Batang - Kebiasaan ngopi sambil berbincang hangat kini kian membudaya bagi masyarakat Pantura Batang. Menyikapi hal tersebut, KPRI Koperda Kemenag Batang berupaya mengimbanginya dengan meluncurkan Kedai KOBEKA atau Kopi Berkah Koperda, yang spesifik menyajikan kopi asli khas Batang.
Batang - Kebiasaan ngopi sambil berbincang hangat kini kian membudaya bagi masyarakat Pantura Batang. Menyikapi hal tersebut, KPRI Koperda Kemenag Batang berupaya mengimbanginya dengan meluncurkan Kedai KOBEKA atau Kopi Berkah Koperda, yang spesifik menyajikan kopi asli khas Batang.
Hal ini merupakan salah satu upaya untuk makin mengenalkan kopi lokal kepada penikmat kopi sejati, namun dengan harga yang lebih ramah di kantong. Ketua KPRI Koperda Kemenag Batang Sodikin berupaya memberikan alternatif bagi masyarakat untuk menikmati cita rasa kopi asli Batang, dengan harga yang ekonomis.
“Ini salah satu unit usaha Koperda yang dirintis untuk mengenalkan kopi-kopi khas Batang yang selama ini belum begitu terekspos. Di sini kami hanya menjual kopi-kopi lokal seperti dari Desa Tombo, Pacet, Surjo dan Lobang yang semuanya diolah oleh barista terlatih menjadi berbagai racikan kopi,” katanya, saat ditemui di Kedai KOBEKA, Kabupaten Batang, Rabu (2/9/2026).
Sengaja Kedai KOBEKA buka mulai pukul 07.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan kalangan pekerja maupun ASN Kemenag yang terbiasa ngopi di pagi hari sebelum bertugas.
“Setelah peluncuran, KOBEKA buka mulai jam 7 pagi sampai jam 9 malam, setelah melihat di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan belum ada kedai kopi yang buka,” jelasnya.
Meski kopi yang didatangkan langsung dari petani lokal, namun harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kenikmatan sejati, sangat ramah di kantong.
“Kopi yang kami jual berkisar Rp10 ribu hingga Rp18 ribu, selain itu ada pula teh asli dari Batang yang sangat nikmat,” terangnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Babinsa Koramil 10 Batang, Pelda Sunardi mengaku senang dengan dibukanya Kedai KOBEKA ini karena dapat menjadi teman bertugas di malam hari. Melihat jenis kopi yang beragam dan tempat yang strategis, tentu menjadi alternatif ngopi bagi penikmatnya.
“Kebetulan saya suka ngopi, tadi sempat nyicipi menu Americano yang rasanya tidak kalah dengan kopi olahan kafe-kafe ternama. Harganya juga sangat ramah di kantong, sekitar Rp10 ribu, jadi cocok buat teman waktu tugas,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)