Batang - Bunda Literasi Kabupaten Batang Faelasufa Faiz mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari upaya membangun kemampuan berpikir kritis. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Literasi Batang di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang, Kabupaten Batang, Senin (1492026).
Batang - Bunda Literasi Kabupaten Batang Faelasufa Faiz mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari upaya membangun kemampuan berpikir kritis. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Literasi Batang di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang, Kabupaten Batang, Senin (14/9/2026).
Festival yang mengusung tema “Merajut Harmoni Keluarga Membangun Literasi” tersebut diisi dengan penyerahan hadiah lomba, lokakarya, diskusi kelompok terarah FGD, serta pameran stan literasi.
Faelasufa mengatakan, membaca tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga melatih anak untuk menganalisis informasi dan membentuk pola pikir kritis. Ini sangat penting, karena literasi ini yang paling penting adalah mengajarkan kalian critical thinking.
“Akses terhadap buku yang beragam menjadi salah satu cara untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kemampuan anak dalam melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang berbeda,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Faelasufa juga menyerahkan 50 buku untuk Taman Baca Sekuda. Selain buku-buku yang telah disiapkan, ia turut menyumbangkan sejumlah buku favoritnya yang dinilai memiliki manfaat bagi pembaca, termasuk novel Sherlock Holmes, buku Becoming, serta sejumlah biografi.
“Ada 50 buku yang hari ini akan kita berikan pada Taman Baca Sekuda di Kecamatan Bawang, plus ada juga buku-buku favorit saya yang menurut saya bagus seperti Sherlock Holmes, Becoming, biografi-biografi yang menurut saya juga akan bermanfaat untuk kalian,” terangnya.
Ia berharap, buku-buku tersebut dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat yang aktif di Taman Baca Sekuda.
Faelasufa juga mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan literasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan CSR. Bantuan CSR tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik. Donasi buku kepada perpustakaan desa maupun taman baca juga dapat menjadi bentuk kontribusi yang berdampak langsung terhadap peningkatan budaya literasi masyarakat.
“Kalau bingung CSR-nya mau dibuat apa, mungkin bisa langsung untuk nyumbang buku ke perpustakaan desa atau taman baca yang memang bagus-bagus,” ungkapnya.
Faelasufa turut mengapresiasi keberadaan Taman Baca Sekuda yang dinilai aktif dalam menggerakkan kegiatan literasi masyarakat. Semoga, aktivitas taman baca tersebut dapat terus berkembang dan menjadi ruang belajar yang menarik bagi anak-anak.
“Sekuda ini aktif sekali. Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman dan semoga aksi ini juga menginspirasi Bapak Ibu semuanya,” tandasnya.
Pemkab Batang berharap, kolaborasi antara pemerintah, keluarga, komunitas literasi, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, budaya membaca tidak hanya tumbuh di sekolah dan perpustakaan, tetapi juga menjadi kebiasaan di tengah keluarga dan lingkungan masyarakat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)