Batang Siapa sangka, di sudut Kelurahan Proyonanggan Selatan, terdapat sebuah oase yang mampu menyedot perhatian wisatawan di penghujung libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.
Batang Siapa sangka, di sudut Kelurahan Proyonanggan Selatan, terdapat sebuah oase yang mampu menyedot perhatian wisatawan di penghujung libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.
Bukan hotel berbintang
atau wahana modern, melainkan Bendungan Kedungdowo Kramat, sebuah destinasi
sederhana yang tetap menjadi primadona bagi pencari ketenangan tanpa harus
merogoh kocek dalam.
Suasana sejuk langsung
menyambut siapa saja yang menginjakkan kaki di kawasan ini. Deretan pohon
rindang yang memayungi pinggiran bendungan seolah menjadi benteng alami dari
teriknya cuaca Batang. Tak heran, tempat ini sukses memikat pelancong dari luar
kota yang penasaran dengan daya tarik wisata lokal tersebut.
Gatriana (29), seorang
pelancong asal Kabupaten Pemalang, tampak asyik menikmati suasana bersama
keluarganya. Ia mengaku baru pertama kali berkunjung setelah mendapatkan
"bisikan" dari kerabatnya tentang keberadaan tempat ini.
“Saya awalnya tidak
tahu kalau ada tempat sejuk seperti ini di Batang. Tahunya justru dari
saudara,†katanya saat ditemui di Bendungan Kedungdowo Kramat, Kabupaten Batang,
Minggu (6/4/2026).
Baginya, kenyamanan
adalah alasan utama mengapa tempat ini layak dikunjungi. Di sini enak sekali,
suasananya sejuk dan tidak terasa panas karena banyak pepohonan. Sangat nyaman
untuk bersantai.
Tak hanya menawarkan
panorama bendungan yang menenangkan, Bendungan Kedungdowo Kramat juga menjelma
menjadi sentra kuliner rakyat. Para pengunjung bisa mencicipi kelezatan
autentik khas pesisir dan pedalaman Jawa Tengah, mulai dari Nasi Megono yang
gurih hingga Soto Tauto yang kaya rempah.
Menikmati semangkuk
soto panas sambil memandang aliran air bendungan memberikan sensasi rekreasi
yang berbeda. Hal inilah yang dirasakan Farida (22), warga Kecamatan Bandar,
Kabupaten Batang, yang sudah menjadikan lokasi ini sebagai tempat
"nongkrong" langganannya.
“Suka saja ke sini
karena makanannya murah dan tempatnya nyaman. Saya kalau bareng teman-teman
sering ke sini kalau sore,†ungkapnya.
Satu hal yang membuat
tempat ini tak pernah sepi adalah harganya yang sangat bersahabat. Pengunjung
cukup membayar tarif parkir sebesar Rp2 ribu untuk sepeda motor dan Rp4 ribu
untuk mobil. Dengan biaya sekecil itu, siapapun bisa melepas penat dari
rutinitas harian.
Meski sudah menjadi
favorit, para pengunjung setia seperti Farida berharap ada sentuhan lebih dari
pemerintah daerah untuk mempercantik kawasan ini. Ia memimpikan penataan yang
lebih rapi agar potensi wisata ini semakin bersinar.
“Harapannya tempat
seperti ini bisa dikembangkan lebih baik lagi ke depannya,†ujar dia.
Dengan perpaduan alam
yang asri, kuliner yang memanjakan lidah, dan aksesibilitas yang mudah,
Bendungan Kedungdowo Kramat membuktikan bahwa kebahagiaan saat liburan tidak
selalu harus mahal. Tempat ini adalah bukti nyata potensi wisata lokal
Kabupaten Batang yang siap terus berkembang. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)