Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi

Selasa, 16 Juni 2026 Jumadi Dibaca 25 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (topi hitam), menebar benih ikan saat peresmian program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang.
Batang - Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang membentang hingga wilayah Kabupaten Batang terus dimatangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini menghantui kawasan pesisir utara Jawa.

Batang - Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang membentang hingga wilayah Kabupaten Batang terus dimatangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini menghantui kawasan pesisir utara Jawa.

Tenaga Ahli Utama Bidang Kemitraan Daerah dan Masyarakat Pesisir Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa, M. Khadik menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya masih aktif bekerja menyiapkan berbagai regulasi serta melakukan pemetaan wilayah terdampak dan kebutuhan teknis di lapangan.

Hal tersebut disampaikannya usai menyaksikan peresmian program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Selasa (16/6/2026).

“Kami masih menyiapkan aturan-aturan dan melakukan pemetaan. Prinsipnya proyek ini terus berjalan untuk mencari solusi terbaik yang mampu menyelaraskan kepentingan masyarakat pesisir, nelayan, hingga pemerintah daerah,” jelasnya.

Dijelaskannya, pembangunan Giant Sea Wall bukan hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan rob yang terus terjadi setiap tahun, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan dan pelaku usaha di kawasan pantai utara Jawa.

“Keberadaan infrastruktur tersebut nantinya diharapkan memberikan dampak positif berupa perlindungan kawasan pesisir sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih berkelanjutan. Harapannya tentu tidak hanya mengatasi rob, tetapi juga membuka peluang baru bagi nelayan, pelaku usaha, dan memberikan kenyamanan bagi pemerintah daerah di sepanjang pesisir utara Jawa,” harapnya.

Khadik menyebut, Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa saat ini dipimpin oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit, yang bertugas mengoordinasikan berbagai tahapan persiapan proyek bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terkait.

“Secara cakupan, proyek Giant Sea Wall direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 2.000 kilometer dan melibatkan empat provinsi di Pulau Jawa, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur,” terangnya.

Meski demikian, ia menegaskan waktu pelaksanaan maupun kebutuhan anggaran hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan dan penghitungan secara mendalam di tingkat pusat.

“Semua masih dipersiapkan secara matang bersama kementerian, lembaga, badan otorita, dan pemerintah daerah. Termasuk estimasi pembiayaan yang masih terus dihitung. Di sisi lain, sejumlah tantangan teknis juga masih menjadi perhatian pemerintah, salah satunya terkait keberadaan kabel internet bawah tanah di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak pembangunan tanggul laut raksasa tersebut,” ujar dia.

Menurut Khadik, apabila pembangunan dilakukan secara tertutup langsung, maka biaya pembangunan dinilai lebih efisien. Namun, jika jaringan kabel bawah tanah harus dipindahkan, kebutuhan anggaran diperkirakan akan meningkat cukup signifikan.

“Karena itu berbagai opsi teknis, termasuk penggunaan kanal, masih terus dikaji agar pembangunan nantinya efektif sekaligus efisien,” tandasnya.

Pemerintah berharap proyek Giant Sea Wall dapat menjadi solusi komprehensif dalam mengatasi banjir rob yang selama ini menjadi persoalan tahunan di kawasan pesisir Pantura, termasuk di Kabupaten Batang, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Batang - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Batang tahun 2026 dipastikan berjalan ketat, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun. Seiring dimulainya tahapan pendaftaran sekolah yang mayoritas telah menggunakan sistem daring (online). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1662026).
16 Jun 2026 Jumadi 20
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi 1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
Batang Bulan Muharam tidak hanya menjadi momentum introspeksi diri dan peningkatan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap anak. Di mana umat Islam dianjurkan melipatgandakan kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
16 Jun 2026 Jumadi 129
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (1662026). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.
16 Jun 2026 Jumadi 21
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Batang - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  jenis Pertamax dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 ternyata berdampak pada peningkatan konsumsi Pertalite, karena pengendara memilih harga yang ekonomis. Peningkatan tersebut terjadi sejak pekan lalu, yakni ditandai dengan bertambahnya jumlah pembeli BBM jenis Pertalite.
15 Jun 2026 Jumadi 286
Bupati Batang Pastikan Sekolah Rakyat di Clapar Mulai Dibangun Juli 2026 Bupati Batang Pastikan Sekolah Rakyat di Clapar Mulai Dibangun Juli 2026
Bupati Batang Pastikan Sekolah Rakyat di Clapar Mulai Dibangun Juli 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah, segera memasuki tahap pelaksanaan. Proyek yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tersebut ditargetkan mulai dibangun pada pertengahan Juli 2026.
15 Jun 2026 Jumadi 185
DPRD Batang Soroti SILPA dan Anggaran Tak Terserap dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025 DPRD Batang Soroti SILPA dan Anggaran Tak Terserap dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025
DPRD Batang Soroti SILPA dan Anggaran Tak Terserap dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (1562026).
15 Jun 2026 Jumadi 92