Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat budaya literasi sejak usia dini melalui peluncuran program "Sak Minggu Sak Buku". Program tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat berkunjung ke TK Pembina Kalisalak, Kabupaten Batang, Selasa (1472026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat budaya literasi sejak usia dini melalui peluncuran program "Sak Minggu Sak Buku". Program tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat berkunjung ke TK Pembina Kalisalak, Kabupaten Batang, Selasa (14/7/2026).
Pada kesempatan itu, Bupati turut membacakan buku cerita di hadapan anak-anak TK. Suasana berlangsung interaktif dengan antusiasme para siswa yang tampak fokus menyimak cerita dan memperhatikan ilustrasi di dalam buku.
“Program "Sak Minggu Sak Buku" menjadi gerakan bersama untuk membangun kebiasaan membaca secara konsisten sejak usia dini. Program Sak Minggu Sak Buku nanti menjadi kewajiban anak membaca minimal satu buku setiap minggu. Untuk anak TK, saya berharap orang tua dapat membacakan buku cerita sehingga sejak kecil mereka mulai mencintai kegiatan membaca,” jelasnya.
Menurut Faiz, pengalaman membacakan buku secara langsung menunjukkan bahwa anak-anak memiliki ketertarikan tinggi terhadap cerita apabila disampaikan dengan cara yang menyenangkan.
“Tadi saya membacakan satu buku dan ternyata antusias mereka sangat bagus. Mereka fokus mendengarkan cerita sekaligus memperhatikan gambar-gambar di dalam buku. Sasaran program dimulai dari jenjang pendidikan paling dasar. Anak-anak PAUD dan TK didorong untuk rutin dibacakan buku oleh orang tua, sedangkan siswa SD mulai dibiasakan membaca secara mandiri setiap pecan,” terangnya.
Melalui kebiasaan tersebut, pemerintah berharap anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga memiliki kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta menumbuhkan imajinasi dan kreativitas.
“Program literasi ini juga dilengkapi dengan aktivitas refleksi sederhana sesuai usia anak. Bagi peserta didik PAUD dan TK, mereka diajak mengekspresikan isi cerita melalui gambar atau simbol perasaan seperti senang, sedih, maupun penasaran yang kemudian dilengkapi orang tua pada catatan membaca,” imbuhnya.
Sementara itu, siswa sekolah dasar diarahkan untuk mulai menulis ulasan singkat mengenai buku yang telah mereka baca sebagai latihan menuangkan gagasan dan meningkatkan kemampuan literasi. Faiz menilai budaya membaca tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Perubahan besar sering kali dimulai dari hal-hal sederhana. Membaca satu buku setiap minggu mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan bersama-sama di rumah, di sekolah, maupun di ruang publik, dampaknya akan sangat besar bagi masa depan anak-anak,” ujar dia.
Pemkab Batang berharap gerakan "Sak Minggu Sak Buku" dapat menjadi budaya literasi baru yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan meningkatnya minat baca sejak usia dini, diharapkan lahir generasi Batang yang lebih kritis, kreatif, terbuka terhadap pengetahuan, serta memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)