Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang menggelar Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2026 di Gedung Guru Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1282026). Kegiatan yang mengusung tema "Sayangi Anak, Tumbuhkan Potensi, Bangun Masa Depan Bersama Bunda PAUD Kabupaten Batang" tersebut menjadi wadah bagi anak-anak PAUD untuk berekspresi, berkreasi, sekaligus mengembangkan potensi melalui kegiatan yang menyenangkan.
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang menggelar Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2026 di Gedung Guru Batang, Kabupaten Batang, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Sayangi Anak, Tumbuhkan Potensi, Bangun Masa Depan Bersama Bunda PAUD Kabupaten Batang" tersebut menjadi wadah bagi anak-anak PAUD untuk berekspresi, berkreasi, sekaligus mengembangkan potensi melalui kegiatan yang menyenangkan.
Gebyar PAUD 2026 diikuti sekitar 635 anak dari ratusan lembaga PAUD se-Kabupaten Batang. Mereka mengikuti 20 jenis perlombaan yang terbagi dalam tiga kelompok usia. Untuk kelompok Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan Tempat Penitipan Anak (TPA) usia 2-3 tahun terdapat lima jenis lomba. Sementara kelompok usia 3-5 tahun mengikuti lima jenis lomba dan kategori Taman Kanak-Kanak (TK) mengikuti 10 jenis lomba.
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro mengatakan, PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kepribadian sekaligus mengembangkan berbagai aspek kemampuan anak pada masa emas pertumbuhan. Karena itu, layanan PAUD harus diselenggarakan melalui pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan berpusat pada anak.
“Pembelajaran bagi anak usia dini tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Anak perlu memperoleh ruang untuk mengekspresikan diri, berkreasi, berinteraksi, serta mengembangkan potensi melalui berbagai aktivitas edukatif. Selain mengembangkan aspek perkembangan anak, Gebyar PAUD juga bertujuan membangun karakter mandiri, percaya diri, disiplin, dan sportif,” jelasnya.
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, menumbuhkan kreativitas serta bakat anak, dan mempererat silaturahmi antar-lembaga PAUD se-Kabupaten Batang.
Bunda PAUD Batang Faelasufa Faiz Kurniawan mengingatkan para orang tua dan guru agar tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai ukuran utama keberhasilan anak. Setiap anak memiliki karakter, minat, dan potensi yang berbeda. Karena itu, tugas orang tua dan guru adalah menemukan bidang yang paling sesuai dengan potensi masing-masing anak.
“Karena tugas kita sekarang bukan membuat mereka semua jadi sama. Tugas kita sebagai orang tua adalah memfasilitasi agar kita bisa menemukan anak kita itu paling menyala di bidang apa. Ada anak yang memiliki kemampuan menari, membaca, berhitung, menggambar, atau bidang lainnya. Perbedaan tersebut harus dipandang sebagai keunikan yang perlu dikembangkan,” terangnya.
Kalau ada anak yang warnanya merah, kita paksa warnanya hijau, mau dileskan sebesar apa pun, juga tetap warnanya akan merah. Jadi tugas kita adalah mencari apa yang menyala di dalam diri setiap anak dan membantu agar nyala itu menjadi semakin besar,.
Faelasufa juga meminta orang tua dan guru memberikan pendampingan kepada anak yang belum berhasil meraih juara. Sebab, menurut dia, pengalaman tidak mendapatkan piala justru dapat menjadi pembelajaran penting bagi anak untuk mengenal kegagalan dan belajar mencoba kembali.
‘Pialanya mungkin hanya 60, sementara pesertanya ratusan. Tugas kita adalah membesarkan hati mereka kalau nanti pulang enggak dapat piala,” ujar dia.
Ia berharap, anak-anak yang belum berhasil menjadi juara tidak merasa gagal. Sebaliknya, mereka perlu didorong untuk kembali mencoba dan tidak mudah menyerah. Kalau hari ini kalah, besok masih menang.
Faelasufa juga menyebutkan, Gebyar PAUD akan diupayakan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut memiliki manfaat besar karena memberikan pengalaman kepada anak untuk belajar di luar lingkungan kelas sekaligus berinteraksi dengan teman-temannya.
“Gebyar PAUD ini rencananya akan diselenggarakan setiap tahun karena manfaatnya sangat besar, terutama sebagai wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan belajar di luar kelas,” pungkasnya.
Dengan demikian, pendidikan anak usia dini di Kabupaten Batang diharapkan semakin mengedepankan pembelajaran yang menyenangkan, ramah anak, dan mampu mengembangkan potensi setiap peserta didik. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)