Batang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang bergerak cepat menangani warga yang mengalami keluhan mengarah pada keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam kegiatan Posyandu di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang. Sejumlah pasien mulai berdatangan ke RSUD Batang sejak Senin (2192026) malam hingga Selasa (2292026) dini hari.
Batang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang bergerak cepat menangani warga yang mengalami keluhan mengarah pada keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam kegiatan Posyandu di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang. Sejumlah pasien mulai berdatangan ke RSUD Batang sejak Senin (21/9/2026) malam hingga Selasa (22/9/2026) dini hari.
Kepala Instalasi RSUD Kalisari Batang Hifna Hendrianingsih mengatakan, jumlah pasien yang datang dengan keluhan serupa telah mencapai lebih dari 34 orang. Untuk pasien dengan keluhan yang mengarah ke keracunan ini sudah masuk mulai tadi malam, dini hari tepatnya. Sampai saat ini masih, kurang lebih 34,baik yang rawat jalan maupun rawat inap.
“Pasien yang datang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Keluhan yang dialami relatif serupa, mulai dari mual, muntah, diare hingga demam. Sejumlah pasien juga ditemukan hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan angka infeksi cukup tinggi,” katanya saat ditemui di RSUD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (22/9/2026).
Hifna menjelaskan, penanganan pasien dilakukan berdasarkan tingkat kegawatan dan kondisi klinis masing-masing. Pasien yang mengalami kondisi lemas, demam tinggi, atau tidak mampu mengonsumsi obat secara oral akibat mual dan muntah akan mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui rawat inap.
“Kalau keadaan umum pasien lemas, kemudian menunjukkan tanda seperti demamnya tinggi sekali atau tidak bisa minum obat oral karena mual muntah, kita rawat inap-kan. Sementara pasien dengan keluhan yang relatif ringan dan kondisi umum baik dapat menjalani rawat jalan,” jelasnya.
Hifna menambahkan, pasien dengan kondisi paling berat sejauh ini mengalami demam tinggi, lemas, dan dehidrasi. Namun, tingkat dehidrasi yang ditemukan masih dalam kategori sedang dan belum sampai dehidrasi berat.
“Yang paling parah mungkin dengan demam yang tinggi, sama lemas, dehidrasinya. Alhamdulillah dehidrasinya sedang, tidak sampai dehidrasi berat. Pasien yang menjalani rawat inap sudah mendapatkan perawatan di ruang perawatan RSUD Batang,” terangnya.
Berdasarkan penelusuran awal melalui anamnesis atau wawancara dengan pasien dan keluarga, pasien rawat inap lebih banyak berasal dari kelompok anak-anak dan perempuan dewasa.
“Sebagian makanan yang diduga dikonsumsi warga ternyata tidak langsung dimakan oleh seluruh anggota keluarga. Ada makanan yang baru dikonsumsi pada malam hari setelah dibagikan pada sore hari,” tegasnya.
Ia juga mengimbau, masyarakat yang mengalami gejala seperti mual dan muntah terus-menerus setelah mengonsumsi makanan untuk tidak memaksakan penanganan sendiri di rumah apabila kondisi semakin memburuk.
“Jika keluhan tidak tertangani atau pasien tidak mampu makan dan minum dengan baik, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Kalau sudah terlanjur makan, kemudian dirasa mual muntahnya berlanjut, sudah tidak tahan atau dirasa tidak bisa ditangani di rumah, tentu saja harus lari ke faskes terdekat,” ungkapnya.
“RSUD Batang memastikan penanganan terhadap pasien terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi masing-masing, sembari menunggu perkembangan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialami warga,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)