Batang - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batang menggelar Kemah Bakti OSIS (KBO) dan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) selama tiga hari 35 Agustus 2026 di Lapangan Sipucung, Desa Wonobodro, Kabupaten Batang. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa baru dengan mengusung tema "Gelorakan Aksi, Rekat Kolaborasi, dan Ukir Prestasi".
Batang - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batang menggelar Kemah Bakti OSIS (KBO) dan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) selama tiga hari 3–5 Agustus 2026 di Lapangan Sipucung, Desa Wonobodro, Kabupaten Batang. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa baru dengan mengusung tema "Gelorakan Aksi, Rekat Kolaborasi, dan Ukir Prestasi".
Selain membangun karakter dan kemandirian melalui kegiatan kepramukaan, peserta juga mendapatkan pembekalan literasi digital dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi informasi.
Ketua Panitia KBO dan PTA MAN Negeri Batang Dimas Justin Hanan Ramadhani mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 294 peserta dari siswa kelas X, dengan dukungan sekitar 70 panitia. Kemah tersebut merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan setiap penerimaan peserta didik baru.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah sekaligus melatih mental siswa baru. Selain itu juga menjadi bagian dari proses Penerimaan Tamu Ambalan dalam kegiatan kepramukaan,” katanya saat ditemui di Lapangan Sipucung, Desa Wonobodro, Kabupaten Batang, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, salah satu materi yang diberikan kepada peserta berasal dari Diskominfo Kabupaten Batang mengenai literasi digital dan etika bermedia sosial. Menurut Dimas, materi tersebut sangat relevan dengan kehidupan generasi muda yang kini tidak lepas dari penggunaan teknologi digital.
“Di zaman sekarang literasi digital sangat penting karena hampir semua informasi tersebar melalui media digital. Kami berharap ilmu yang diberikan bisa dipahami dan diterapkan oleh seluruh peserta,” jelasnya.
Dimas juga mengajak para siswa untuk lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial dengan selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
“Kalau mendapat informasi, sebaiknya dicek terlebih dahulu, dibandingkan dengan sumber lain, atau dikonfirmasi langsung kepada pihak yang mengetahui agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Diskominfo Batang Ardhy Vebriansyah memberikan edukasi mengenai pentingnya etika dalam ruang digital, termasuk kewaspadaan terhadap penyebaran informasi palsu (hoaks), pencurian data pribadi, serta berbagai bentuk penipuan yang marak terjadi melalui media sosial dan platform daring.
“Untuk menjaga jejak digital karena setiap aktivitas di internet dapat meninggalkan rekam data yang berpotensi berdampak pada masa depan, meskipun unggahan telah dihapus,” ungkapnya.
Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi salah satu materi yang dikenalkan kepada peserta. Siswa didorong memanfaatkan AI secara bijak sebagai sarana belajar dan meningkatkan kompetensi, namun tetap memperhatikan etika, keamanan data, dan batasan dalam penggunaannya.
Melalui kegiatan tersebut, MAN Batang berharap para siswa baru tidak hanya memiliki mental yang tangguh dan semangat berkolaborasi, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cakap digital, kritis dalam menyaring informasi, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi di era digital. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)