Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar

Selasa, 16 Juni 2026 Jumadi Dibaca 34 kali Acara Pimpinan Daerah
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (topi hitam), memberikan bibit padi saat peresmian program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (1662026). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (16/6/2026). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.

Peresmian program tersebut turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya BRIN, Kementerian terkait, PT Pertamina (Persero), Pertamina Foundation, serta kelompok tani dan pemangku kepentingan lainnya. Selain budidaya padi biosalin, program ini juga mengembangkan sistem minapadi salin dengan budidaya ikan nila di kawasan pesisir dengan tingkat salinitas tinggi.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, Kabupaten Batang saat ini dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang ditopang industrialisasi dan pengembangan kawasan strategis. Namun demikian, pemerintah daerah tidak ingin mengabaikan persoalan masyarakat pesisir yang selama ini terdampak rob.

“Terdapat lebih dari 300 hektar lahan di dua kelurahan yang selama enam tahun terakhir tidak dapat digarap akibat genangan air laut dan tingginya kadar garam di tanah. Selama ini ada lahan lebih dari 300 hektar yang seperti tersimpan di dalam kotak Pandora, karena belum ada solusi nyata bagi para petani. Hari ini saatnya kita mengembalikan harapan itu,” jelasnya.

Ia menegaskan, peluncuran budidaya padi biosalin dan nila salin bukan sekadar program pertanian biasa, melainkan simbol kebangkitan kawasan pesisir Batang yang selama ini kehilangan produktivitas akibat rob.

“Ini bukan akhir, tapi permulaan baru bagi Kabupaten Batang. Kita hadir bersama untuk membuktikan bahwa lahan yang dulu dianggap mati dapat kembali menjadi ladang kehidupan,” terangnya.

Faiz juga menjelaskan, varietas padi biosalin yang dikembangkan memiliki ketahanan terhadap kadar garam tinggi dan genangan air pasang, sehingga dinilai cocok diterapkan di kawasan pesisir yang terdampak intrusi air laut.

Ia berharap, program ini tidak berhenti pada lahan percontohan seluas 32 hektar, tetapi dapat diperluas hingga menjangkau seluruh kawasan rob seluas lebih dari 300 hektar di Kabupaten Batang.

“Kami ingin para petani kembali memiliki harapan. Pemerintah pusat dan daerah punya komitmen untuk terus mendampingi, mulai dari penyediaan bibit hingga membuka akses pasar,” harapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN RI, Yopi menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan pendekatan inovatif dan berbasis ilmu pengetahuan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim, intrusi air laut, serta alih fungsi lahan.

“Program Minapadi Salin bertema Green Manufacturing untuk Optimalisasi Lahan Salin Pesisir pada Kawasan Salinitas Tinggi menjadi contoh nyata penerapan hasil riset untuk menjawab tantangan di lapangan,” tuturnya.

Melalui pemanfaatan lahan salin yang selama ini dianggap terbatas, kita berhasil mengembangkan sistem budidaya terpadu yang mengombinasikan padi toleran salinitas, ikan nila salin, hingga rumput laut. Ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi dan produktivitas masyarakat pesisir.

Ia juga menambahkan, BRIN tidak ingin hasil riset hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi nyata bagi persoalan daerah.

“Karena itu, BRIN mengapresiasi kolaborasi antara Pemkab Batang, Pertamina, akademisi, kelompok tani, hingga pemerintah pusat sebagai bentuk ideal hilirisasi inovasi berbasis riset. Kolaborasi ini menjadi model bagaimana hasil riset diterapkan langsung untuk meningkatkan produktivitas usaha tani, membuka peluang ekonomi baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.

Melalui program budidaya padi biosalin ini, Pemkab Batang berharap kawasan pesisir yang selama ini terdampak rob dapat kembali produktif, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan masyarakat pesisir. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Batang - Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang membentang hingga wilayah Kabupaten Batang terus dimatangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini menghantui kawasan pesisir utara Jawa.
16 Jun 2026 Jumadi 38
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi 1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
Batang Bulan Muharam tidak hanya menjadi momentum introspeksi diri dan peningkatan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap anak. Di mana umat Islam dianjurkan melipatgandakan kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
16 Jun 2026 Jumadi 160
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Batang - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Batang tahun 2026 dipastikan berjalan ketat, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun. Seiring dimulainya tahapan pendaftaran sekolah yang mayoritas telah menggunakan sistem daring (online). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1662026).
16 Jun 2026 Jumadi 30
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Batang - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  jenis Pertamax dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 ternyata berdampak pada peningkatan konsumsi Pertalite, karena pengendara memilih harga yang ekonomis. Peningkatan tersebut terjadi sejak pekan lalu, yakni ditandai dengan bertambahnya jumlah pembeli BBM jenis Pertalite.
15 Jun 2026 Jumadi 289
Bupati Batang Pastikan Sekolah Rakyat di Clapar Mulai Dibangun Juli 2026 Bupati Batang Pastikan Sekolah Rakyat di Clapar Mulai Dibangun Juli 2026
Bupati Batang Pastikan Sekolah Rakyat di Clapar Mulai Dibangun Juli 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah, segera memasuki tahap pelaksanaan. Proyek yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tersebut ditargetkan mulai dibangun pada pertengahan Juli 2026.
15 Jun 2026 Jumadi 190
DPRD Batang Soroti SILPA dan Anggaran Tak Terserap dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025 DPRD Batang Soroti SILPA dan Anggaran Tak Terserap dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025
DPRD Batang Soroti SILPA dan Anggaran Tak Terserap dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (1562026).
15 Jun 2026 Jumadi 95