Bawa Misi Zero Talasemia, POPTI Batang Sasar Remaja Saat MPLS di SMAN 2 Batang

Kamis, 16 Juli 2026 Jumadi Dibaca 131 kali Kesehatan
Bawa Misi Zero Talasemia, POPTI Batang Sasar Remaja Saat MPLS di SMAN 2 Batang
Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Batang menggencarkan sosialisasi pencegahan Thalasemia dalam MPLS di Aula SMAN 2 Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Batang hari itu terasa berbeda. Di antara deretan materi adaptasi sekolah, terselip sebuah edukasi krusial yang bakal menentukan masa depan generasi penerus: pengenalan tentang penyakit kelainan darah genetik, talasemia. Bagi sebagian besar pelajar, istilah ini terdengar asing. Namun, lewat pendekatan yang interaktif, suasana kelas justru hidup dengan rentetan pertanyaan dari para siswa yang penasaran.

Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Batang hari itu terasa berbeda. Di antara deretan materi adaptasi sekolah, terselip sebuah edukasi krusial yang bakal menentukan masa depan generasi penerus: pengenalan tentang penyakit kelainan darah genetik, talasemia. Bagi sebagian besar pelajar, istilah ini terdengar asing. Namun, lewat pendekatan yang interaktif, suasana kelas justru hidup dengan rentetan pertanyaan dari para siswa yang penasaran.

Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang Tan Evi Susanti yang hadir sebagai pemateri, mengungkapkan bahwa momen MPLS adalah kesempatan emas untuk menyuntikkan pemahaman ini kepada para remaja.

“Hari ini dalam rangka mensosialisasikan talasemia kepada anak-anak remaja, khususnya saat MPLS. Dalam MPLS ini kan waktu yang sangat tepat ya, untuk memberikan edukasi kepada pelajar yang harus sejak sedini mungkin mengenal apakah itu talasemia dan bagaimana pencegahanya,” katanya saat ditemui di Aula SMAN 2 Batang, Kabupaten Batang, Kamis (16/7/2026).

Respons para siswa di luar dugaan. Rasa ingin tahu mereka memuncak saat membahas bagaimana penyakit ini diturunkan dan cara menanganinya. Alhamdulillah tadi saat pengisian materi sangat interaktif, para pelajat antusiasme bertanya tentang apa itu talasemi, cara pencegahan dan penangangannya.

Urgensi edukasi ini bukan tanpa alasan. Data dari Persatuan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Batang mencatat, saat ini sudah ada sekitar 40 lebih penyintas talasemia yang tersebar di hampir 15 kecamatan.

Tan Evi Susanti juga menerangkan Kelainan Darah Genetik: Talasemia adalah penyakit kelainan sel darah merah yang diturunkan dari orang tua ke anak. Tubuh penderita tidak mampu memproduksi cukup hemoglobin (protein pengangkut oksigen), sehingga sel darah merahnya mudah rusak dan memicu anemia kronis.

Ada tiga kategori utama talasemia yakni

  1. ?Talasemia Mayor: Gejalanya berat sejak bayi (usia 6 bulan - 2 tahun). Penderita membutuhkan transfusi darah rutin seumur hidup dan terapi kelasi besi untuk membuang penumpukan zat besi di tubuh.
  2. Talasemia Intermedia: Gejalanya sedang. Kadang membutuhkan transfusi darah, namun tidak sesering tipe mayor.
  3. Talasemia Minor (Pembawa Sifat / Carrier): Umumnya hidup normal, tampak sehat, tidak bergejala, dan tidak butuh transfusi. Namun, mereka bisa menurunkan gen talasemia ke anak-anaknya.

“Hingga saat ini, talasemia belum bisa disembuhkan secara total (kecuali metode transplantasi sumsum tulang yang sangat mahal dan kompleks). Pengobatan seumur hidup membutuhkan biaya yang sangat besar serta kesiapan mental dari keluarga pasien. Satu-satunya cara memutus rantai talasemia mayor adalah dengan skrining dini sebelum menikah,” jelasnya.

?Adapun skema penurunan sifat ini sangat penting bagi anak - anak remaja.

Jika Pembawa Sifat (Minor) ? Pasangan Sehat (Normal) menikah: Anak tidak akan ada yang menderita Talasemia Mayor (50% kemungkinan sehat, 50% pembawa sifat).

?Jika Pembawa Sifat (Minor) ? Pembawa Sifat (Minor) menikah: ?Ada risiko 25% melahirkan anak penderita Talasemia Mayor pada setiap kehamilan.

Langkah Pencegahan Utama (Deteksi Dini)

?Skrining Pranikah (Pre-marital Screening): Sangat dianjurkan bagi remaja, calon pengantin, atau keluarga yang memiliki riwayat talasemia untuk melakukan tes darah (pemeriksaan Hb dan indeks eritrosit MCV/MCH).

“Hindari Pernikahan Sesama Pembawa Sifat, demi mencegah lahirnya generasi baru dengan talasemia mayor,” tegasnya.

