Batang - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Batang tahun 2026 dipastikan berjalan ketat, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun. Seiring dimulainya tahapan pendaftaran sekolah yang mayoritas telah menggunakan sistem daring (online). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1662026).
Batang - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Batang tahun 2026 dipastikan berjalan ketat, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun. Seiring dimulainya tahapan pendaftaran sekolah yang mayoritas telah menggunakan sistem daring (online). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (16/6/2026).
“Pemerintah Kabupaten Batang akan mengawal secara serius pelaksanaan SPMB agar berjalan sesuai aturan yang berlaku. Seluruh jajaran diminta menjaga integritas proses seleksi sehingga memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik. Saya minta kepada semua jajaran bahwa proses rekrutmen dilaksanakan dengan transparan, dengan sebaik-baiknya, tidak ada intervensi, tidak ada titipan apa pun,” jelasnya.
Menurutnya, sistem penerimaan yang telah disiapkan dirancang untuk menciptakan proses seleksi yang akuntabel, terbuka, serta terhindar dari campur tangan pihak luar yang dapat mencederai asas keadilan dalam pendidikan.
Ia juga menilai, dengan mekanisme yang telah dibangun saat ini, masyarakat khususnya orang tua murid cukup mengikuti prosedur resmi yang telah ditentukan tanpa perlu khawatir terhadap praktik-praktik di luar ketentuan.
“Proses-proses yang kita siapkan ini tentu saja untuk mengakomodir supaya prosesnya itu berjalan dengan akuntabel, berjalan dengan transparan, dan tidak terjadi intervensi dari siapa pun,” tegasnya.
Meski demikian, Faiz menyadari penerapan sistem pendaftaran daring masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, terutama orang tua murid yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital atau mengalami kendala teknis saat proses pendaftaran. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk hadir memberikan pendampingan dan bantuan kepada masyarakat agar tidak mengalami kesulitan saat mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah.
“Jika ada masalah-masalah di lapangan, saya tetap minta kepada jajaran untuk membantu dan mendukung semua orang tua yang menghadapi masalah ketika proses pendaftaran anak-anaknya,” terangnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Batang melalui dinas terkait akan menyiapkan layanan bantuan berupa help desk atau posko pendampingan bagi masyarakat. Layanan ini diharapkan dapat membantu wali murid yang mengalami kendala saat mengakses sistem SPMB secara online.
“Saya minta untuk ada desk untuk membantu. Nanti itu disiapkan oleh dinas. Pemkab Batang berharap pelaksanaan SPMB tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan akses pendidikan yang adil bagi seluruh anak di Kabupaten Batang, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang bersih dan professional,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)