Setia di Tengah Redupnya Tren, Kisah Yosi, Penjaga "Nadi" Batu Akik di Batang

Senin, 18 Mei 2026 Jumadi Dibaca 218 kali IKM UKM UMKM
Setia di Tengah Redupnya Tren, Kisah Yosi, Penjaga "Nadi" Batu Akik di Batang
Salah satu pembuat batu akik Yosi memperlihatkan hasil karyanya di kediamannya, Desa Rowobelang, Kabupaten Batang.
Batang - Di jari manisnya, sebuah batu berkarakter unik melingkar kokoh. Bagi Yosi (51), kilau batu itu tidak pernah pudar, meski riuh rendah demam batu akik di tanah air sudah lama senyap. Di saat orang lain sudah menyisihkan kotak cincin mereka ke gudang, warga Rowobelang, Kabupaten Batang ini justru memilih bertahan, merawat hobi yang telah mendarah daging sejak ia masih berseragam Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Batang - Di jari manisnya, sebuah batu berkarakter unik melingkar kokoh. Bagi Yosi (51), kilau batu itu tidak pernah pudar, meski riuh rendah demam batu akik di tanah air sudah lama senyap. Di saat orang lain sudah menyisihkan kotak cincin mereka ke gudang, warga Rowobelang, Kabupaten Batang ini justru memilih bertahan, merawat hobi yang telah mendarah daging sejak ia masih berseragam Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bagi Yosi, batu akik bukan sekadar aksesori jemari atau komoditas musiman yang bisa ditinggalkan saat masanya lewat. Ada perjalanan panjang yang mengikat batinnya dengan batuan alam ini. Uniknya, ikatan itu bermula dari sebuah ketertarikan yang sarat dengan cerita mistis hal yang sangat lekat dengan dunia batu cincin di masa lalu.

“Dulu waktu SMP memang awalnya tertarik karena unsur mistisnya. Dulu banyak yang percaya batu akik punya aura atau kekuatan tertentu,” katanya, saat ditemui di kediamannya, Desa Rowobelang, Kabupaten Batang, Senin (18/5/2026).

Waktu terus bergulir, dan kedewasaan mengubah cara pandang Yosi. Terutama ketika demam batu akik melanda Indonesia secara masif beberapa tahun silam. Saat itu, pandangan masyarakat terhadap batu akik mengalami pergeseran besar. Batu cincin tidak lagi melulu soal dunia gaib, melainkan naik kelas menyentuh ranah seni, keindahan estetika, hingga nilai ekonomi yang menjanjikan.

“Kalau sekarang lebih ke unsur seni dan keindahannya. Batu akik itu sebenarnya karya alam yang unik. Coraknya beda-beda, warnanya juga bermacam-macam. Itu yang membuat menarik,” ujarnya sembari menunjukkan beberapa koleksinya,” jelasnya.

Bagi Yosi, setiap batu memiliki jiwa dan karakter tersendiri. Karakter unik inilah yang membuat radar pemburunya selalu menyala untuk mencari koleksi baru. Rasa penasaran itu seperti tidak ada habisnya.

“Namanya hobi ya enggak bisa berhenti. Selalu ingin cari yang belum punya. Kadang beli, kadang barter atau tukar sama teman komunitas,” ungkapnya.

Hingga saat ini, lemari koleksi Yosi sudah dihuni oleh sekitar 50 butir batu akik dari berbagai jenis. Menariknya, jika diminta memilih satu saja yang paling ia sukai, Yosi akan langsung menyerah.

“Kalau ditanya paling suka yang mana ya susah. Hampir semuanya suka karena masing-masing punya keunikan sendiri. Jika dulu di masa remaja koleksinya didominasi oleh jenis batu akik atau agate yang kental dengan nuansa mistis, kini isi kotaknya jauh lebih berwarna. Koleksinya bertransformasi menjadi lebih beragam, mulai dari batuan dengan corak gambar yang unik hingga batu yang memiliki nilai seni tinggi,” terangnya.

Yosi juga menyebutkan, kini, riuh rendah pasar batu akik memang sudah mereda. Pasar bergerak menjadi lebih selektif dan menyisakan mereka yang benar-benar cinta. Namun, Yosi menolak anggapan bahwa dunia batu akik telah mati. Menurutnya, potensi industri ini masih sangat besar jika dikelola dan didukung dengan tepat.

“Salah satu tantangan terbesar di Batang adalah geografis. Daerah ini bukanlah wilayah penghasil batu akik, sehingga para pengrajin dan penghobi kerap kesulitan mendapatkan variasi bahan baku mentah,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, harga batu akik sekarang macam-macam. Ada yang Rp100 ribu sampai Rp1 juta juga ada, tergantung jenis dan kualitasnya. Tren boleh saja redup dan berganti dengan tren-tren baru yang dibawa zaman.

