Setia di Tengah Redupnya Tren, Kisah Yosi, Penjaga "Nadi" Batu Akik di Batang

Senin, 18 Mei 2026 Jumadi Dibaca 324 kali IKM UKM UMKM
Setia di Tengah Redupnya Tren, Kisah Yosi, Penjaga "Nadi" Batu Akik di Batang
Salah satu pembuat batu akik Yosi memperlihatkan hasil karyanya di kediamannya, Desa Rowobelang, Kabupaten Batang.
Batang - Di jari manisnya, sebuah batu berkarakter unik melingkar kokoh. Bagi Yosi (51), kilau batu itu tidak pernah pudar, meski riuh rendah demam batu akik di tanah air sudah lama senyap. Di saat orang lain sudah menyisihkan kotak cincin mereka ke gudang, warga Rowobelang, Kabupaten Batang ini justru memilih bertahan, merawat hobi yang telah mendarah daging sejak ia masih berseragam Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Batang - Di jari manisnya, sebuah batu berkarakter unik melingkar kokoh. Bagi Yosi (51), kilau batu itu tidak pernah pudar, meski riuh rendah demam batu akik di tanah air sudah lama senyap. Di saat orang lain sudah menyisihkan kotak cincin mereka ke gudang, warga Rowobelang, Kabupaten Batang ini justru memilih bertahan, merawat hobi yang telah mendarah daging sejak ia masih berseragam Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bagi Yosi, batu akik bukan sekadar aksesori jemari atau komoditas musiman yang bisa ditinggalkan saat masanya lewat. Ada perjalanan panjang yang mengikat batinnya dengan batuan alam ini. Uniknya, ikatan itu bermula dari sebuah ketertarikan yang sarat dengan cerita mistis hal yang sangat lekat dengan dunia batu cincin di masa lalu.

“Dulu waktu SMP memang awalnya tertarik karena unsur mistisnya. Dulu banyak yang percaya batu akik punya aura atau kekuatan tertentu,” katanya, saat ditemui di kediamannya, Desa Rowobelang, Kabupaten Batang, Senin (18/5/2026).

Waktu terus bergulir, dan kedewasaan mengubah cara pandang Yosi. Terutama ketika demam batu akik melanda Indonesia secara masif beberapa tahun silam. Saat itu, pandangan masyarakat terhadap batu akik mengalami pergeseran besar. Batu cincin tidak lagi melulu soal dunia gaib, melainkan naik kelas menyentuh ranah seni, keindahan estetika, hingga nilai ekonomi yang menjanjikan.

“Kalau sekarang lebih ke unsur seni dan keindahannya. Batu akik itu sebenarnya karya alam yang unik. Coraknya beda-beda, warnanya juga bermacam-macam. Itu yang membuat menarik,” ujarnya sembari menunjukkan beberapa koleksinya,” jelasnya.

Bagi Yosi, setiap batu memiliki jiwa dan karakter tersendiri. Karakter unik inilah yang membuat radar pemburunya selalu menyala untuk mencari koleksi baru. Rasa penasaran itu seperti tidak ada habisnya.

“Namanya hobi ya enggak bisa berhenti. Selalu ingin cari yang belum punya. Kadang beli, kadang barter atau tukar sama teman komunitas,” ungkapnya.

Hingga saat ini, lemari koleksi Yosi sudah dihuni oleh sekitar 50 butir batu akik dari berbagai jenis. Menariknya, jika diminta memilih satu saja yang paling ia sukai, Yosi akan langsung menyerah.

“Kalau ditanya paling suka yang mana ya susah. Hampir semuanya suka karena masing-masing punya keunikan sendiri. Jika dulu di masa remaja koleksinya didominasi oleh jenis batu akik atau agate yang kental dengan nuansa mistis, kini isi kotaknya jauh lebih berwarna. Koleksinya bertransformasi menjadi lebih beragam, mulai dari batuan dengan corak gambar yang unik hingga batu yang memiliki nilai seni tinggi,” terangnya.

Yosi juga menyebutkan, kini, riuh rendah pasar batu akik memang sudah mereda. Pasar bergerak menjadi lebih selektif dan menyisakan mereka yang benar-benar cinta. Namun, Yosi menolak anggapan bahwa dunia batu akik telah mati. Menurutnya, potensi industri ini masih sangat besar jika dikelola dan didukung dengan tepat.

“Salah satu tantangan terbesar di Batang adalah geografis. Daerah ini bukanlah wilayah penghasil batu akik, sehingga para pengrajin dan penghobi kerap kesulitan mendapatkan variasi bahan baku mentah,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, harga batu akik sekarang macam-macam. Ada yang Rp100 ribu sampai Rp1 juta juga ada, tergantung jenis dan kualitasnya. Tren boleh saja redup dan berganti dengan tren-tren baru yang dibawa zaman.

Namun bagi Yosi dan para anggota Kombabat, batu akik telah melompat jauh dari sekadar simbol mistis atau gaya-gayaan sesaat. Ia telah menjelma menjadi karya seni abadi, sebuah warisan alam yang akan terus hidup di sela-sela jemari para pencintanya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
23 Okt 2026 Jumadi 163
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 255
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 184
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
23 Okt 2026 Jumadi 209
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
23 Okt 2026 Jumadi 123
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.
23 Okt 2026 Jumadi 154