Batang - Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Batang kembali menggencarkan sosialisasi pencegahan Thalasemia, menyasar para peserta didik baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sosialisasi dilakukan secara intensif kepada pelajar SMA yang sering kali mulai tertarik lawan jenis, agar di masa depan dapat menemukan pasangan hidup yang tepat, sekaligus sebagai upaya mewujudkan Batang Zero Thalasemia.
Batang - Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Batang kembali menggencarkan sosialisasi pencegahan Thalasemia, menyasar para peserta didik baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sosialisasi dilakukan secara intensif kepada pelajar SMA yang sering kali mulai tertarik lawan jenis, agar di masa depan dapat menemukan pasangan hidup yang tepat, sekaligus sebagai upaya mewujudkan Batang Zero Thalasemia.
Ahli Medis POPTI Batang sekaligus dokter anak RSUD Batang Tan Evi Susanti mengapresiasi sosialisasi Thalasemia dijadikan materi dalam kegiatan MPLS, yang dikemas dalam bentuk permainan, sehingga mengundang perhatian siswa. Banyaknya yang mengajukan pertanyaan, justru membuat nara sumber semakin bersemangat menjabarkan detail terkait Thalasemia kenapa peserta MPLS.
“Mayoritas mereka belum memahami Thalasemia, sehingga banyak yang mengajukan berbagai pertanyaan. Tapi dengan penyampaian yang dikemas dalam bentuk permainan, membuat siswa lebih capat memahami Thalasemia,” terangnya, saat ditemui di Aula SMA Negeri 2 Batang, Kabupaten Batang, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan serupa juga pernah digelar oleh POPTI dengan menyasar para siswa baru di SMA Negeri 1 Bandar, pada momentum MPLS 2025 silam. Terkait jumlah penyintas Thalasemia di Kabupaten Batang, hingga kini tercatat sebanyak 42 orang.
Salah satu siswa, Haidar merasa senang karena dengan disisipkannya materi pencegahan Thalasemia, dalam MPLS menjadi pengalaman baru dan menambah khazanah pengetahuan seputar kesehatan.
“Tadinya belum tahu, tapi sekarang jadi paham, alangkah lebih baiknya melakukan cek kesehatan terlebih dahulu kepada calon pasangan, agar nantinya tidak terlahir anak yang terindikasi Thalasemia,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)