Mahasiswa KKN Undip Laksanakan Edukasi Anti-Bullying dan Pencegahan Pelecehan Seksual Bagi Siswa

Selasa, 18 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 62 kali Pendidikan dan Latihan
Mahasiswa KKN Undip Laksanakan Edukasi Anti-Bullying dan Pencegahan Pelecehan Seksual Bagi Siswa
Mahasiswa KKN Undip Laksanakan Edukasi Anti-Bullying dan Pencegahan Pelecehan Seksual Bagi Siswa
Batang Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk pencegahan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual pada anak, yang ditujukan khusus bagi siswa kelas 5 SD Negeri Jrakahpayung.

Batang – Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk pencegahan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual pada anak, yang ditujukan khusus bagi siswa kelas 5 SD Negeri Jrakahpayung.

Program ini diinisiasi sebagai respons atas pentingnya penguatan pemahaman anak usia sekolah dasar mengenai perlindungan diri, mengingat edukasi terkait keselamatan tubuh dan pencegahan kekerasan pada anak masih jarang disampaikan secara terstruktur di lingkungan sekolah. Menyasar siswa-siswi kelas 5, program ini bertujuan membekali anak-anak dengan pemahaman dasar untuk mengenali, menghindari, dan melaporkan perlakuan yang tidak pantas sejak dini.

Mahasiswa Fakultas Psikologi Undip Semarang Alisha Naila Nur Rahadiant mengatakan, bahwa materi disusun agar mudah dipahami anak-anak namun tetap menyampaikan pesan penting secara utuh.

“Kami ingin anak-anak paham bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri, dan mereka berhak menolak serta bercerita kalau ada yang membuat mereka tidak nyaman. Materinya kami kemas dengan bahasa dan cara yang ramah anak, supaya pesannya benar-benar sampai,” katanya saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai jenis-jenis bullying beserta dampaknya, dilanjutkan dengan pengenalan konsep keselamatan tubuh (body safety), termasuk pemahaman mengenai batasan area pribadi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan anak apabila mengalami atau menyaksikan perlakuan yang tidak pantas, seperti berani mengatakan "tidak" serta segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi dan diskusi agar anak-anak lebih mudah memahami dan mengingat pesan yang disampaikan.

“Sesi kemudian dilanjutkan dengan permainan interaktif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan, sekaligus mencairkan suasana agar anak-anak lebih terbuka mengikuti rangkaian kegiatan. Sebagai penutup, mahasiswa menghadirkan sesi reflektif, di mana siswa diberi kesempatan menuliskan cerita, keluh kesah, maupun pengalaman pribadinya secara sukarela pada lembar sticky notes yang telah dibagikan. Sesi ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk menyampaikan hal yang mungkin belum pernah mereka ceritakan sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Jrakahpayung Sri Wahyutimenyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Edukasi seperti ini penting sekali untuk anak-anak kami, apalagi soal keberanian bercerita dan melindungi diri. Karena di sini memang anak-anaknya luar biasa terutama yang kelas-kelas tinggi.

“Selain menjadi respons atas kebutuhan perlindungan anak di tingkat desa, program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung perwujudan program Kecamatan Berdaya yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kependudukan Catatan Sipil (Dispermades Dukcapil) Jawa Tengah,” ungkapnya.

Program tersebut mendorong penguatan perlindungan dan pemberdayaan kelompok rentan, salah satunya melalui ruang lingkup Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA). Melalui edukasi anti-bullying dan pencegahan pelecehan seksual ini, mahasiswa turut berperan sebagai agen perubahan dan fasilitator dalam upaya pendampingan sosial serta perlindungan anak sebagai kelompok sasaran RPPA di Desa Jrakahpayung.

“Kegiatan ini turut mendukung pencapaian sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) yang secara spesifik menargetkan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap anak, SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui upaya pencegahan kekerasan seksual, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kesejahteraan psikologis dan keselamatan anak di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Alisha Naila/Jumadi)

Berita Lainnya

Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya
Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya
Batang - Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Batang menyuguhkan tampilan spektakuler yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena bertabur cahaya. Untuk pertama kalinya Batang Night Carnival bertajuk "Shining Together" digelar, menciptakan suasana malam akhir pekan yang terasa lebih hidup dengan tampilan gemerlap cahaya dari 25 kontingen lewat keunikan masing-masing di sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2282026) malam.
22 Ags 2026 Jumadi 9
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Batang - Suasana peringatan HUT Ke-81 RI di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendadak riuh dan penuh warna. Ratusan buruh tampak antusias memadati area acara, melepaskan penat rutinitas pabrik demi merayakan hari kemerdekaan bersama sesama rekan kerja.
22 Ags 2026 Jumadi 69
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi membuka Gerakan Pengumpulan Sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang Tahun 2026 pada Jumat 21 Agustus 2026. Penggalangan dana publik yang berlangsung hingga 21 November 2026 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0736Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan, selaku Ketua Umum Panitia.
22 Ags 2026 Jumadi 45
Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026 Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026
Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026
Batang - Gelap malam di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, mendadak sirna berganti kerlip cahaya dan riuk parade. Gemerlap lampu, gaun-gaun karnaval megah, serta derap langkah 20 kontingen sukses mengubah jalanan kota menjadi panggung pertunjukan terbuka yang menyedot perhatian ribuan pasang mata.
22 Ags 2026 Jumadi 15
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Batang - Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang untuk menyaksikan Batang Night Carnival dalam rangka Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sebelum acara dimulai. Warga memenuhi sepanjang jalur yang menjadi lokasi pelaksanaan karnaval untuk melihat beragam atraksi dari para peserta.
22 Ags 2026 Jumadi 44
Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial
Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial
Batang Pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi menjadi salah satu upaya yang dilakukan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang Prodi Informasi dan Humas Rosita Mevia Putri untuk mendukung komunikasi dan publikasi di Desa Kecepak. Melalui program kerja multidisiplin, mahasiswa mengembangkan branding Desa Kecepak Peduli Sampah dengan mengoptimalkan media sosial Instagram dan media informasi sebagai sarana edukasi mengenai kepedulian terhadap sampah.
21 Ags 2026 Jumadi 94