Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang yang tergabung dalam kelompok membuat dan memasang banner edukasi kesehatan lingkungan yang salah satu isinya memuat informasi pencegahan dan penanggulangan chikungunya. Banner tersebut disusun secara kolaboratif oleh Mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Undip Semarang Viarel Mahza Viqia, bersama rekan-rekan satu tim KKN.
Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang yang tergabung dalam kelompok membuat dan memasang banner edukasi kesehatan lingkungan yang salah satu isinya memuat informasi pencegahan dan penanggulangan chikungunya. Banner tersebut disusun secara kolaboratif oleh Mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Undip Semarang Viarel Mahza Viqia, bersama rekan-rekan satu tim KKN.
“Program ini merupakan respons atas temuan tim KKN selama masa observasi, yaitu masih adanya genangan air di lingkungan rumah tangga yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk penyebab chikungunya. Desa Jrakahpayung sendiri pernah mengalami penyebaran wabah chikungunya di beberapa RT. Selain persoalan lingkungan, pengetahuan warga mengenai penyebab, gejala, cara penularan, serta upaya pencegahan dan penanggulangan chikungunya dinilai masih perlu ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” katanya saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).
Viarel Mahza Viqia menjelaskan bahwa, penyusunan banner dikerjakan bersama-sama dengan teman satu tim agar materi yang disampaikan lebih komprehensif dan mudah dipahami warga. "Banner ini kami buat bersama teman-teman, salah satu isinya membahas langkah pencegahan dan penanggulangan chikungunya, mulai dari cara mengenali gejala hingga apa yang perlu dilakukan warga jika lingkungan sekitar berpotensi menjadi sarang nyamuk. Harapannya, informasi ini bisa terus dibaca dan diingat warga meskipun masa KKN sudah selesai," ujarnya.
“Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama perangkat desa, khususnya Kepala Desa dan Sekretaris Desa Jrakahpayung, untuk menentukan lokasi pemasangan banner yang strategis. Tahap selanjutnya adalah penyusunan materi bersama anggota tim, mulai dari desain, isi konten pencegahan dan penanggulangan chikungunya, hingga proses pencetakan. Banner kemudian dipasang di titik yang mudah dijangkau dan dilihat warga,” jelasnya.
Kepala Desa Jrakahpayung Amat Rozikin menyampaikan, apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Undip. Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa. Banner edukasi seperti ini penting bagi warga kami, mengingat desa kami pernah mengalami wabah chikungunya. Kami berharap kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan dan langkah pencegahan penyakit bisa terus meningkat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program multidisiplin bertema “Penguatan Kesadaran Lingkungan Sehat dan Optimalisasi Pengelolaan Sampah” yang dijalankan bersama sepuluh mahasiswa lintas disiplin ilmu di Desa Jrakahpayung. Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) melalui upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit, serta berkaitan dengan SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation) melalui edukasi pengelolaan genangan air sebagai sumber penularan penyakit,” ujar dia.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama warga dan perangkat desa di lokasi pemasangan banner. Mahasiswa berharap banner edukasi tersebut dapat terus dimanfaatkan sebagai sumber informasi kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat Desa Jrakahpayung. (MC Batang, Jateng/Viarel Mahza/Jumadi)