Batang - Pertumbuhan aktivitas di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) turut berdampak pada meningkatnya volume sampah di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
Batang - Pertumbuhan aktivitas di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) turut berdampak pada meningkatnya volume sampah di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
Desa Kedawung menjadi salah satu wilayah penyangga KITB yang kini banyak dihuni pendatang. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat semakin meningkat dan berimbas pada volume sampah yang dihasilkan.
Untuk menjaga kebersihan lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang bersama berbagai unsur menggelar aksi bersih lingkungan dalam rangka World Cleanup Day (WCD) Jawa Tengah, di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (20/9/2026).
Kepala DLH Batang Rusmanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga kebersihan lingkungan di wilayah penyangga kawasan industri. Aksi kebersihan bersama ini dari DLH, kemudian ada dari KITB, relawan, warga masyarakat, perangkat desa, kemudian kami dari kecamatan juga hadir untuk membersamai kegiatan ini,.
“Aksi bersih-bersih dilakukan di sejumlah titik, mulai dari sungai, lingkungan permukiman, hingga jalan desa. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan sampah yang sudah menumpuk, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Menurutnya, WCD merupakan momentum untuk mengajak masyarakat mengubah kebiasaan dalam menghasilkan dan mengelola sampah, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Minimal jika setiap rumah setiap hari dapat mengumpulkan sampah satu kilogram saja, pasti volume yang bertambah tidak akan terjadi.
Ia berharap, kesadaran tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga persoalan sampah tidak hanya ditangani melalui kegiatan bersih-bersih secara berkala.
Warga Desa Kedawung Sariman (61) mengatakan, perkembangan industri di sekitar wilayahnya memberikan dampak positif bagi masyarakat. Keberadaan kawasan industri membuka lapangan pekerjaan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar desa.
“Namun, meningkatnya jumlah pendatang yang tinggal di Desa Kedawung juga berdampak pada bertambahnya volume sampah. Memang industri di sini menimbulkan dampak positif bagi warga seperti pekerjaan yang mudah dan tumbuhnya usaha-usaha UMKM di sekitar desa. Namun, ada sisi lain, banyaknya pendatang yang tinggal di sini juga membuat sampah semakin banyak,” terangnya.
Warga setempat, selama ini telah berupaya membersihkan sungai yang melintas di kawasan permukiman. Karena itu, warga menyambut positif kegiatan World Cleanup Day yang dinilai membantu penanganan sampah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami sangat senang, karena dapat terbantu penanganan dan juga ada sosialisasinya supaya warga bisa sadar jangan membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.
Desa Kedawung juga telah memiliki tempat pembuangan sementara (TPS) yang beroperasi sekitar satu tahun untuk melayani pengelolaan sampah masyarakat setiap hari.
Camat Banyuputih Purmono mengatakan, Desa Kedawung dipilih sebagai salah satu lokasi aksi bersih karena volume sampah di wilayah tersebut relatif tinggi dibandingkan desa lainnya. Kondisi itu tidak lepas dari posisi Kedawung sebagai wilayah penyangga KITB serta semakin banyaknya pendatang yang tinggal di rumah kos.
“Volume sampah di Kedawung ini boleh dibilang luar biasa karena Kedawung ini daerah penyangga KITB. Kemudian juga ini kos-kosan, warga dari luar daerah sudah banyak sekali yang kos di Kedawung,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan bersih-bersih juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga di empat dusun di Desa Kedawung, yakni Dusun Kedawung, Karanganyar, Kejaru, dan Mangunsari Celong, telah melakukan kegiatan kebersihan sejak pagi.
“Selain di empat dusun tersebut, aksi juga dilakukan di sejumlah titik kawasan KITB serta sepanjang jalan dari Kedawung menuju Banyuputih. Semoga kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka WCD,” ujar dia.
Harapan kami kegiatan hari ini bukan hanya seremoni saja, tapi terus diadakan, terus ada tindak lanjut. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan ini menjadi bagian, menjadi kewajiban kita, dan menjadi gaya hidup masyarakat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)