Bupati Batang Dorong Desa Mandiri Kelola Sampah, BUMDes Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 19 Mei 2026 Jumadi Dibaca 53 kali Acara Pimpinan Daerah
Bupati Batang Dorong Desa Mandiri Kelola Sampah, BUMDes Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, memberikan sambutan saat Rkor Bantuan keuangan (BanKeu) kepada Pemerintah desa di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mendorong desa-desa memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri hingga tingkat desa guna menciptakan lingkungan bersih sekaligus memperkuat kemandirian fiskal desa. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, saat rapat koordinasi Kantuan keuangan (BanKeu) kepada Pemerintah desa di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1952026).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mendorong desa-desa memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri hingga tingkat desa guna menciptakan lingkungan bersih sekaligus memperkuat kemandirian fiskal desa. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, saat rapat koordinasi Kantuan keuangan (BanKeu) kepada Pemerintah desa di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (19/5/2026).

Faiz menegaskan, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang hanya sebagai persoalan kebersihan, tetapi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi desa melalui penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Ke depan desa-desa di Kabupaten Batang harus punya kemandirian pengelolaan sampah yang baik, sehingga tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat membangun kemandirian fiskal desa,” jelasnya.

Menurut Faiz, sejumlah desa di Kabupaten Batang telah mulai membangun fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) salah satunya Desa Tersono. Model pengelolaan tersebut diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain.

“Pemkab Batang juga tengah menyiapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di wilayah timur melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul. Beberapa kecamatan yang didorong mulai menerapkan manajemen pengelolaan sampah tingkat desa di antaranya Gringsing, Subah, Banyuputih, Tersono, dan Limpung,” terangnya.

Faiz juga menjelaskan, pengelolaan sampah desa nantinya diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan BUMDes.

“Dalam skema tersebut, desa dapat mengolah sampah yang memiliki nilai jual, sementara sampah residu yang tidak mampu dikelola desa akan diarahkan ke TPST Sentul,” ungkapnya.

Faiz juga mengenalkan konsep polluter pays atau pencemar membayar sebagai pendekatan baru dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Batang. Prinsip tersebut menekankan bahwa masyarakat yang menghasilkan sampah juga memiliki tanggung jawab pembiayaan pengelolaannya.

“Selama ini masih ada pola pikir bahwa setelah membayar retribusi, masyarakat bebas membuang sampah. Ke depan harus berubah. Yang menghasilkan sampah, maka ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaannya,” ujar dia.

Konsep tersebut dirancang mencontoh sistem pengelolaan sampah di Jepang dengan pendekatan pemilahan sejak dari rumah tangga. BUMDes nantinya akan menyediakan plastik khusus untuk sampah berdasarkan jenisnya, misalnya plastik putih untuk sampah anorganik seperti botol dan kemasan plastik yang masih memiliki nilai ekonomi, serta plastik hitam untuk sampah organik.

“Pengambilan sampah dilakukan berdasarkan jadwal yang telah disepakati bersama, misalnya hari tertentu untuk sampah anorganik dan hari lainnya untuk sampah organik. Warga diwajibkan membeli plastik khusus tersebut melalui BUMDes, di mana harga pembelian sudah termasuk biaya pengangkutan sampah,” imbuhnya.

Menurut Bupati, skema tersebut dinilai lebih adil dibandingkan sistem retribusi tarif rata karena masyarakat membayar sesuai jumlah sampah yang dihasilkan.

“Kalau sistem tarif rata, orang yang buang sampah sedikit dan banyak bayar sama. Dengan sistem ini, warga yang menghasilkan sampah lebih banyak otomatis membayar lebih banyak, sehingga lebih proporsional,” tandasnya.

