Batang Pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi menjadi salah satu upaya yang dilakukan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang Prodi Informasi dan Humas Rosita Mevia Putri untuk mendukung komunikasi dan publikasi di Desa Kecepak. Melalui program kerja multidisiplin, mahasiswa mengembangkan branding Desa Kecepak Peduli Sampah dengan mengoptimalkan media sosial Instagram dan media informasi sebagai sarana edukasi mengenai kepedulian terhadap sampah.
Batang – Pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi menjadi salah satu upaya yang dilakukan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang Prodi Informasi dan Humas Rosita Mevia Putri untuk mendukung komunikasi dan publikasi di Desa Kecepak. Melalui program kerja multidisiplin, mahasiswa mengembangkan branding “Desa Kecepak Peduli Sampah” dengan mengoptimalkan media sosial Instagram dan media informasi sebagai sarana edukasi mengenai kepedulian terhadap sampah.
Rosita Mevia Putri mengatakan, sebelum program dilaksanakan, media sosial desa belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menginisiasi pembuatan dan pengembangan akun Instagram Pemerintah Desa Kecepak dari awal. Program ini bertujuan untuk menyediakan media informasi yang lebih terarah sekaligus membangun identitas digital desa dalam menyampaikan informasi kepada Masyarakat,” katanya saat ditemui di Desa Kecepak, Kabupaten Batang, Jumat (21/8/2026).
Pengembangan akun kemudian dilanjutkan dengan pembuatan dan publikasi konten feed Instagram. Konten yang dibuat membahas berbagai informasi edukatif, seperti alasan pentingnya peduli sampah, cara mengurangi penggunaan sampah plastik, langkah mudah memilah sampah, serta informasi mengenai pengelolaan sampah.
“Selain feed, mahasiswa juga membuat konten Reels dengan format video singkat dan berkolaborasi dengan akun Instagram Kecamatan Batang agar informasi mengenai kepedulian terhadap sampah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” jelasnya.
Menurutnya, melalui pengembangan akun Instagram ini, kami berharap Desa Kecepak memiliki media informasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan untuk menyampaikan informasi desa sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap sampah.
“Melalui program ini, mahasiswa KKN berhasil membangun akun Instagram Pemerintah Desa Kecepak dari awal serta menghasilkan identitas dan konten digital yang mendukung branding “Desa Kecepak Peduli Sampah”. Program ini diharapkan dapat menjadi media informasi yang aktif dan berkelanjutan dalam menyampaikan edukasi mengenai kepedulian terhadap lingkungan kepada Masyarakat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Mevia Putri/Jumadi)