Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar

Selasa, 16 Juni 2026 Jumadi Dibaca 1.220 kali Acara Pimpinan Daerah
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (topi hitam), memberikan bibit padi saat peresmian program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (1662026). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (16/6/2026). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.

Peresmian program tersebut turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya BRIN, Kementerian terkait, PT Pertamina (Persero), Pertamina Foundation, serta kelompok tani dan pemangku kepentingan lainnya. Selain budidaya padi biosalin, program ini juga mengembangkan sistem minapadi salin dengan budidaya ikan nila di kawasan pesisir dengan tingkat salinitas tinggi.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, Kabupaten Batang saat ini dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang ditopang industrialisasi dan pengembangan kawasan strategis. Namun demikian, pemerintah daerah tidak ingin mengabaikan persoalan masyarakat pesisir yang selama ini terdampak rob.

“Terdapat lebih dari 300 hektar lahan di dua kelurahan yang selama enam tahun terakhir tidak dapat digarap akibat genangan air laut dan tingginya kadar garam di tanah. Selama ini ada lahan lebih dari 300 hektar yang seperti tersimpan di dalam kotak Pandora, karena belum ada solusi nyata bagi para petani. Hari ini saatnya kita mengembalikan harapan itu,” jelasnya.

Ia menegaskan, peluncuran budidaya padi biosalin dan nila salin bukan sekadar program pertanian biasa, melainkan simbol kebangkitan kawasan pesisir Batang yang selama ini kehilangan produktivitas akibat rob.

“Ini bukan akhir, tapi permulaan baru bagi Kabupaten Batang. Kita hadir bersama untuk membuktikan bahwa lahan yang dulu dianggap mati dapat kembali menjadi ladang kehidupan,” terangnya.

Faiz juga menjelaskan, varietas padi biosalin yang dikembangkan memiliki ketahanan terhadap kadar garam tinggi dan genangan air pasang, sehingga dinilai cocok diterapkan di kawasan pesisir yang terdampak intrusi air laut.

Ia berharap, program ini tidak berhenti pada lahan percontohan seluas 32 hektar, tetapi dapat diperluas hingga menjangkau seluruh kawasan rob seluas lebih dari 300 hektar di Kabupaten Batang.

“Kami ingin para petani kembali memiliki harapan. Pemerintah pusat dan daerah punya komitmen untuk terus mendampingi, mulai dari penyediaan bibit hingga membuka akses pasar,” harapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN RI, Yopi menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan pendekatan inovatif dan berbasis ilmu pengetahuan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim, intrusi air laut, serta alih fungsi lahan.

“Program Minapadi Salin bertema Green Manufacturing untuk Optimalisasi Lahan Salin Pesisir pada Kawasan Salinitas Tinggi menjadi contoh nyata penerapan hasil riset untuk menjawab tantangan di lapangan,” tuturnya.

Melalui pemanfaatan lahan salin yang selama ini dianggap terbatas, kita berhasil mengembangkan sistem budidaya terpadu yang mengombinasikan padi toleran salinitas, ikan nila salin, hingga rumput laut. Ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi dan produktivitas masyarakat pesisir.

Ia juga menambahkan, BRIN tidak ingin hasil riset hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi nyata bagi persoalan daerah.

“Karena itu, BRIN mengapresiasi kolaborasi antara Pemkab Batang, Pertamina, akademisi, kelompok tani, hingga pemerintah pusat sebagai bentuk ideal hilirisasi inovasi berbasis riset. Kolaborasi ini menjadi model bagaimana hasil riset diterapkan langsung untuk meningkatkan produktivitas usaha tani, membuka peluang ekonomi baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.

Melalui program budidaya padi biosalin ini, Pemkab Batang berharap kawasan pesisir yang selama ini terdampak rob dapat kembali produktif, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan masyarakat pesisir. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 53
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 95
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 150
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 73
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 125
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 125