Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengintensifkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menyasar pusat-pusat aktivitas perdagangan. Salah satunya melalui pendataan pedagang di Pasar Limpung, Kecamatan Limpung, Kbupaten Batang, Rabu (872026).
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengintensifkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menyasar pusat-pusat aktivitas perdagangan. Salah satunya melalui pendataan pedagang di Pasar Limpung, Kecamatan Limpung, Kabupaten BAtang, Rabu (8/7/2026).
Kepala BPS Batang Heni Djumadi mengatakan, pendataan pasar dilakukan secara bertahap agar seluruh pelaku usaha dapat terdata dengan baik. Pada hari yang sama, pendataan juga dilaksanakan di wilayah Bandar, sedangkan Pasar Bawang dijadwalkan menjadi lokasi berikutnya. Sebelum petugas diterjunkan ke lapangan, BPS terlebih dahulu melaksanakan tahapan Koordinasi, Konsolidasi, dan Diplomasi (KKD) bersama sejumlah pemangku kepentingan.
“Salah satu langkah awal dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Batang untuk memperoleh basis data pasar yang akan menjadi sasaran pendataan. Dari koordinasi tersebut kami memperoleh data delapan pasar besar yang dikelola pemerintah daerah. Selanjutnya Disperindagkop turut membantu menyampaikan informasi kepada pengelola pasar mengenai pelaksanaan sensus ekonomi,” jelasnya.
Setelah tiba di lokasi, petugas sensus tidak langsung melakukan pencacahan kepada pedagang. Mereka terlebih dahulu berkoordinasi dengan pengelola atau demang pasar sebagai bentuk penghormatan terhadap tata kelola pasar sekaligus memperlancar proses pendataan.
“Melalui pengeras suara pasar, pengelola kemudian menyampaikan pengumuman kepada para pedagang mengenai pelaksanaan sensus ekonomi yang akan berlangsung selama beberapa hari. Langkah ini dilakukan agar pedagang memahami tujuan kedatangan petugas dan dapat mempersiapkan informasi yang diperlukan,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pendataan secara sistematis berdasarkan blok atau los pasar. Setelah menyelesaikan satu kelompok pedagang, petugas baru melanjutkan ke blok berikutnya sehingga seluruh unit usaha dapat terdata tanpa ada yang terlewat.
“Untuk menyesuaikan aktivitas perdagangan, petugas juga menerapkan strategi waktu yang fleksibel. Di area pasar yang aktivitas jual belinya dimulai sejak dini hari, pendataan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB agar pedagang yang selesai berjualan lebih awal tetap dapat tercatat,” ungkapnya.
Selain mengumpulkan data, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang mengenai tujuan pelaksanaan sensus ekonomi. Pendekatan persuasif dilakukan ketika terdapat pedagang yang mempertanyakan alasan pendataan, termasuk mereka yang sebelumnya telah didata di rumah. Bahwa objek Sensus Ekonomi 2026 adalah setiap unit usaha yang dimiliki masyarakat. Karena itu, seseorang yang memiliki lebih dari satu tempat usaha, seperti toko, kios pasar, maupun usaha di lokasi lain, tetap akan didata pada masing-masing lokasi usahanya.
“Pendataan ini bukan semata-mata mendata orang, tetapi mendata setiap unit usaha agar pemerintah memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi perekonomian daerah,” ujar dia.
Ia berharap, sinergi antara BPS, pemerintah daerah, pengelola pasar, dan para pelaku usaha dapat mendukung kelancaran Sensus Ekonomi 2026 sehingga menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)