Batang Pemerintah Kabupaten Batang secara rutin menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai perguruan tinggi. Contohnya, program KKN Tematik Inovasi dari IPB University aktif menerjunkan mahasiswa ke desa-desa di Kabupaten Batang.
Batang – Pemerintah Kabupaten Batang secara rutin menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai perguruan tinggi. Contohnya, program KKN Tematik Inovasi dari IPB University aktif menerjunkan mahasiswa ke desa-desa di Kabupaten Batang.
Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar bagian dari proses akademik, melainkan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Tema KKN tahun ini, "Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience", memiliki relevansi yang sangat kuat dengan karakteristik dan potensi Kabupaten Batang,” katanya usai menerima KKN Mahasiswa IPB di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (6/7/2026).
Sebagai daerah yang memiliki potensi pertanian, perikanan, peternakan, serta sumber daya alam yang beragam, Kabupaten Batang membutuhkan inovasi, kreativitas, dan keterlibatan generasi muda untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Pemkab Batang saat ini terus berupaya mewujudkan visi pembangunan daerah, yaitu: "Terwujudnya Kabupaten Batang Yang Mandiri dan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045.",” jelasnya
Berbagai agenda pembangunan terus kami dorong, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan penurunan stunting dan kemiskinan, penguatan UMKM, pengembangan sektor pertanian dan peternakan, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pembangunan desa.
“Kami berharap, kehadiran mahasiswa KKN IPB dapat menjadi mitra strategis masyarakat desa. Tidak hanya hadir sebagai peserta program akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, solusi, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” harapnya.
Gunakan kesempatan ini untuk belajar dari masyarakat, memahami potensi dan tantangan desa, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur masyarakat.
“Jangan hanya datang membawa ilmu, tetapi juga pulang membawa pengalaman, nilai-nilai kehidupan, dan pemahaman yang lebih utuh tentang realitas pembangunan di tingkat akar rumput,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)