Batang - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang terus dilaksanakan secara bertahap di tiap desakelurahan. Salah satunya, KDMP Pasekaran selain bangunan yang sudah berdiri dan sarana prasarana yang terus dilengkapi, juga menghadirkan pelaku UMKM, agar membantu menghidupkan perekonomian setempat.
Batang - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang terus dilaksanakan secara bertahap di tiap desa/kelurahan. Salah satunya, KDMP Pasekaran selain bangunan yang sudah berdiri dan sarana prasarana yang terus dilengkapi, juga menghadirkan pelaku UMKM, agar membantu menghidupkan perekonomian setempat.
Sejumlah sarana prasarana seperti rak dan etalase hingga ruangan untuk kegiatan jual beli pun telah disiapkan, termasuk armada angkut.
Kepala Desa Pasekaran, Azizin terus memantau progres KDMP tersebut, mulai dari perekrutan petugas, apabila koperasi koperasi dibuka.
“Bangunannya sudah siap, kendaraan untuk distribusi siap, tinggal kita menanti pengirimab logistik Kebutuhan untuk dijualbelikan. Proses yang sedang berlangsung, rekrutmen dari manajer dan petugas yang dites secara online, untuk mendukung kelancaran kegiatan koperasi,” katanya saat memantau KDMP Desa Pasekaran, Kabupaten Batang, Selasa (19/5/2026).
Secara kepengurusan telah terbentuk, dengan jumlah puluhan anggota yang terdiri dari warga, pengurus PKK, perangkat desa. Tak hanya kelengkapan infrastruktur, sebagai wujud sinergi positif, keberadaan KDMP Pasekaran pun mulai dilengkapi dengan pelaku UMKM yang buka sejak beberapa pekan lalu.
“Ya, ini inisiatif kami biar meningkatkan pergerakan perekonomian, di samping area koperasi dibangun warung kopi dan angkringan malam harinya. Sudah buka dua Minggu lalu, tujuannya biar makin menghidupkan KDMP Pasekaran ketika buka nanti,” jelasnya.
Di sisi lain, ia sedang mengoptimalkan produk kopi dari berbagai wilayah yang segera dijajakan di Warung Kopi Nusantara.
“Memang tidak semua KDMP itu dilengkapi dengan warung kopi atau angkringan, tapi di sini sengaja inisiatif kami biar warga makin mudah berbelanja kebutuhan di koperasi sambil ngopi,” terangnya.
Sementara itu, pengelola angkringan, Slamet mengaku bersyukur karena kini memiliki kesibukan lain yakni berbisnis angkringan. Setiap malam ia membuka angkringan dengan menu-menu tradisional dengan harga merakyat.
“Alhamdulillah sekarang selain jualan kambing kurban, kalau malam saya jualan makanan di angkringan. Macam-macam menunya ada nasi kucing (nasi dan lauk dengan porsi kecil), aneka kopi dan makanan ringan, omsetnya masih Rp100 ribu sampai Rp200 ribu, wong, baru buka dua Minggu kok,” ujar dia.
Ia berharap, KDMP Pasekaran segera dibuka, agar warung angkringan miliknya makin banyak konsumen yang mampir membeli kopi dan makanan ringan. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)