Bawa Misi Zero Talasemia, POPTI Batang Sasar Remaja Saat MPLS di SMAN 2 Batang

Kamis, 16 Juli 2026 Jumadi Dibaca 177 kali Kesehatan
Bawa Misi Zero Talasemia, POPTI Batang Sasar Remaja Saat MPLS di SMAN 2 Batang
Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Batang menggencarkan sosialisasi pencegahan Thalasemia dalam MPLS di Aula SMAN 2 Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Batang hari itu terasa berbeda. Di antara deretan materi adaptasi sekolah, terselip sebuah edukasi krusial yang bakal menentukan masa depan generasi penerus: pengenalan tentang penyakit kelainan darah genetik, talasemia. Bagi sebagian besar pelajar, istilah ini terdengar asing. Namun, lewat pendekatan yang interaktif, suasana kelas justru hidup dengan rentetan pertanyaan dari para siswa yang penasaran.

Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Batang hari itu terasa berbeda. Di antara deretan materi adaptasi sekolah, terselip sebuah edukasi krusial yang bakal menentukan masa depan generasi penerus: pengenalan tentang penyakit kelainan darah genetik, talasemia. Bagi sebagian besar pelajar, istilah ini terdengar asing. Namun, lewat pendekatan yang interaktif, suasana kelas justru hidup dengan rentetan pertanyaan dari para siswa yang penasaran.

Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang Tan Evi Susanti yang hadir sebagai pemateri, mengungkapkan bahwa momen MPLS adalah kesempatan emas untuk menyuntikkan pemahaman ini kepada para remaja.

“Hari ini dalam rangka mensosialisasikan talasemia kepada anak-anak remaja, khususnya saat MPLS. Dalam MPLS ini kan waktu yang sangat tepat ya, untuk memberikan edukasi kepada pelajar yang harus sejak sedini mungkin mengenal apakah itu talasemia dan bagaimana pencegahanya,” katanya saat ditemui di Aula SMAN 2 Batang, Kabupaten Batang, Kamis (16/7/2026).

Respons para siswa di luar dugaan. Rasa ingin tahu mereka memuncak saat membahas bagaimana penyakit ini diturunkan dan cara menanganinya. Alhamdulillah tadi saat pengisian materi sangat interaktif, para pelajat antusiasme bertanya tentang apa itu talasemi, cara pencegahan dan penangangannya.

Urgensi edukasi ini bukan tanpa alasan. Data dari Persatuan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Batang mencatat, saat ini sudah ada sekitar 40 lebih penyintas talasemia yang tersebar di hampir 15 kecamatan.

Tan Evi Susanti juga menerangkan Kelainan Darah Genetik: Talasemia adalah penyakit kelainan sel darah merah yang diturunkan dari orang tua ke anak. Tubuh penderita tidak mampu memproduksi cukup hemoglobin (protein pengangkut oksigen), sehingga sel darah merahnya mudah rusak dan memicu anemia kronis.

Ada tiga kategori utama talasemia yakni

  1. ?Talasemia Mayor: Gejalanya berat sejak bayi (usia 6 bulan - 2 tahun). Penderita membutuhkan transfusi darah rutin seumur hidup dan terapi kelasi besi untuk membuang penumpukan zat besi di tubuh.
  2. Talasemia Intermedia: Gejalanya sedang. Kadang membutuhkan transfusi darah, namun tidak sesering tipe mayor.
  3. Talasemia Minor (Pembawa Sifat / Carrier): Umumnya hidup normal, tampak sehat, tidak bergejala, dan tidak butuh transfusi. Namun, mereka bisa menurunkan gen talasemia ke anak-anaknya.

“Hingga saat ini, talasemia belum bisa disembuhkan secara total (kecuali metode transplantasi sumsum tulang yang sangat mahal dan kompleks). Pengobatan seumur hidup membutuhkan biaya yang sangat besar serta kesiapan mental dari keluarga pasien. Satu-satunya cara memutus rantai talasemia mayor adalah dengan skrining dini sebelum menikah,” jelasnya.

?Adapun skema penurunan sifat ini sangat penting bagi anak - anak remaja.

Jika Pembawa Sifat (Minor) ? Pasangan Sehat (Normal) menikah: Anak tidak akan ada yang menderita Talasemia Mayor (50% kemungkinan sehat, 50% pembawa sifat).

?Jika Pembawa Sifat (Minor) ? Pembawa Sifat (Minor) menikah: ?Ada risiko 25% melahirkan anak penderita Talasemia Mayor pada setiap kehamilan.

Langkah Pencegahan Utama (Deteksi Dini)

?Skrining Pranikah (Pre-marital Screening): Sangat dianjurkan bagi remaja, calon pengantin, atau keluarga yang memiliki riwayat talasemia untuk melakukan tes darah (pemeriksaan Hb dan indeks eritrosit MCV/MCH).

“Hindari Pernikahan Sesama Pembawa Sifat, demi mencegah lahirnya generasi baru dengan talasemia mayor,” tegasnya.

Bagi para siswa, sosialisasi ini membuka mata mereka. Haidar salah seorang siswa berkacamata yang mengenakan baju batik mengaku baru pertama kali mendengar istilah medis ini. Ketika ditanya mengenai kesannya, ia menjawab jujur.

“Nggak, nggak tahu. Menurut saya seru, dan menarik. Soalnya saya bisa tahu tentang talasemia. Sebelumnya saya itu tidak tahu,” ungkapnya.

Menariknya, pemahaman singkat itu langsung membekas. Saat ditanya bagaimana cara mencegah agar tidak lahir anak dengan kondisi talasemia di masa depan, siswa tersebut sudah bisa menangkap esensi materi dengan baik.

Sementara itu, Ketua POPTI Batang Nety Widjayanti menegaskan bahwa sosialisasi ke sekolah-sekolah merupakan wujud kepedulian nyata agar para remaja paham konsekuensi dalam memilih pasangan hidup kelak.

“Kita mengusung tema dalam sosialisasi ini yakni zero talasemia. Karena kita tidak ingin keturunan mereka terlagir dengan penyandu talasemia,” ujar dia.

Nety juga mengingatkan bahwa langkah awal yang paling krusial adalah dengan melakukan deteksi dini.

“Oleh karena itu skrining HB sejak dini itu penting untuk mengetahui seseorang pembawa sifat," pungkasnya, berharap gerakan ini bisa menyelamatkan masa depan generasi Batang dari belenggu talasemia,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang baru diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman. Meski pola tersebut baru diterapkan dalam lingkup kecil yakni dua kelas, namun berkat sajian menu yang segar dan hangat, menjadikan siswa lebih menikmati di tiap suapannya.
07 Okt 2026 Jumadi 199
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Batang Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan bahan pakan ternak di Kabupaten Batang. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan pakan berasal dari limbah hasil pertanian, seperti tebon jagung, hijauan tanaman, hingga bekatul. Ketika produksi pertanian menurun akibat keterbatasan air, pasokan bahan pakan ternak ikut terdampak.
07 Okt 2026 Jumadi 134
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
07 Okt 2026 Jumadi 132
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
07 Okt 2026 Jumadi 155
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 322
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 303