Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memutar otak untuk mengantisipasi keterlambatan proyek fisik yang kerap menjadi momok pembangunan daerah. Demi memastikan roda pembangunan berjalan tepat waktu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang meluncurkan strategi tak biasa: memajukan jadwal lelang proyek di akhir tahun 2026.
Batang – Pemerintah Kabupaten Batang terus memutar otak untuk mengantisipasi keterlambatan proyek fisik yang kerap menjadi momok pembangunan daerah. Demi memastikan roda pembangunan berjalan tepat waktu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang meluncurkan strategi tak biasa: memajukan jadwal lelang proyek di akhir tahun 2026.
Kepala DPUPR Batang Endro Suryono mengungkapkan, bahwa langkah berani ini telah dikoordinasikan secara matang dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Sekretaris Daerah (Sekda), hingga Bupati Batang. Targetnya tidak main-main, mayoritas paket proyek untuk tahun anggaran 2027 akan dituntaskan proses lelangnya pada bulan Desember ini.
“Insyaallah tahun 2027 nanti, di DPUPR itu akan lelang lebih dari 70 paket/70% paket yang ada di tahun 2027 akan kita lelang semua di bulan Desember. Iya, nanti di bulan Desember itu mungkin menjadi tagline. Minimal itu saya targetnya ya 60 atau 70% dari paket kami harus saya lelang di Desember semua,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (8/7/2026).
Bukan tanpa alasan Endro ngotot mengejar target "Lelang Dini" ini. Efek domino terhadap perekonomian masyarakat Batang menjadi alasan utamanya. Jika proses lelang sudah mencuri start di akhir tahun, maka penyerapan anggaran dan lapangan kerja bisa langsung tercipta begitu tahun baru dimulai.
“Harapannya apa? Pertumbuhan ekonomi di bulan Januari, Februari... nanti kita kalau Desember sudah mulai lelang, Januari kontrak, Februari, Maret itu sudah ada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batang untuk pekerja dan lain-lain,” jelasnya.
Untuk memuluskan rencana besar ini, DPUPR Batang langsung tancap gas menyusun strategi matang. Kuncinya ada pada percepatan anggaran perencanaan yang diajukan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini.
Endro juga memaparkan bahwa setelah perubahan anggaran disahkan pada bulan September, pihaknya akan langsung memanfaatkan bulan Oktober dan November untuk merampungkan seluruh perencanaan dokumen proyek. Begitu memasuki Desember, paket-paket tersebut siap dilelang, sehingga pengerjaan konstruksi sudah bisa langsung berjalan pada bulan Januari.
“Strategi ini sebenarnya bukan barang baru bagi Endro. Metode serupa terbukti sukses saat ia terapkan ketika masih menakhodai bidang jalan beberapa waktu lalu. Kini, pola sukses tersebut akan didorong untuk diterapkan di seluruh sektor yang ada di DPUPR. Selain mempercepat pembangunan dan mendongkrak ekonomi warga, langkah taktis ini juga membawa angin segar bagi rapor tata kelola pemerintahan di Kabupaten Batang. Dan itu menjadi penilaian khusus KPK kaitannya dengan lelang dini,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)