Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Anilah Mubarokah mensosialisasikan program kerja penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) jadwal dan alur pengumpulan sampah rumah tangga kering di Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jumat (2182026).
Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Anilah Mubarokah mensosialisasikan program kerja penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) jadwal dan alur pengumpulan sampah rumah tangga kering di Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jumat (21/8/2026).
Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undip Semarang Anilah Mubarokah mengatakan, program ini lahir dari hasil observasi awal tim KKN yang menemukan kebiasaan sebagian warga membakar sampah rumah tangga secara terbuka di pekarangan, sebuah kebiasaan yang berisiko menimbulkan asap tebal dan pencemaran udara di lingkungan permukiman.
“Selain itu, belum adanya sistem alur dan jadwal pengumpulan sampah kering yang teratur di tingkat RT/RW membuat potensi sampah kering sebagai bahan bakar alternatif belum termanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Menyasar ibu rumah tangga sebagai kelompok yang paling banyak mengelola sampah domestik, Saya merancang sistem tata kelola kebersihan melalui musyawarah santai (rembug warga) untuk menyepakati jadwal piket sampah, dilanjutkan dengan penataan alur pengumpulan yang jelas mulai dari pemilahan di rumah, penyimpanan sementara, hingga pengangkutan ke titik kumpul.
“Program ini di rancang bukan sekadar menyusun aturan di atas kertas, tetapi memastikan warga sendiri yang menyepakati jadwal dan alurnya, karena keberlanjutan program sangat bergantung pada rasa memiliki warga terhadap sistem yang dibangun,” terangnya.
Hasil dari program ini dituangkan dalam bentuk papan informasi dan poster SOP yang memuat jadwal pengumpulan sampah setiap Sabtu pukul 08.00–11.00 WIB, jenis sampah yang dapat dikumpulkan, serta alur pengelolaannya hingga dimanfaatkan sebagai bahan bakar teknologi tepat guna Rocket Stove yang juga dikembangkan oleh tim KKN. Sampah kering seperti sisa daun, ranting, kulit buah, plastik, kertas, dan kardus menjadi kategori utama yang dikumpulkan, sementara sampah basah dan benda berbahaya dikecualikan dari program.
“Melalui program ini, Tim KKN Undip berharap warga Desa Kebumen dapat secara bertahap meninggalkan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan dan beralih pada pengelolaan sampah yang lebih tertata, sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga untuk bahan bakar memasak. Kegiatan sosialisasi program ini turut melibatkan koordinasi dengan perangkat Desa Kebumen sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program pasca-KKN,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Anilah/Jumadi)