Batang - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, dalam menggenjot Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Melalui alokasi APBD, Pemerintah Kabupaten Batang sukses mengintegrasikan program pendidikan kesetaraan Paket C dengan penyerapan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.
Batang - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, dalam menggenjot Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Melalui alokasi APBD, Pemerintah Kabupaten Batang sukses mengintegrasikan program pendidikan kesetaraan Paket C dengan penyerapan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.
Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, I Gusti Made Ardana menyatakan bahwa, langkah taktis Pemkab Batang ini patut menjadi percontohan nasional dalam hal optimalisasi anggaran yang terbatas untuk mendongkrak kualitas SDM.
“Apa yang dilakukan oleh Bupati Batang bisa menjadi contoh untuk kabupaten lain dan inspirasi bagi kami dengan anggaran terbatas tapi bisa meningkatkan SDM,” katanya saat acara Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan (JAWARA) Jawa Tengah di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Jumat (26/6/2026).
Menanggapi pujian tersebut, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa capaian ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan besar bagi daerah. Ia berkomitmen agar program peningkatan SDM ini berjalan secara berkelanjutan (sustainable). Faiz mengungkapkan, saat pertama kali dilantik sekitar satu setengah tahun lalu, Kabupaten Batang dihadapkan pada posisi IPM yang rendah, yakni peringkat ke-31 se-Jawa Tengah.
“Di sisi lain, Batang sedang tumbuh pesat dengan pertumbuhan ekonomi mencapai hampir 8% berkat adanya kawasan industri KEK Batang. Sayangnya, industri besar dari Korea, Amerika, hingga Cina sempat kesulitan menyerap tenaga kerja lokal karena terbentur standar pendidikan yang mayoritas masih lulusan SD dan SMP,” jelasnya.
Faiz juga menyebutkan, satu-satunya cara yang bisa mendongkrak cepat ya pendidikan kesetaraan. Pertama saya perintah Dinas Pendidikan, semua kepala desa mapping jumlah anak-anak putus sekolah tapi yang sudah usia tidak sekolah. Kita anggarkan dari Pemda, setiap tahun minimal 2.000 anak kita kasih beasiswa pendidikan kesetaraan.
“Tidak hanya memberikan ijazah kesetaraan, Pemkab Batang juga mengawinkan program ini dengan program pelatihan kerja yang disebut 'Daker' (Dapat Kerja). Melalui sinergi ini, warga belajar tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi langsung dilatih kompetensinya sesuai kebutuhan pasar industry,” terangnya.
Pendidikan kesetaraannya ini kemudian saya paketin dengan program rekrutmen tenaga kerja tadi. Saya punya program namanya program Dakar (Dapat Kerja). Orang daftar ke pabrik, ada gap kompetensi, kita melatih kompetensinya. Tahun lalu kita latih 2.000 orang, alhamdulillah 1.870 sekian sudah masuk ke dunia kerja.
Faiz juga berharap, skema ini bisa diusulkan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar mendapatkan dukungan anggaran pusat yang lebih besar, mengingat beban IPM terbesar berada pada kelompok warga yang sudah melewati usia sekolah formal. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)