Desa Tombo Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kelestarian Lingkungan

Rabu, 15 Juli 2026 Jumadi Dibaca 438 kali Pariwisata
Desa Tombo Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kelestarian Lingkungan
Desa Tombo Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kelestarian Lingkungan.
Batang - Pemerintah Desa Tombo, Kecamatan Bandar, terus mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan perkebunan kopi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan. Pengembangan kawasan wisata dilakukan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Batang - Pemerintah Desa Tombo, Kecamatan Bandar, terus mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan perkebunan kopi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan. Pengembangan kawasan wisata dilakukan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Kepala Desa Tombo Mustajab mengatakan, kekuatan utama desa terletak pada kekayaan alam dan sektor pertanian, khususnya komoditas kopi yang telah menjadi sumber penghidupan masyarakat selama ratusan tahun.

“Potensi terbesar Desa Tombo ada pada alam dan kopi. Hampir 80 persen masyarakat merupakan petani kopi, sehingga komoditas ini menjadi tulang punggung perekonomian warga,” katanya saat ditemui di Sidawung Coffee, Desa Tombo, Kabupaten Batang, Rabu (15/7/2026).

Selain perkebunan kopi, Desa Tombo juga memiliki potensi wisata berupa kawasan hutan, sungai, dan sejumlah curug yang masih alami. Namun, potensi tersebut hingga kini dikembangkan secara bertahap karena keterbatasan sumber daya manusia. Menurut Mustajab, Pemerintah desa sengaja menerapkan konsep pengembangan wisata yang mengutamakan pelestarian alam dibanding mengejar pertumbuhan ekonomi secara instan.

“Kami ingin ekonomi tumbuh tanpa merusak alam. Karena itu, sampai saat ini kami masih selektif terhadap investasi dari luar agar pengembangan kawasan tetap berpihak kepada masyarakat dan tidak menimbulkan eksploitasi lingkungan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sejarah kopi di Desa Tombo telah dimulai sejak masa kolonial Belanda pada sekitar tahun 1800-an. Karakteristik kopi Tombo bahkan telah tercatat dalam arsip Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu kopi dengan cita rasa khas.

“Saat ini, Pemerintah Desa Tombo bersama Universitas Diponegoro (Undip) tengah membangun identitas produk kopi lokal melalui branding "Legendary Coffee" sebagai upaya meningkatkan daya saing kopi Tombo di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Mustajab mengungkapkan, sempat terjadi perubahan fungsi lahan dari perkebunan kopi menjadi perkebunan teh saat dikelola PTPN. Namun dalam satu dekade terakhir masyarakat kembali mengembangkan tanaman kopi sebagai komoditas utama.

“Kami ingin mengembalikan kejayaan kopi Tombo. Seluruh kopi yang disajikan di kedai berasal dari hasil panen petani lokal sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Pengembangan sektor kopi juga mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa. Pembukaan akses jalan menuju kawasan perkebunan mempermudah aktivitas sekitar 300 petani yang mengelola lahan di kawasan hutan.

“Selain itu, keberadaan kedai kopi dan destinasi wisata berbasis alam mampu menyerap sekitar 20 tenaga kerja lokal serta mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Ke depan, Pemerintah Desa Tombo menargetkan penguatan industri kopi dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran dengan orientasi ekspor,” terangnya.

Sejumlah program juga tengah dipersiapkan, diantaranya pembangunan greenhouse, rumah produksi kopi, hingga pengembangan produk inovatif berupa kopi celup dengan harga terjangkau yang melibatkan kelompok masyarakat, termasuk ibu-ibu desa dalam proses penyortiran biji kopi.

Mustajab juga menegaskan, seluruh pengembangan tersebut tetap berpegang pada prinsip menjaga keaslian alam sebagai aset utama desa.

“Tujuan kami bukan mengejar jumlah wisatawan sebanyak-banyaknya, tetapi menjaga agar alam tetap lestari. Kalau tidak dijaga, potensi yang ada bisa saja dimanfaatkan pihak luar tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.

Ia berharap, kawasan wisata Desa Tombo tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga berkembang sebagai wahana edukasi yang mengenalkan karakter, budaya, serta potensi pertanian kepada generasi muda.

“Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Desa Tombo ingin menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap profesi petani sekaligus memastikan potensi kopi lokal tetap terjaga dan berkembang sebagai identitas desa di masa mendatang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan
Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan
Batang - Langkah pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak tujuh KDMP yang telah selesai dibangun kini resmi memasuki tahap pasca-verifikasi faktual (verfal) oleh tim gabungan tingkat kabupaten.
12 Okt 2026 Jumadi 78
Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik
Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menggelar orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penuh Waktu, di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (12102026).
12 Okt 2026 Jumadi 58
Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit
Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit
Batang - Dinas Kesehatan Batang bekerja sama dengan PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggelar cek kesehatan gratis bagi warga Desa Ujungnegoro. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga setempat dari berbagai kerawanan penyakit yang muncul akibat pola hidup dan makan yang kurang baik.
12 Okt 2026 Jumadi 55
Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang
Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang
Batang - Jarak ribuan kilometer antara Kabupaten Batang dan Kota Toyama, Jepang yang terpisahkan oleh samudera dan perbedaan budaya seolah menguap begitu saja saat wajah-wajah sebaya muncul di balik layar. Rasa canggung sempat menyergap. Bagaimanapun, menyapa teman baru dari belahan dunia lain bukan rutinitas harian anak sekolah dasar.
12 Okt 2026 Jumadi 47
Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional
Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional
Batang Karnaval SCTV untuk pertama kalinya digelar di Alun-Alun Kabupaten Batang selama dua hari, Sabtu hingga Minggu. Pemerintah Kabupaten  Batang berharap kegiatan tersebut mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.
11 Okt 2026 Jumadi 339
SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka
SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka
Batang Pangkalan SDN Cepokokuning, Kwartir Ranting (Kwarran) Batang, menggelar Musyawarah Gugus Depan (MUGUS) I di SDN Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Minggu (11102026).
11 Okt 2026 Jumadi 268