Desa Tombo Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kelestarian Lingkungan

Rabu, 15 Juli 2026 Jumadi Dibaca 206 kali Pariwisata
Desa Tombo Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kelestarian Lingkungan
Desa Tombo Kembangkan Wisata Alam Berbasis Kelestarian Lingkungan.
Batang - Pemerintah Desa Tombo, Kecamatan Bandar, terus mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan perkebunan kopi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan. Pengembangan kawasan wisata dilakukan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Batang - Pemerintah Desa Tombo, Kecamatan Bandar, terus mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan perkebunan kopi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan. Pengembangan kawasan wisata dilakukan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Kepala Desa Tombo Mustajab mengatakan, kekuatan utama desa terletak pada kekayaan alam dan sektor pertanian, khususnya komoditas kopi yang telah menjadi sumber penghidupan masyarakat selama ratusan tahun.

“Potensi terbesar Desa Tombo ada pada alam dan kopi. Hampir 80 persen masyarakat merupakan petani kopi, sehingga komoditas ini menjadi tulang punggung perekonomian warga,” katanya saat ditemui di Sidawung Coffee, Desa Tombo, Kabupaten Batang, Rabu (15/7/2026).

Selain perkebunan kopi, Desa Tombo juga memiliki potensi wisata berupa kawasan hutan, sungai, dan sejumlah curug yang masih alami. Namun, potensi tersebut hingga kini dikembangkan secara bertahap karena keterbatasan sumber daya manusia. Menurut Mustajab, Pemerintah desa sengaja menerapkan konsep pengembangan wisata yang mengutamakan pelestarian alam dibanding mengejar pertumbuhan ekonomi secara instan.

“Kami ingin ekonomi tumbuh tanpa merusak alam. Karena itu, sampai saat ini kami masih selektif terhadap investasi dari luar agar pengembangan kawasan tetap berpihak kepada masyarakat dan tidak menimbulkan eksploitasi lingkungan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sejarah kopi di Desa Tombo telah dimulai sejak masa kolonial Belanda pada sekitar tahun 1800-an. Karakteristik kopi Tombo bahkan telah tercatat dalam arsip Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu kopi dengan cita rasa khas.

“Saat ini, Pemerintah Desa Tombo bersama Universitas Diponegoro (Undip) tengah membangun identitas produk kopi lokal melalui branding "Legendary Coffee" sebagai upaya meningkatkan daya saing kopi Tombo di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Mustajab mengungkapkan, sempat terjadi perubahan fungsi lahan dari perkebunan kopi menjadi perkebunan teh saat dikelola PTPN. Namun dalam satu dekade terakhir masyarakat kembali mengembangkan tanaman kopi sebagai komoditas utama.

“Kami ingin mengembalikan kejayaan kopi Tombo. Seluruh kopi yang disajikan di kedai berasal dari hasil panen petani lokal sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Pengembangan sektor kopi juga mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa. Pembukaan akses jalan menuju kawasan perkebunan mempermudah aktivitas sekitar 300 petani yang mengelola lahan di kawasan hutan.

“Selain itu, keberadaan kedai kopi dan destinasi wisata berbasis alam mampu menyerap sekitar 20 tenaga kerja lokal serta mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Ke depan, Pemerintah Desa Tombo menargetkan penguatan industri kopi dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran dengan orientasi ekspor,” terangnya.

Sejumlah program juga tengah dipersiapkan, diantaranya pembangunan greenhouse, rumah produksi kopi, hingga pengembangan produk inovatif berupa kopi celup dengan harga terjangkau yang melibatkan kelompok masyarakat, termasuk ibu-ibu desa dalam proses penyortiran biji kopi.

Mustajab juga menegaskan, seluruh pengembangan tersebut tetap berpegang pada prinsip menjaga keaslian alam sebagai aset utama desa.

“Tujuan kami bukan mengejar jumlah wisatawan sebanyak-banyaknya, tetapi menjaga agar alam tetap lestari. Kalau tidak dijaga, potensi yang ada bisa saja dimanfaatkan pihak luar tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.

