Batang - Komunitas Remaja Anti Candu Narkotika Pecinta Alam Lingkungan Manusia (RACIKAPAL) Batang menggelar kegiatan Susur Pantai Ilmiah IV di Pantai Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Sabtu (2572026) malam. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah edukasi sekaligus aksi nyata untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian kawasan pesisir.
Batang - Komunitas Remaja Anti Candu Narkotika Pecinta Alam Lingkungan Manusia (RACIKAPAL) Batang menggelar kegiatan Susur Pantai Ilmiah IV di Pantai Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Sabtu (25/7/2026) malam. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah edukasi sekaligus aksi nyata untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian kawasan pesisir.
Ketua Panitia Susur Pantai Ilmiah IV Syarif Hidayatullah mengatakan, kegiatan tahun ini diisi dengan berbagai perlombaan dan aksi lingkungan yang melibatkan pelajar maupun masyarakat umum.
“Untuk kegiatan Susur Pantai Ilmiah IV ini ada beberapa lomba, di antaranya lomba prosecuting, lomba menanam mangrove, lomba identifikasi mangrove, bersih pantai, dan kreasi pasir,” jelasnya.
Sebanyak 93 tim mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kabupaten Batang, tetapi juga dari luar daerah seperti Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, hingga Magelang.
Menurut Syarif, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi sekaligus membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir Batang yang saat ini dinilai semakin terancam.
“Harapannya ada kesadaran, bukan hanya dari peserta tetapi juga dari pemerintah, untuk bersama-sama melestarikan kembali pesisir Batang. Pesisir Batang itu indah, sayang kalau sampai rusak,” harapnya.
Ia menambahkan, Susur Pantai Ilmiah merupakan agenda tahunan RACIKAPAL Batang dengan konsep yang terus dikembangkan setiap penyelenggaraan. Ini memang event tahunan. Tahun lalu konsepnya jambore, sedangkan tahun ini dikemas dalam bentuk susur pantai.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Batang Budi Santoso mengapresiasi antusiasme peserta yang mencapai sekitar 284 orang, didominasi kalangan pelajar.
“Kami dari dinas sangat mengapresiasi. Para pesertanya sangat antusias, sejumlah 284 orang dan kebanyakan pelajar. Kami bangga karena generasi muda sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan di Batang. Bahkan peserta yang paling jauh berasal dari Magelang,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan budaya mencintai lingkungan di kalangan generasi muda sehingga dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
“Semoga kegiatan ini bisa menggugah generasi muda agar mencintai lingkungan, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan pantai saat berkunjung, sehingga tidak mencemari laut, muara, maupun kawasan pesisir,” ujar dia.
Terkait kondisi pesisir Batang, Budi mengakui masih terdapat kawasan yang memerlukan perhatian serius, terutama wilayah pesisir dari Sigandu ke arah barat yang mengalami degradasi.
“Kondisi pesisir Batang memang cukup memprihatinkan, terutama dari Sigandu ke arah barat. Penanganannya harus melibatkan semua stakeholder, termasuk masyarakat dan generasi muda melalui kegiatan penanaman mangrove secara swadaya. Kalau hanya mengandalkan pemerintah tentu sumber dayanya terbatas,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)