Batang Dalam upaya menggali potensi, kreativitas, sekaligus membentuk karakter generasi muda, Dewan Pengurus Cabang Forum Kerjasama Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Batang menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII tingkat Kabupaten Batang Tahun 2026.
Batang – Dalam upaya menggali potensi, kreativitas, sekaligus membentuk karakter generasi muda, Dewan Pengurus Cabang Forum Kerjasama Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Batang menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII tingkat Kabupaten Batang Tahun 2026.
Kegiatan yang menjadi wadah pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter santri tersebut berlangsung di Madin At-Taqwa, Dukuh Kedung Dowo, Desa Pretek, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Minggu (13/9/2026).
Porsadin tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, dan ketangguhan.
Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan, pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk generasi yang mandiri, disiplin, cerdas, dan tangguh.
“Anak-anak harus dibangun karakternya agar menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin. Kebiasaan sederhana seperti menghargai waktu dan datang tepat waktu merupakan modal yang sangat baik untuk membentuk karakter,” jelasnya.
Menurut Suyono, pendidikan anak tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan akademik. Nilai adab, akhlak, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan kehidupan juga perlu ditanamkan sejak dini.
“Anak-anak harus diajarkan tentang adab dan akhlak, bagaimana menghargai orang lain. Mereka juga perlu dikenalkan dengan kesulitan, karena dari kesulitan itu anak dapat belajar menjadi pribadi yang tangguh,” tegasnya.
Ia menambahkan, kesempatan bagi anak untuk menghadapi tantangan secara bertahap dapat mendorong tumbuhnya kreativitas dan kemandirian.
“Jangan selalu diajarkan untuk dimanjakan. Ajarkan kecerdasan, ketangguhan, dan kemandirian. Dengan begitu, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif dan mampu menghadapi tantangan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPC FKDT Batang H. Suwandi mengatakan, Porsadin menjadi salah satu ajang strategis untuk membentuk karakter sekaligus menjaring potensi dan bakat para santri.
“Para santri yang berhasil meraih juara akan mewakili Kabupaten Batang dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan di Tegal,” tuturnya.
Ia berharap, Porsadin dapat melahirkan semakin banyak santri madrasah diniyah yang berprestasi di bidang seni dan olahraga, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Porsadin VIII Kabupaten Batang tahun ini diikuti peserta dari 15 kecamatan dengan 16 cabang perlombaan, di antaranya lari 100 meter, tenis meja, bulu tangkis, cerdas cermat, kaligrafi, adzan, MTQ, pidato, dan berbagai perlombaan lainnya. Dalam gelaran tersebut, Kecamatan Tersono berhasil meraih gelar juara umum,” ujar dia.
Melalui Porsadin VIII, potensi para santri di Kabupaten Batang diharapkan terus berkembang, tidak hanya dalam bidang olahraga dan seni, tetapi juga dalam karakter, akhlak, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (MC Batang, Jateng/Jumadi)