Batang Musim hujan sering kali menjadi momok yang mencemaskan bagi sebagian warga. Namun, di balik layar, Pemerintah Kabupaten Batang terus berkejaran dengan waktu untuk memastikan infrastruktur pengairan dan sistem kendali banjir siap melindungi masyarakat serta mendukung roda ekonomi daerah.
Batang – Musim hujan sering kali menjadi momok yang mencemaskan bagi sebagian warga. Namun, di balik layar, Pemerintah Kabupaten Batang terus berkejaran dengan waktu untuk memastikan infrastruktur pengairan dan sistem kendali banjir siap melindungi masyarakat serta mendukung roda ekonomi daerah.
Melalui Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, program penanganan banjir kini dirancang lebih taktis dan responsif. Tidak sekadar proyek fisik, langkah ini menjadi bagian krusial dalam menyokong visi besar daerah.
Kepala DPUPR Batang Endro Suryono menegaskan, bahwa pembenahan infrastruktur ini berorientasi pada masa depan. Kami melaksanakan Visi Misi Kabupaten Batang 2025-2029, yaitu Terwujudnya Kabupaten Batang yang Mandiri dan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045. Khususnya pada Misi 4 mengenai 'Akselerasi Ekonomi'. Pada tahapan Pembangunan Daerah, dilakukan penguatan ketahanan pangan melalui ketersediaan, akses, dan kualitas.
“Salah satu terobosan penting yang kini diterapkan adalah Flowchart Penanganan Pengendalian Banjir yang memangkas birokrasi berbelit. DPUPR berkomitmen memberikan kepastian penanganan darurat hanya dalam waktu 1 hari sejak laporan diterima,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (15/7/2026).
Alur pelayanan publik ini dirancang sangat runtut:
Tindak Lanjut 1: Tim melakukan identifikasi titik banjir, penanganan darurat di lapangan, serta penyusunan administrasi dan dokumentasi.
Tindak Lanjut 2: Langkah mitigasi jangka panjang dieksekusi melalui perbaikan sementara, perencanaan konstruksi, hingga pengajuan usulan kegiatan.
Realisasi Anggaran dan Progres Fisik Lapangan
Komitmen ketahanan pangan dan kendali banjir ini dibuktikan melalui realisasi rekapitulasi pekerjaan fisik di berbagai kecamatan.
Berdasarkan data resmi Bidang Pengairan DPU PR Batang, sejumlah proyek rehabilitasi jaringan irigasi dan bendung terus menunjukkan progres yang signifikan. Beberapa proyek strategis dengan serapan anggaran dan capaian fisiknya pada Bulan Juli 2026 dan sedang berjalan antara lain:
“Rehabilitasi Bendung Saluran Irigasi Perek (Randu - Gombong) Kecamatan Pecalungan: Menggunakan nilai kontrak Rp614.104.900, proyek yang menargetkan output 1 buah bendung dan saluran sepanjang 50 meter ini telah mencapai progres fisik 27,77% demi mengairi lahan seluas 12,10 hektare,” terangnya.
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Lengkong Kecamatan Bawang:
Menyerap anggaran Rp422.249.600,00 dengan progres fisik sebesar 9,43%, menyasar output berupa bangunan pengarah, bangunan terjun, dan bangunan sadap untuk mengoptimalkan lahan produktif seluas 8 hektare.
Di sisi lain, beberapa titik pengairan bahkan sudah hampir rampung sepenuhnya (di atas 90%), seperti rehabilitasi irigasi di Desa Gandoo A Jatisari dan Desa Tenggulanharjo Kecamatan Subah.
“Melalui sinergi sistem aduan cepat satu hari dan pengawasan ketat pada progres fisik anggaran, DPUPR Batang optimis ketersediaan air bagi pertanian tetap terjaga sekaligus memperkecil risiko bencana banjir yang dapat mengancam stabilitas ekonomi warga,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)