Dongkrak Budaya Baca, Pemkab Batang Bagikan Es Krim untuk Pengunjung Perpustakaan

Senin, 14 September 2026 Jumadi Dibaca 233 kali Acara Pimpinan Daerah
Dongkrak Budaya Baca, Pemkab Batang Bagikan Es Krim untuk Pengunjung Perpustakaan
Gambar ilustrasi pelajar meminjam buku dan mendapatkan es krim di Disperpuska Batang, Kabupaten Batang.
Batang Ada cara unik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Batang untuk memantik antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak, agar makin gemar membaca. Tak tanggung-tanggung, iming-iming hadiah segar disiapkan bagi siapa saja yang rajin menyambangi perpustakaan.

Batang – Ada cara unik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Batang untuk memantik antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak, agar makin gemar membaca. Tak tanggung-tanggung, iming-iming hadiah segar disiapkan bagi siapa saja yang rajin menyambangi perpustakaan.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat membuka ajang Festival Literasi di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang, Kabupaten Batang, Senin (14/9/2026).

“Strategi manis ini digagas untuk merangsang minat baca warga sejak dini. Nanti kita sediakan setiap hari 50 es krim untuk peminjam buku di perpustakaan ini selama sebulan ke depan. Jadi 50 es krim dikali 30 berarti berapa? 1.500 es krim akan kita sediakan,” jelasnya.

Langkah ini memperkuat optimisme Bunda Literasi Batang Faelasufa Faiz Kurniawan. Menurutnya, ketertarikan anak-anak terhadap dunia buku sebenarnya sudah terlihat sejak usia dini, hanya saja butuh ekosistem pendukung agar minat tersebut terus terjaga hingga mereka dewasa.

“Iya, menurut saya sekarang banyak anak-anak tuh yang suka baca. Dulu zaman saya TK jarang banget kan kita baca buku di TK, atau lihat orang-orang baca buku di TK. Sekarang kalau saya ke PAUD-PAUD di Batang, anak-anaknya itu sangat antusias ketika kami bercerita,” ungkapnya.

Faelasufa menyoroti tantangan yang kerap membuat kegemaran membaca meredup saat anak-anak tumbuh dewasa. Menurutnya, keterbatasan akses hingga kurangnya dorongan dari lingkungan terdekat sering kali menjadi ganjalan utama.

“Bisa jadi, karena memang dukungan ekosistem keluarganya nggak ada, nggak ada inspirasi di rumahnya, atau infrastruktur yang tersedia di sekeliling mereka juga limited, kurangnya buku-buku yang ada,” terangnya.

Guna mengikis hambatan tersebut, gerakan “Sak minggu Sak buku” digulirkan sebagai wahana memperluas jangkauan literasi hingga ke tingkat tapak. Melalui kolaborasi lintas komunitas, keterbatasan koleksi di sekolah perlahan berhasil teratasi.

“Untuk program Sak minggu Sak buku sendiri, itu adalah salah satu hal yang kami ciptakan untuk menggerakkan budaya literasi di masyarakat. Ketika itu diimplementasikan ya kita jadi tahu ada masalah-masalah misalkan, 'Oh sekolah kita bukunya terbatas,' seperti itu. Tapi alhamdulillah dengan kolaborasi dengan perpustakaan desa, dengan komunitas baca setempat di desa-desa tersebut masih bisa berjalan, mereka bisa dapat akses buku-buku yang lebih banyak,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 100
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 151
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 106
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Batang - Persiapan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sembung, terus berlanjut. Material pasir dan agregat berupa campuran tanah serta batu mulai didatangkan untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik program TMMD Kodim 0736Batang, dalam membangun jalan tembus ke KITB. Tumpukan material yang telah berada di lokasi menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jalan.
16 Okt 2026 Jumadi 146
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Batang Kabupaten Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi yang kian memikat. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun 2026, laju penanaman modal di daerah ini melonjak tajam hingga berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan.
16 Okt 2026 Jumadi 178
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 144