Namun bagi Yosi dan para anggota Kombabat, batu akik telah melompat jauh dari sekadar simbol mistis atau gaya-gayaan sesaat. Ia telah menjelma menjadi karya seni abadi, sebuah warisan alam yang akan terus hidup di sela-sela jemari para pencintanya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

DP3AP2KB Peringati Hari Anak Nasional Bersama Forum Anak, Wujudkan Kabupaten Batang Ramah Anak DP3AP2KB Peringati Hari Anak Nasional Bersama Forum Anak, Wujudkan Kabupaten Batang Ramah Anak
DP3AP2KB Peringati Hari Anak Nasional Bersama Forum Anak, Wujudkan Kabupaten Batang Ramah Anak
Batang Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang bersama Forum Anak Kabupaten Batang menggelar kegiatan Peringatan HAN yang berlangsung meriah dengan melibatkan anak-anak dari berbagai sekolah dan komunitas di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Minggu (2672026).
26 Jul 2026 Jumadi 28
Luncurkan Single Baru, Suka Band Ajak Generasi Z Cintai Musik Indie Luncurkan Single Baru, Suka Band Ajak Generasi Z Cintai Musik Indie
Luncurkan Single Baru, Suka Band Ajak Generasi Z Cintai Musik Indie
Batang - Banyak cara mengungkapkan perasaan, mulai dari ucapan bahkan melalui sebuah karya lirik lagu yang dibalut menjadi rangkaian nada indah. Itulah ungkapan perasaan dari personel grup Suka Band yang berkolaborasi bersama komunitas perupa Serbuk Pensil dalam dua karyanya "Negasi dan Sisi Hati", untuk mengajak generasi z bermusik di kampung sendiri.
25 Jul 2026 Jumadi 65
Susur Pantai Ilmiah IV, Edukasi Generasi Muda Jaga Kelestarian Pesisir Batang Susur Pantai Ilmiah IV, Edukasi Generasi Muda Jaga Kelestarian Pesisir Batang
Susur Pantai Ilmiah IV, Edukasi Generasi Muda Jaga Kelestarian Pesisir Batang
Batang - Komunitas Remaja Anti Candu Narkotika Pecinta Alam Lingkungan Manusia (RACIKAPALM) Batang menggelar kegiatan Susur Pantai Ilmiah IV di Pantai Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Sabtu (2572026) malam. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah edukasi sekaligus aksi nyata untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian kawasan pesisir.
25 Jul 2026 Jumadi 52
Pentaskan Lurung Kalabendu, Teater Jaten Ingatkan Masyarakat Bijak Kelola Keuangan Pentaskan Lurung Kalabendu, Teater Jaten Ingatkan Masyarakat Bijak Kelola Keuangan
Pentaskan Lurung Kalabendu, Teater Jaten Ingatkan Masyarakat Bijak Kelola Keuangan
Batang - Terdesak oleh kebutuhan hidup atau bahkan pola hidup hedonis yang tak diimbangi kemampuan mengelola keuangan, seringkali mengakibatkan munculnya polemik kehidupan sosial. Terinspirasi dari kehidupan sosial di sekitar, menginspirasi Komunitas Teater Jaten mementaskan lakon "Lurung Kalabendu" karya Joko Bibit Santoso, sebagai pengingat bagi masyarakat, agar selalu berpikir panjang sebelum mengambil keputusan, sehingga tak menyesal di kemudian hari.
25 Jul 2026 Jumadi 27
Tantangan Baru Gen Z Batang dalam Mengasuh Buah Hati Tantangan Baru Gen Z Batang dalam Mengasuh Buah Hati
Tantangan Baru Gen Z Batang dalam Mengasuh Buah Hati
Batang - Di tengah kepungan layar gawai dan bisingnya linimasa media sosial, menjadi orang tua muda di era sekarang jelas bukan perkara mudah. Generasi Z yang kini mulai membina rumah tangga di Kabupaten Batang dihadapkan pada satu ujian besar: bagaimana menjaga jemari kecil anak-anak mereka agar tak melulu menempel pada gadget?
24 Jul 2026 Jumadi 76
Jogging Track Stadion Moh Sarengat Dibangun Berstandar Jatidiri, Ditarget Rampung Oktober 2026 Jogging Track Stadion Moh Sarengat Dibangun Berstandar Jatidiri, Ditarget Rampung Oktober 2026
Jogging Track Stadion Moh Sarengat Dibangun Berstandar Jatidiri, Ditarget Rampung Oktober 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat pembangunan infrastruktur olahraga sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus menyediakan ruang publik yang representatif bagi masyarakat. Salah satu proyek strategis yang saat ini tengah dikebut adalah pembangunan lanjutan jogging track Stadion Moh Sarengat yang memasuki tahap pengerjaan lapisan atas lintasan.
24 Jul 2026 Jumadi 122