Festival Literasi, Bupati Batang Dorong Budaya Membaca dari Keluarga

Senin, 14 September 2026 Jumadi Dibaca 281 kali Acara Pimpinan Daerah
Festival Literasi, Bupati Batang Dorong Budaya Membaca dari Keluarga
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (kanan) menghadiri Festival Literasi di halaman Disperpuska Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat menghadiri Festival Literasi Batang yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) di halaman kantor Disperpuska Batang, Kabupaten Batang, Senin (1492026).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat menghadiri Festival Literasi Batang yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) di halaman kantor Disperpuska Batang, Kabupaten Batang, Senin (14/9/2026).

Mengusung tema “Merajut Harmoni Keluarga Membangun Literasi”, festival tersebut diisi dengan penyerahan hadiah lomba, lokakarya, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD), serta pameran stan literasi.

Faiz mengatakan, membangun kegemaran membaca pada anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun perpustakaan. Peran keluarga, terutama orang tua, menjadi fondasi penting dalam membentuk kebiasaan tersebut. Literasi itu harus dimulai dari keluarga. Orang tua, kakek-nenek, dan keluarga di rumah memiliki peran penting dalam membangun budaya membaca anak.

“Pemkab Batang terus berupaya meningkatkan akses anak-anak terhadap bahan bacaan melalui program Satu Minggu Satu Buku. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah memastikan ketersediaan buku di setiap sekolah, khususnya bagi anak-anak usia PAUD dan Sekolah Dasar (SD),” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah menggalang donasi buku dari aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat. Selain itu, perpustakaan desa di sekitar sekolah juga diberdayakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan bacaan. Alhamdulillah, sekarang kondisi ketersediaan buku bagi siswa PAUD dan SD cukup. Namun, ke depan tetap harus kita upayakan. Menurutnya, penguatan literasi tidak berhenti pada penyediaan buku. Pemerintah juga perlu menghadirkan sarana dan prasarana perpustakaan yang lebih representatif dan layak.

Faiz juga menyebut, setelah agenda pengembangan sektor pariwisata, pemerintah daerah akan mulai memfokuskan perhatian pada pembangunan infrastruktur yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk fasilitas perpustakaan.

“Bagaimana menyediakan infrastruktur yang menunjang sumber daya manusia, khususnya perpustakaan yang lebih representatif dan lebih layak. Itu juga menjadi simbol serta awareness kepada masyarakat bahwa Batang siap memulai peningkatan sumber daya manusianya,” terangnya.

Ia menambahkan, rencana pemusatan aktivitas perpustakaan daerah akan disesuaikan dengan kesiapan dinas terkait. Sementara itu, aktivitas perkantoran ASN Disperpuska direncanakan dipindahkan ke gedung arsip. Untuk meningkatkan minat anak-anak berkunjung ke perpustakaan, Pemkab Batang juga menyiapkan program pemberian es krim bagi peminjam buku.

“Sebanyak 50 es krim akan dibagikan setiap hari kepada anak-anak yang meminjam buku di perpustakaan selama satu bulan. Jadi 50 es krim dikali 30, berarti ada 1.500 es krim yang akan kita sediakan. Program tersebut diharapkan menjadi bentuk apresiasi sekaligus pemantik ketertarikan anak-anak untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan kegiatan yang menyenangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Batang Faelasufa Faiz membagikan, pengalaman masa kecilnya yang tumbuh dalam keluarga yang memiliki kebiasaan membaca. Ia bercerita, sang ayah rutin mengajaknya mengunjungi toko buku Gramedia di Semarang setiap bulan. Kebiasaan tersebut kemudian menumbuhkan kecintaannya terhadap buku.

“Sejumlah bacaan, seperti Harry Potter, Sherlock Holmes, Detective Conan, dan Doraemon, menjadi bagian dari masa kecilnya. Buku tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka ruang imajinasi dan menumbuhkan mimpi untuk mengenal dunia yang lebih luas,” tuturnya.

Kegemarannya membaca turut mendorong keinginannya untuk menjelajahi berbagai negara. Saat kuliah, ia berhasil mengikuti program pertukaran pelajar ke Jepang dan Jerman. Literasi dan membaca bukan sekadar tentang buku, melainkan tentang masa depan dan jendela dunia yang membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih cita-cita mereka.

“Melalui Festival Literasi Batang, pemerintah daerah berharap sinergi antara keluarga, sekolah, perpustakaan, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun budaya membaca serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 96
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 145
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 101
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Batang - Persiapan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sembung, terus berlanjut. Material pasir dan agregat berupa campuran tanah serta batu mulai didatangkan untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik program TMMD Kodim 0736Batang, dalam membangun jalan tembus ke KITB. Tumpukan material yang telah berada di lokasi menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jalan.
16 Okt 2026 Jumadi 145
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Batang Kabupaten Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi yang kian memikat. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun 2026, laju penanaman modal di daerah ini melonjak tajam hingga berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan.
16 Okt 2026 Jumadi 177
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 143