sejak dini.
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi itu, merupakan sebuah motivasi baginya, agar semangat mengedukasi anak dalam membudayakan literasi tidak pernah padam.
Faelasufa menerangkan, program tersebut telah dimulai sejak beberapa bulan lalu, dan diupayakan berkelanjutan dari masa ke masa, dengan membaca satu buku tiap pekannya.
“Anak-anak PAUD dan SD, kami ajak membaca satu buku setiap minggunya, lalu diulas didampingi orangtuanya. Untuk anak usia dini, dibacakan oleh orangtuanya, dan dalam catatan bukunya dengan tanda "senyum", itu respons yang baik,” katanya, usai menerima penghargaan di Ballroom Patra Semarang Hotel & Convention, Kota Semarang, Jumat (25/9/2026) malam.
Penghargaan ini diharapakan membawa dampak positif untuk terus memotivasi anak-anak di Kabupaten Batang memiliki budaya literasi yang sangat kuat dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan.
“Literasi itu senjata yang ampuh dalam menghadapi kemiskinan, dan upaya membawa masyarakat yang lebih kritis dan maju,” harapnya.
Sisi lain yang tidak dapat terpisahkan antara literasi dan upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Jika budaya literasinya bagus, mereka bisa lebih kritis dalam memilah-milah informasi, sehingga bisa mengambil mana yang dapat dijadikan peluang ketika terjun di suatu bidang.
Respons positif pun ditunjukkan oleh Kepala Disperpuska Batang Budiono yang memandang penghargaan tersebut layak diberikan dengan melihat kiprahnya dalam menghidupkan budaya literasi, yang memfokuskan pada program Sak Minggu Sak Buku.
“Bunda Literasi kita ini memang sangat intens dengan terjun langsung ke sekolah-sekolah, sehingga layak disebut sosok yang inspiratif,” ungkapnya.
Ia berharap, akan muncul pribadi lain yang terinspirasi dari gerakan literasi yang diinisiasi oleh Bunda Literasi Batang saat ini.
“Hasilnya tidak bisa terlihat sekarang ini, tapi mungkin akan kelihatan 5 atau 10 tahun mendatang, sehingga literasi ini menjadi budaya bagi generasi muda di Kabupaten Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)