Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang

Kamis, 16 Juli 2026 Jumadi Dibaca 26 kali Lingkungan
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Gunawan mengatakan, Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang.
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.

Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzona/Alcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.

Keberadaan burung yang dikenal sebagai penghuni aliran sungai berhutan hingga kawasan pegunungan bawah tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem hutan di wilayah Tombo masih terjaga dengan baik.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Gunawan mengatakan, kawasan hutan Tombo menyimpan kekayaan flora dan fauna yang memiliki nilai konservasi tinggi.

“Di kawasan ini masih ditemukan berbagai jenis flora dan fauna penting, seperti tanaman saninten, meranti Jawa, Elang Jawa, hingga Raja Udang Kalung Biru yang sebelumnya sempat dianggap sulit ditemukan kembali. Ini menjadi kekayaan hayati yang harus kita jaga bersama,” katanya usai kegiatan konservasi alam di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (16/7/2026).

Keberadaan satwa langka tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pelestarian alam memerlukan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat dan sektor swasta. Karena itu, pembentukan kader konservasi di tingkat masyarakat menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan sekaligus menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Tombo.

“Konservasi tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Masyarakat harus menjadi motor penggerak di lapangan agar kawasan hutan dan seluruh keanekaragaman hayati di dalamnya tetap lestari. Para kader konservasi nantinya akan berperan melakukan identifikasi dan inventarisasi flora serta fauna sebagai dasar penyusunan langkah-langkah pelestarian yang berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, kawasan Tombo juga memiliki potensi dikembangkan sebagai lokasi edukasi konservasi, termasuk kegiatan pengamatan burung (birdwatching) maupun aktivitas lingkungan lainnya yang tetap mengedepankan prinsip kelestarian.

Gunawan menambahkan, secara administratif kawasan tersebut terdiri atas hutan produksi yang dikelola Perum Perhutani serta Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang dikelola pemerintah desa melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD).

“Meski memiliki fungsi pengelolaan yang berbeda, seluruh flora dan fauna di dalam kawasan tetap wajib dilindungi sesuai ketentuan konservasi. Kawasan ini boleh dimanfaatkan secara bijaksana, tetapi keberadaan satwa dan tumbuhan yang ada harus tetap dijaga. Kelestarian ekosistem menjadi prioritas utama,” terangnya.

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem, setiap pengunjung yang akan memasuki kawasan hutan diwajibkan memperoleh izin masuk. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memastikan aktivitas di dalam kawasan tidak mengganggu habitat satwa maupun merusak lingkungan.

:Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pengelola kawasan, dan berbagai pemangku kepentingan, keberadaan Raja Udang Kalung Biru serta berbagai flora dan fauna langka lainnya di Desa Tombo diharapkan dapat terus terjagam,” ujar dia.

Upaya konservasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen menjaga kekayaan hayati Kabupaten Batang agar tetap lestari sekaligus memberikan manfaat bagi pendidikan, penelitian, dan pengembangan ekowisata berbasis konservasi di masa mendatang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

 

Berita Lainnya

Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 23
Lereng Gunung Batang, Sedawung Sajikan Kopi Lokal dengan Panorama Hutan Pinus Lereng Gunung Batang, Sedawung Sajikan Kopi Lokal dengan Panorama Hutan Pinus
Lereng Gunung Batang, Sedawung Sajikan Kopi Lokal dengan Panorama Hutan Pinus
Batang - Hamparan lereng pegunungan yang diselimuti kabut tipis pada pagi hari menjadi daya tarik tersendiri di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Di kawasan yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta tersebut, aroma kopi yang baru diseduh berpadu dengan sejuknya udara pegunungan dan rimbunnya hutan pinus, menghadirkan suasana yang menenangkan bagi para pengunjung.
15 Jul 2026 Jumadi 86
Bukan Sekadar Proyek Fisik, Begini Cara DPUPR Batang Kejar Target Akselerasi Ekonomi Lewat Irigasi Bukan Sekadar Proyek Fisik, Begini Cara DPUPR Batang Kejar Target Akselerasi Ekonomi Lewat Irigasi
Bukan Sekadar Proyek Fisik, Begini Cara DPUPR Batang Kejar Target Akselerasi Ekonomi Lewat Irigasi
Batang Musim hujan sering kali menjadi momok yang mencemaskan bagi sebagian warga. Namun, di balik layar, Pemerintah Kabupaten Batang terus berkejaran dengan waktu untuk memastikan infrastruktur pengairan dan sistem kendali banjir siap melindungi masyarakat serta mendukung roda ekonomi daerah.
15 Jul 2026 Jumadi 71
Desa Tombo Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kelestarian Lingkungan Desa Tombo Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kelestarian Lingkungan
Desa Tombo Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kelestarian Lingkungan
Batang - Pemerintah Desa Tombo, Kecamatan Bandar, terus mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan perkebunan kopi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan. Pengembangan kawasan wisata dilakukan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
15 Jul 2026 Jumadi 63
TMMD Sengkuyung III Dibuka, Upaya Percepatan Pembangunan Desa TMMD Sengkuyung III Dibuka, Upaya Percepatan Pembangunan Desa
TMMD Sengkuyung III Dibuka, Upaya Percepatan Pembangunan Desa
Batang - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 Kodim 0736Batang, resmi dibuka, sebagai upaya bersama Pemda setempat dalam percepatan pembangunan desa. Kolaborasi tersebut merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kolaborasi yang erat antara TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah.
15 Jul 2026 Jumadi 25
Gandeng BPI Batang, CDK Wilayah IV dan BPI Cetak Kader Konservasi Alam Gandeng BPI Batang, CDK Wilayah IV dan BPI Cetak Kader Konservasi Alam
Gandeng BPI Batang, CDK Wilayah IV dan BPI Cetak Kader Konservasi Alam
Batang - Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah bersama PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Batang menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Pembentukan Kader Konservasi Alam Tingkat Pemula di Sidawung, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, selama tiga hari, 1315 Juli 2026.
15 Jul 2026 Jumadi 70