Bagi para siswa, sosialisasi ini membuka mata mereka. Haidar salah seorang siswa berkacamata yang mengenakan baju batik mengaku baru pertama kali mendengar istilah medis ini. Ketika ditanya mengenai kesannya, ia menjawab jujur.

“Nggak, nggak tahu. Menurut saya seru, dan menarik. Soalnya saya bisa tahu tentang talasemia. Sebelumnya saya itu tidak tahu,” ungkapnya.

Menariknya, pemahaman singkat itu langsung membekas. Saat ditanya bagaimana cara mencegah agar tidak lahir anak dengan kondisi talasemia di masa depan, siswa tersebut sudah bisa menangkap esensi materi dengan baik.

Sementara itu, Ketua POPTI Batang Nety Widjayanti menegaskan bahwa sosialisasi ke sekolah-sekolah merupakan wujud kepedulian nyata agar para remaja paham konsekuensi dalam memilih pasangan hidup kelak.

“Kita mengusung tema dalam sosialisasi ini yakni zero talasemia. Karena kita tidak ingin keturunan mereka terlagir dengan penyandu talasemia,” ujar dia.

Nety juga mengingatkan bahwa langkah awal yang paling krusial adalah dengan melakukan deteksi dini.

“Oleh karena itu skrining HB sejak dini itu penting untuk mengetahui seseorang pembawa sifat," pungkasnya, berharap gerakan ini bisa menyelamatkan masa depan generasi Batang dari belenggu talasemia,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Bupati Batang Minta, Lulusan PKL dan SUSBALAN GP Ansor Jadi Pemimpin Daerah Masa Depan Bupati Batang Minta, Lulusan PKL dan SUSBALAN GP Ansor Jadi Pemimpin Daerah Masa Depan
Bupati Batang Minta, Lulusan PKL dan SUSBALAN GP Ansor Jadi Pemimpin Daerah Masa Depan
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan berharap peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN) PW GP Ansor Jawa Tengah mampu menjadi motor penggerak perubahan di daerahnya masing-masing. Bahkan, ia optimistis dari proses kaderisasi tersebut akan lahir pemimpin-pemimpin daerah, termasuk calon Bupati Batang di masa mendatang.
07 Ags 2026 Jumadi 63
Bupati Siapkan Batang Night Carnival, Hadirkan Konsep Baru Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Bupati Siapkan Batang Night Carnival, Hadirkan Konsep Baru Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
Bupati Siapkan Batang Night Carnival, Hadirkan Konsep Baru Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan konsep baru dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu agenda utama yang akan digelar tahun ini adalah Batang Night Carnival, sebuah parade malam yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
07 Ags 2026 Jumadi 386
Hari Pertama Dinas, Kapolresta Sowan Bupati Batang Hari Pertama Dinas, Kapolresta Sowan Bupati Batang
Hari Pertama Dinas, Kapolresta Sowan Bupati Batang
Batang - Mengawali hari pertama bertugas sebagai Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono langsung bergerak cepat memperkuat sinergi dengan sowan dan bersilaturahmi ke Pemerintah Kabupaten Batang dan Kejaksaan Negeri Batang. Kapolresta baru tersebut menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), mendukung penegakan hukum, sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Batang.
07 Ags 2026 Jumadi 101
Jamin Pasokan Air, Perumda Batang Imbau Warga Bikin Tandon Jamin Pasokan Air, Perumda Batang Imbau Warga Bikin Tandon
Jamin Pasokan Air, Perumda Batang Imbau Warga Bikin Tandon
Batang - Maraknya pembangunan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto turut mendongkrak kebutuhan pasokan air bersih di Kabupaten Batang. Menanggapi lonjakan pemukiman baru tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Sendang Kamulyan memastikan ketersediaan pasokan air hingga saat ini masih memadai.
06 Ags 2026 Jumadi 143
Batang Sejahtera, Dekatkan Layanan Kesejahteraan Sosial Lewat Pembentukan UPTD Batang Sejahtera, Dekatkan Layanan Kesejahteraan Sosial Lewat Pembentukan UPTD
Batang Sejahtera, Dekatkan Layanan Kesejahteraan Sosial Lewat Pembentukan UPTD
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, meluncurkan program Batang Sejahtera (Bangun Tatanan kelembagaan UPTD Pelayanan Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Batang di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (682026).
06 Ags 2026 Jumadi 106
Bupati Batang Resmikan Reban Expo 2026 Targetkan Rp300 Juta Pendapatan Bupati Batang Resmikan Reban Expo 2026 Targetkan Rp300 Juta Pendapatan
Bupati Batang Resmikan Reban Expo 2026 Targetkan Rp300 Juta Pendapatan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meresmikan Reban Expo 2026 bertajuk "UMKM Berkarya dan KWT Berdaya" di halaman Kantor Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Kamis (682026). Kegiatan yang berlangsung hingga 8 Agustus 2026 tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Kelompok Wanita Tani (KWT).
06 Ags 2026 Jumadi 192