Melalui penguatan manajemen sampah tingkat desa, Pemkab Batang berharap tercipta lingkungan yang lebih bersih, budaya pengelolaan sampah yang tertib, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan desa melalui penguatan ekonomi berbasis BUMDes. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Prioritaskan Keseimbangan Ekosistem Kota, Bupati Batang Fokuskan Anggaran untuk Pemeliharaan RTH Prioritaskan Keseimbangan Ekosistem Kota, Bupati Batang Fokuskan Anggaran untuk Pemeliharaan RTH
Prioritaskan Keseimbangan Ekosistem Kota, Bupati Batang Fokuskan Anggaran untuk Pemeliharaan RTH
Batang - Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bukan sekadar pemanis wajah kota. Lebih dari itu, RTH adalah paru-paru yang menjaga keseimbangan ekosistem, memperbaiki kualitas udara, menurunkan suhu perkotaan, hingga menjadi benteng resapan air demi mencegah banjir. Menyadari vitalnya fungsi tersebut.
19 Mei 2026 Jumadi 41
Tekankan Sinkronisasi Visi Pembangunan, Pemkab Batang Salurkan BanKeu Rp15,8 Miliar untuk Desa Tekankan Sinkronisasi Visi Pembangunan, Pemkab Batang Salurkan BanKeu Rp15,8 Miliar untuk Desa
Tekankan Sinkronisasi Visi Pembangunan, Pemkab Batang Salurkan BanKeu Rp15,8 Miliar untuk Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar rapat koordinasi Bantuan keuangan (BanKeu) kepada Pemerintah desa di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1952026). Kegiatan tersebut menjadi forum penyamaan persepsi antara Pemerintah daerah dan Pemerintah desa dalam mempercepat pembangunan wilayah.
19 Mei 2026 Jumadi 51
Hadirkan UMKM, KDMP Pasekaran Berupaya Hidupkan Nadi Perekonomian Lokal Hadirkan UMKM, KDMP Pasekaran Berupaya Hidupkan Nadi Perekonomian Lokal
Hadirkan UMKM, KDMP Pasekaran Berupaya Hidupkan Nadi Perekonomian Lokal
Batang - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang terus dilaksanakan secara bertahap di tiap desakelurahan. Salah satunya, KDMP Pasekaran selain bangunan yang sudah berdiri dan sarana prasarana yang terus dilengkapi, juga menghadirkan pelaku UMKM, agar membantu menghidupkan perekonomian setempat.
19 Mei 2026 Jumadi 94
Setia di Tengah Redupnya Tren, Kisah Yosi, Penjaga "Nadi" Batu Akik di Batang Setia di Tengah Redupnya Tren, Kisah Yosi, Penjaga "Nadi" Batu Akik di Batang
Setia di Tengah Redupnya Tren, Kisah Yosi, Penjaga "Nadi" Batu Akik di Batang
Batang - Di jari manisnya, sebuah batu berkarakter unik melingkar kokoh. Bagi Yosi (51), kilau batu itu tidak pernah pudar, meski riuh rendah demam batu akik di tanah air sudah lama senyap. Di saat orang lain sudah menyisihkan kotak cincin mereka ke gudang, warga Rowobelang, Kabupaten Batang ini justru memilih bertahan, merawat hobi yang telah mendarah daging sejak ia masih berseragam Sekolah Menengah Pertama (SMP).
18 Mei 2026 Jumadi 87
14 DPK KNPI Batang Dilantik Serentak, Perkuat Peran Pemuda Dukung Pembangunan Daerah 14 DPK KNPI Batang Dilantik Serentak, Perkuat Peran Pemuda Dukung Pembangunan Daerah
14 DPK KNPI Batang Dilantik Serentak, Perkuat Peran Pemuda Dukung Pembangunan Daerah
Batang - Sebanyak 14 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se-Kabupaten Batang masa bakti 20252028 resmi dilantik secara serentak di Pendopo Kabupaten Batang, Senin (1852026). Pelantikan mengusung tema Revitalisasi, Eksistensi, dan Kolaborasi Peran Pemuda dalam Mewujudkan Cita-Cita Kabupaten Batang.
18 Mei 2026 Jumadi 118
Sertijab Dandim Batang, Danrem Wijayakusuma Fokus Pembetukan Yon TP Sertijab Dandim Batang, Danrem Wijayakusuma Fokus Pembetukan Yon TP
Sertijab Dandim Batang, Danrem Wijayakusuma Fokus Pembetukan Yon TP
Batang - Sebagai wujud dukungan TNI terhadap program kerja pemerintah pusat, utamanya ketahanan pangan nasional, saat ini Korem 071Wijayakusuma bersama Kodim 0736Batang berfokus dalam pembentukan Satuan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).
18 Mei 2026 Jumadi 160