Ia berharap, kawasan wisata Desa Tombo tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga berkembang sebagai wahana edukasi yang mengenalkan karakter, budaya, serta potensi pertanian kepada generasi muda.

“Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Desa Tombo ingin menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap profesi petani sekaligus memastikan potensi kopi lokal tetap terjaga dan berkembang sebagai identitas desa di masa mendatang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Bupati Batang Minta, Lulusan PKL dan SUSBALAN GP Ansor Jadi Pemimpin Daerah Masa Depan Bupati Batang Minta, Lulusan PKL dan SUSBALAN GP Ansor Jadi Pemimpin Daerah Masa Depan
Bupati Batang Minta, Lulusan PKL dan SUSBALAN GP Ansor Jadi Pemimpin Daerah Masa Depan
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan berharap peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN) PW GP Ansor Jawa Tengah mampu menjadi motor penggerak perubahan di daerahnya masing-masing. Bahkan, ia optimistis dari proses kaderisasi tersebut akan lahir pemimpin-pemimpin daerah, termasuk calon Bupati Batang di masa mendatang.
07 Ags 2026 Jumadi 64
Bupati Siapkan Batang Night Carnival, Hadirkan Konsep Baru Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Bupati Siapkan Batang Night Carnival, Hadirkan Konsep Baru Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
Bupati Siapkan Batang Night Carnival, Hadirkan Konsep Baru Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan konsep baru dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu agenda utama yang akan digelar tahun ini adalah Batang Night Carnival, sebuah parade malam yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
07 Ags 2026 Jumadi 392
Hari Pertama Dinas, Kapolresta Sowan Bupati Batang Hari Pertama Dinas, Kapolresta Sowan Bupati Batang
Hari Pertama Dinas, Kapolresta Sowan Bupati Batang
Batang - Mengawali hari pertama bertugas sebagai Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono langsung bergerak cepat memperkuat sinergi dengan sowan dan bersilaturahmi ke Pemerintah Kabupaten Batang dan Kejaksaan Negeri Batang. Kapolresta baru tersebut menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), mendukung penegakan hukum, sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Batang.
07 Ags 2026 Jumadi 103
Jamin Pasokan Air, Perumda Batang Imbau Warga Bikin Tandon Jamin Pasokan Air, Perumda Batang Imbau Warga Bikin Tandon
Jamin Pasokan Air, Perumda Batang Imbau Warga Bikin Tandon
Batang - Maraknya pembangunan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto turut mendongkrak kebutuhan pasokan air bersih di Kabupaten Batang. Menanggapi lonjakan pemukiman baru tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Sendang Kamulyan memastikan ketersediaan pasokan air hingga saat ini masih memadai.
06 Ags 2026 Jumadi 143
Batang Sejahtera, Dekatkan Layanan Kesejahteraan Sosial Lewat Pembentukan UPTD Batang Sejahtera, Dekatkan Layanan Kesejahteraan Sosial Lewat Pembentukan UPTD
Batang Sejahtera, Dekatkan Layanan Kesejahteraan Sosial Lewat Pembentukan UPTD
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, meluncurkan program Batang Sejahtera (Bangun Tatanan kelembagaan UPTD Pelayanan Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Batang di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (682026).
06 Ags 2026 Jumadi 106
Bupati Batang Resmikan Reban Expo 2026 Targetkan Rp300 Juta Pendapatan Bupati Batang Resmikan Reban Expo 2026 Targetkan Rp300 Juta Pendapatan
Bupati Batang Resmikan Reban Expo 2026 Targetkan Rp300 Juta Pendapatan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meresmikan Reban Expo 2026 bertajuk "UMKM Berkarya dan KWT Berdaya" di halaman Kantor Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Kamis (682026). Kegiatan yang berlangsung hingga 8 Agustus 2026 tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Kelompok Wanita Tani (KWT).
06 Ags 2026 Jumadi 192