Batang - Ribuan kilometer perjalanan ditempuh Novrizal Eka Fadillah, warga Bogor, Jawa Barat, dengan berjalan kaki dalam aksi Long March Merah Putih Mandiri 2026. Perjalanan tersebut kini memasuki Kabupaten Batang. Novrizal beristirahat sekaligus melakukan wawancara di Kantor Pemerintah Kabupaten Batang, Senin (2192026).
Batang - Ribuan kilometer perjalanan ditempuh Novrizal Eka Fadillah, warga Bogor, Jawa Barat, dengan berjalan kaki dalam aksi Long March Merah Putih Mandiri 2026. Perjalanan tersebut kini memasuki Kabupaten Batang. Novrizal beristirahat sekaligus melakukan wawancara di Kantor Pemerintah Kabupaten Batang, Senin (21/9/2026).
Aksi long march itu dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memaknai semangat patriotisme melalui perjalanan lintas daerah. Pelopor Long March Merah Putih dalam rangka memperingati momentum Sumpah Pemuda. Perjalanan tahun ini dimulai dari depan Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).
“Saya memulai jalan kaki dari depan Istana Negara pada tanggal 17 Agustus 2026, yang Insyaallah saya akan finish nanti di Bali. Target perjalanan lebih dari 1.600 kilometer hingga mencapai Pulau Bali. Perjalanan tersebut menjadi long march terjauh yang pernah saya lakukan,” jelasnya.
Novrizal mengaku, sebelumnya telah enam kali melakukan kegiatan serupa. Namun, perjalanan tersebut masih dilakukan dalam satu wilayah, yakni Cileungsi. Berbeda dengan tahun ini, ia memilih menempuh perjalanan lintas daerah dengan jarak yang jauh untuk memperingati momentum kebangsaan di Indonesia.
“Meski menargetkan jarak lebih dari 1.600 kilometer, Novrizal mengatakan waktu tempuh bukan menjadi hal utama. Setiap kilometer yang dilalui menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman sekaligus belajar dari masyarakat yang ditemuinya sepanjang perjalanan. Waktu di perjalanan saya melakukan sosialisasi kepada generasi muda dalam memaknai Sumpah Pemuda,” terangnya.
Menurut Novrizal, perjalanan tersebut bukan sekadar aktivitas berjalan kaki, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kebangsaan kepada generasi muda. Ia juga berharap, Long March Merah Putih Mandiri 2026 dapat menjadi bentuk kecintaannya terhadap Indonesia.
Ia juga ingin perjalanan tersebut mengajak generasi muda memaknai kemerdekaan tidak hanya melalui peringatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata. Selama perjalanan, Novrizal mengaku mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintah, organisasi masyarakat, hingga komunitas di sejumlah daerah yang dilewatinya.
“Dukungan tersebut menjadi salah satu penyemangat untuk terus melanjutkan perjalanan hingga tujuan akhir di Bali. Mudah-mudahan dengan jarak yang ditargetkan bisa tercapai. Jika nantinya tidak berhasil, setidaknya saya sudah benar-benar berusaha,” harapnya.
Kini, perjalanan tersebut berlanjut setelah singgah di Kabupaten Batang. Ia masih harus menempuh perjalanan panjang ke kendal sebelum mencapai tujuan akhirnya di Bali. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)