Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai melakukan uji coba kendaraan listrik sebagai langkah awal mendukung efisiensi energi dan penggunaan transportasi ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan. Kegiatan pengujian mobil listrik tersebut dilaksanakan di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (852026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai melakukan uji coba kendaraan listrik sebagai langkah awal mendukung efisiensi energi dan penggunaan transportasi ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan. Kegiatan pengujian mobil listrik tersebut dilaksanakan di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (8/5/2026).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Batang Sri Purwaningsih mengatakan, uji coba ini dilakukan untuk melihat efektivitas penggunaan mobil listrik dibandingkan kendaraan konvensional yang selama ini digunakan sebagai kendaraan dinas.
“Nyaman sih, hampir tidak ada suaranya, karena memang mobil listrik. Harapan kami ke depan, penggunaan kendaraan listrik ini bisa menjadi alternatif karena biaya BBM kendaraan konvensional sekarang cukup mahal,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Batang masih akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum memutuskan penggunaan mobil listrik untuk kendaraan operasional kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurutnya, setelah tahap uji coba selesai, akan dilakukan pemaparan dan penghitungan mengenai tingkat efisiensi biaya antara kendaraan konvensional dan kendaraan listrik.
“Nanti akan kita hitung dulu perbandingan biaya operasionalnya, apakah lebih menguntungkan menggunakan mobil listrik atau kendaraan konvensional,” ungkapnya.
Sri Purwaningsih juga menyebut, apabila rencana tersebut direalisasikan, kendaraan listrik nantinya diprioritaskan untuk kepala dinas dan camat secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Kalau seluruhnya bisa sekitar 50 unit termasuk camat. Tapi ini masih wacana dan akan kami laporkan dulu kepada Pak Bupati,” terangnya.
Selain dinilai lebih hemat energi, mobil listrik juga dianggap memiliki biaya perawatan yang lebih rendah karena tidak memerlukan BBM maupun pergantian oli mesin seperti kendaraan berbahan bakar minyak.
“Kalau mobil listrik kan tanpa mesin konvensional, tanpa oli, tanpa BBM. Pengisiannya juga cukup di-charge sehingga lebih hemat,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan dari Evigo, Maria mengatakan pihaknya menawarkan sistem penggunaan kendaraan listrik yang sudah mencakup seluruh biaya operasional sehingga anggaran lebih terukur dan tidak menimbulkan pembengkakan biaya di tengah penggunaan.
“Dari awal sampai akhir sudah termasuk semuanya. Jadi tidak ada biaya tambahan mendadak seperti BBM atau biaya operasional lain yang biasanya muncul pada kendaraan konvensional,” ujar dia.
Ia menambahkan, skema pembiayaan atau sewa kendaraan listrik tersebut berkisar antara Rp14,5 juta hingga Rp25 juta per bulan, tergantung tipe kendaraan yang digunakan.
Menurut Maria, penggunaan mobil listrik akan jauh lebih efisien jika dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak, terutama dari sisi biaya operasional harian.
“Nanti akan kami paparkan lebih detail perbandingan efisiensi antara kendaraan listrik dan konvensional,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)