Batang Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk pencegahan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual pada anak, yang ditujukan khusus bagi siswa kelas 5 SD Negeri Jrakahpayung.
Batang – Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk pencegahan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual pada anak, yang ditujukan khusus bagi siswa kelas 5 SD Negeri Jrakahpayung.
Program ini diinisiasi sebagai respons atas pentingnya penguatan pemahaman anak usia sekolah dasar mengenai perlindungan diri, mengingat edukasi terkait keselamatan tubuh dan pencegahan kekerasan pada anak masih jarang disampaikan secara terstruktur di lingkungan sekolah. Menyasar siswa-siswi kelas 5, program ini bertujuan membekali anak-anak dengan pemahaman dasar untuk mengenali, menghindari, dan melaporkan perlakuan yang tidak pantas sejak dini.
Mahasiswa Fakultas Psikologi Undip Semarang Alisha Naila Nur Rahadiant mengatakan, bahwa materi disusun agar mudah dipahami anak-anak namun tetap menyampaikan pesan penting secara utuh.
“Kami ingin anak-anak paham bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri, dan mereka berhak menolak serta bercerita kalau ada yang membuat mereka tidak nyaman. Materinya kami kemas dengan bahasa dan cara yang ramah anak, supaya pesannya benar-benar sampai,” katanya saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai jenis-jenis bullying beserta dampaknya, dilanjutkan dengan pengenalan konsep keselamatan tubuh (body safety), termasuk pemahaman mengenai batasan area pribadi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan anak apabila mengalami atau menyaksikan perlakuan yang tidak pantas, seperti berani mengatakan "tidak" serta segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi dan diskusi agar anak-anak lebih mudah memahami dan mengingat pesan yang disampaikan.
“Sesi kemudian dilanjutkan dengan permainan interaktif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan, sekaligus mencairkan suasana agar anak-anak lebih terbuka mengikuti rangkaian kegiatan. Sebagai penutup, mahasiswa menghadirkan sesi reflektif, di mana siswa diberi kesempatan menuliskan cerita, keluh kesah, maupun pengalaman pribadinya secara sukarela pada lembar sticky notes yang telah dibagikan. Sesi ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk menyampaikan hal yang mungkin belum pernah mereka ceritakan sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Jrakahpayung Sri Wahyutimenyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Edukasi seperti ini penting sekali untuk anak-anak kami, apalagi soal keberanian bercerita dan melindungi diri. Karena di sini memang anak-anaknya luar biasa terutama yang kelas-kelas tinggi.
“Selain menjadi respons atas kebutuhan perlindungan anak di tingkat desa, program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung perwujudan program Kecamatan Berdaya yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kependudukan Catatan Sipil (Dispermades Dukcapil) Jawa Tengah,” ungkapnya.
Program tersebut mendorong penguatan perlindungan dan pemberdayaan kelompok rentan, salah satunya melalui ruang lingkup Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA). Melalui edukasi anti-bullying dan pencegahan pelecehan seksual ini, mahasiswa turut berperan sebagai agen perubahan dan fasilitator dalam upaya pendampingan sosial serta perlindungan anak sebagai kelompok sasaran RPPA di Desa Jrakahpayung.
“Kegiatan ini turut mendukung pencapaian sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) yang secara spesifik menargetkan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap anak, SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui upaya pencegahan kekerasan seksual, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kesejahteraan psikologis dan keselamatan anak di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Alisha Naila/Jumadi)