Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui partisipasi pada penyelenggaraan Tradisi Sedekah Laut Roban Barat yang digelar masyarakat di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Roban Barat, Selasa (1472026).
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui partisipasi pada penyelenggaraan Tradisi Sedekah Laut Roban Barat yang digelar masyarakat di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Roban Barat, Selasa (14/7/2026).
Tradisi yang rutin dilaksanakan setiap bulan Legeno dalam penanggalan Jawa tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan, hasil tangkapan, dan rezeki yang diperoleh selama setahun terakhir. Selain sebagai warisan budaya, Sedekah Laut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pagelaran wayang kulit pada siang hari, dilanjutkan selamatan sedekah bumi dan prosesi larung sesaji sebagai simbol ungkapan syukur masyarakat nelayan. Acara kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh dalang Ki Aditya Sabdo Anindhito, dari Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), BPI memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya di sekitar wilayah operasionalnya.
Panitia penyelenggara, Eni Setiono mengapresiasi dukungan yang diberikan BPI dalam menjaga keberlangsungan tradisi tahunan masyarakat pesisir.
“Sebagian besar masyarakat di Roban Barat menggantungkan hidup dari hasil laut. Tradisi Sedekah Laut menjadi bentuk rasa syukur kami atas rezeki dan keselamatan yang diberikan Allah SWT. Kami berharap hubungan baik antara masyarakat, pemerintah, dan PT Bhimasena Power Indonesia terus terjalin melalui komunikasi dan kolaborasi yang saling mendukung demi kesejahteraan masyarakat pesisir,” jelasnya.
Kepala Desa Kedungsegog Rusbad menyampaikan terima kasih atas konsistensi BPI dalam mendukung berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pelaksanaan Sedekah Laut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Bhimasena Power Indonesia atas dukungannya terhadap penyelenggaraan tradisi Sedekah Laut di desa kami. Alhamdulillah, kegiatan ini setiap tahun berjalan meriah dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dukungan BPI sangat dirasakan sehingga tradisi ini dapat terus dilestarikan,” tuturnya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang Teguh Tarmudjo mengatakan Sedekah Laut memiliki makna penting bagi masyarakat nelayan sebagai ungkapan syukur atas hasil melaut selama setahun terakhir.
“Hari ini kita melaksanakan Sedekah Laut sebagai bentuk rasa syukur atas aktivitas melaut yang diwujudkan melalui prosesi larung sesaji. Harapannya para nelayan selalu diberikan keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk PT Bhimasena Power Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager Stakeholder Relations PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam mendukung Sedekah Laut merupakan bagian dari komitmen membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar.
“Bagi PT Bhimasena Power Indonesia, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari keandalan operasional pembangkit, tetapi juga dari kuatnya hubungan dan kepercayaan yang terbangun bersama masyarakat. Tradisi Sedekah Laut merupakan warisan budaya yang sarat nilai syukur, gotong royong, dan kebersamaan. Karena itu, kami bangga dapat menjadi bagian dari pelestarian tradisi ini,” terangnya.
Aryamir menambahkan, BPI akan terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat melalui berbagai program CSR yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, pendidikan, kesehatan, serta pelestarian budaya.
“Kami percaya keberlanjutan perusahaan berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami akan terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis dengan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, Tradisi Sedekah Laut diharapkan terus menjadi simbol persatuan masyarakat pesisir, menjaga kelestarian budaya lokal, serta membawa keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan bagi para nelayan dan masyarakat Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)