Batang - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menggelar SEZ Industropolis Run 2026 untuk ketiga kalinya. Mengusung tema Dari Sport Tourism Menuju Panggung Kompetisi Atlet Elit, ajang lari ini tidak hanya menawarkan pengalaman berolahraga dan wisata, tetapi juga diarahkan menjadi wadah kompetisi bagi atlet lari nasional. Kegiatan tersebut digelar di Hellpad Bukit Srawung KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Rabu (2682026).
Batang - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menggelar SEZ Industropolis Run 2026 untuk ketiga kalinya. Mengusung tema “Dari Sport Tourism Menuju Panggung Kompetisi Atlet Elit”, ajang lari ini tidak hanya menawarkan pengalaman berolahraga dan wisata, tetapi juga diarahkan menjadi wadah kompetisi bagi atlet lari nasional. Kegiatan tersebut digelar di Hellpad Bukit Srawung KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Rabu (26/8/2026).
Kepala Departemen Corporate Office & Protocoler KEK Industropolis Batang M. Rizza Akbar mengatakan, penyelenggaraan tahun ketiga menjadi momentum untuk meningkatkan standar kompetisi. Memasuki tahun ketiga, kami ingin SEZ Industropolis Run terus berkembang dan memiliki standar yang semakin tinggi. Ajang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga, tetapi juga ruang bagi atlet dan pelari untuk menguji kemampuan serta mengejar catatan waktu terbaik.
“Salah satu keunggulan SEZ Industropolis Run 2026 adalah karakter lintasannya yang relatif landai atau flat track. Lintasan tersebut juga telah tersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Karakter lintasan yang landai dinilai memberikan peluang bagi pelari untuk mengoptimalkan performa dan mengejar Personal Best,” jelasnya.
Kehadiran atlet-atlet lari nasional pada penyelenggaraan tahun ini juga membuat kompetisi semakin kompetitif. Selain itu, peserta akan mendapatkan catatan waktu melalui sistem timing chip, sehingga hasil perlombaan dapat tercatat secara akurat.
“SEZ Industropolis Run 2026 menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan ajang lari pada umumnya. Peserta akan melewati sejumlah lanskap Kabupaten Batang, mulai dari kawasan industri modern, perkebunan karet, danau reservoir, hingga kawasan dermaga di pesisir Laut Jawa. Lintasan juga disterilkan dari kendaraan sehingga peserta dapat berlari dengan lebih aman dan nyaman,” terangnya.
M. Rizza juga menyebutkan Pendaftaran SEZ Industropolis Run 2026 telah dibuka secara daring melalui laman https://industropolisrun.id/ dengan pembayaran menggunakan QRIS.
“Biaya pendaftaran untuk Half Marathon yakni Rp400 ribu untuk early bird dan Rp500 ribu harga normal. Kategori 10K dibanderol Rp250 ribu untuk early bird dan Rp300 ribu harga normal, sedangkan kategori 5K Rp200 ribu untuk early bird dan Rp250 ribu harga normal,” ujar dia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang Bagus Pambudi mengatakan, kegiatan tersebut dapat memperkenalkan Batang dari perspektif yang berbeda.
“SEZ Industropolis Run menjadi salah satu momentum yang memperkenalkan Batang dari sisi yang berbeda. Tidak hanya sebagai daerah yang berkembang dengan kawasan industrinya, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki ruang bagi olahraga, pariwisata, komunitas, dan aktivitas masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan olahraga yang diikuti peserta dari berbagai daerah juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga melakukan route reversal atau perubahan arah lintasan. Perubahan tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap pergerakan peserta pada penyelenggaraan sebelumnya, terutama di sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan.
“Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan dermaga. Dengan perubahan arah rute, distribusi peserta diharapkan lebih merata sehingga bottleneck dapat diminimalkan. Peserta juga akan mendapatkan pengalaman berbeda saat melewati kawasan dermaga dengan panorama Laut Jawa sebagai latar perjalanan menuju garis finis,” ungkapnya.
SEZ Industropolis Run 2026 juga melibatkan Bank Indonesia (BI) Tegal sebagai Event Collaborator. BI Tegal membawa kampanye WANI, yang merupakan singkatan dari Waspada, Amankan, Niteni, dan Identifikasi. Pesan tersebut menjadi bagian dari edukasi perlindungan konsumen dalam transaksi pembayaran digital.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Seno Indarto menyampaikan, pesan WANI diharapkan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat. WANI kami hadirkan sebagai pesan yang dekat dengan masyarakat. Waspada terhadap risiko, amankan data dan instrumen pembayaran, niteni atau cermati setiap informasi dan transaksi, serta identifikasi tanda-tanda penipuan sejak dini.
“SEZ Industropolis Run 2026 menargetkan 2.626 peserta yang terbagi dalam tiga kategori. Rinciannya, Half Marathon (HM) sebanyak 350 peserta, 10K sebanyak 1.300 peserta, dan 5K sebanyak 976 peserta. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 100 juta,” ujar dia.
Untuk kategori HM Open, juara pertama memperoleh Rp10 juta, juara kedua Rp7,5 juta, dan juara ketiga Rp5 juta untuk kategori putra maupun putri. Sementara kategori HM Master 40+ menyediakan hadiah masing-masing Rp3 juta, Rp2 juta, dan Rp1 juta bagi tiga besar putra dan putri. Pada kategori 10K Open, hadiah juara pertama hingga ketiga masing-masing Rp5 juta, Rp3 juta, dan Rp2 juta.
“Adapun kategori 5K Open menyediakan hadiah Rp3 juta, Rp2 juta, dan Rp1 juta untuk tiga besar putra dan putri. Panitia juga menyediakan kategori Best Costume dengan total hadiah Rp5 juta untuk lima pemenang,” imbuhnya.
Selain kesempatan mengikuti perlombaan, peserta akan mendapatkan sejumlah fasilitas, seperti finisher medal, BIB number dengan timing chip, tote bag, water stations, refreshments, asuransi perlindungan peserta, serta e-certificate.
Official apparel partner, Manta Liberta juga menyiapkan official race jersey dengan material yang dirancang ringan, ergonomis, dan memiliki sirkulasi udara untuk menunjang kenyamanan pelari.
“Melalui penyelenggaraan tahun ketiga ini, SEZ Industropolis Run tidak hanya ingin menjadi ajang lari, tetapi juga memperkuat posisi Batang sebagai destinasi sport tourism sekaligus menghadirkan ruang kompetisi bagi atlet nasional,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)