Batang Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kabupaten Batang sukses menelurkan nakhoda baru. Afif Rahman terpilih secara resmi untuk menduduki kursi ketua umum, menggantikan pejabat lama, Ali Sadikin.
Batang – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kabupaten Batang sukses menelurkan nakhoda baru. Afif Rahman terpilih secara resmi untuk menduduki kursi ketua umum, menggantikan pejabat lama, Ali Sadikin.
Langkah penyegaran organisasi ini sengaja dipercepat lewat Muskab bulan Mei ini demi menjaga keaktifan SK kepengurusan. Langkah strategis tersebut diambil agar kontingen catur gajah asal Batang ini dapat melenggang mulus tanpa kendala administrasi dalam ajang Porprov mendatang.
Waketum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batang Bidang Organisasi Hukum dan Perencanaan, Roman Assahab, memberikan apresiasi tinggi terhadap fondasi kokoh yang ditinggalkan oleh kepengurusan sebelumnya. Di bawah komando Ali Sadikin, olahraga asah otak ini berkembang masif hingga merambah ke 12 kecamatan melalui kehadiran 12 klub resmi.
“PEXI di era yang terdahulu, di era kepemimpinan Pak Ali Sadikin, itu berjalan sangat bagus, mampu mengorbitkan atlet-atlet muda dari usia dini (SD) sampai yang senior usia 60–67 tahun,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (23/5/2026).
Prestasi tingkat junior pun terbilang mentereng karena anak-anak usia sekolah dasar sudah mampu berbicara banyak di level provinsi hingga nasional. Modal kuat inilah yang akan dibawa Batang menuju arena Porprov Semarang Raya 2026 pada 24–30 Oktober mendatang. Mengacu pada raihan babak kualifikasi tahun 2025 yang mengamankan 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu, target besar pun dicanangkan.
“Target ke depan hasil musyawarah kemarin, dari 7 emas yang ada di Porprov, PEXI Kabupaten Batang menargetkan minimal 4 emas, syukur bisa 6 emas. Semuanya terukur. Nah, ini mau mengintervensi yang perak 3 ini bisa menjadi emas,” jelasnya.
Terpilihnya Afif Rahman membawa angin segar bagi pola pembinaan usia dini. Menjabat sebagai Kepala Sekolah SD di Adinuso Subah sekaligus Sekretaris Jenderal PGRI Kabupaten Batang, Afif memiliki posisi strategis untuk memasukkan Xiangqi ke dalam lingkungan sekolah.
Menariknya, lewat lobi kepengurusan sebelumnya, PEXI Batang berhasil mendapat tiket khusus untuk langsung bertanding di Porprov 2026 tanpa harus melewati fase eksibisi di tingkat provinsi terlebih dahulu.
Ketua PEXI Batang Afif Rahman menegaskan, bahwa Xiangqi adalah olahraga yang sangat merakyat dan tidak menuntut fasilitas yang muluk-muluk.
“Pola pembinaan jelas nanti dari sekolah, kemudian dari kampung-kampung, karena PEXI ini sebetulnya di mana pun dia bisa berlatih. Tidak membutuhkan venue yang mewah. Karena PEXI ini belajar di kamar bisa, di pos kamling bisa, apalagi di sekolah-sekolah,” terangnya.
Ke depan, ia menyimpan asa besar agar olahraga ini bisa melembaga secara struktural di sekolah-sekolah setempat melalui program khusus.
“Harapan ke depannya nanti paling tidak ada kurikulum kearifan lokal atau kurikulum tambahan lah di sekolah-sekolah, sehingga Batang ini nanti sama seperti Kudus yang juga sudah bergelora di sekolah-sekolah,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PEXI Provinsi Jawa Tengah Bambang Wuragil mengaku kagum sekaligus menegaskan posisi Batang yang sangat krusial bagi peta kekuatan Xiangqi di Jawa Tengah. Sebagai salah satu daerah pionir pembentukan kepengurusan, Batang dinilai sudah sepatutnya menjadi kiblat prestasi.
“Dari 22 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah, Batang merupakan barometer dari keberadaan PEXI ini, di mana Batang juga sebagai kabupaten yang paling awal terbentuk di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Lewat suasana musyawarah yang berjalan sejuk dan harmonis, Bambang Wuragil menaruh keyakinan penuh di pundak Afif Rahman. Ia berharap kepengurusan baru ini tidak hanya puas pada level domestik.
“Tidak hanya memunculkan atlet-atlet yang juara nasional, tapi harapan dari Pak Bambang nanti bisa di level Asia, ASEAN, maupun sampai internasional,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)