Batang - Peringatan Halal bihalal yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Batang memberikan kesan yang tak biasa. Pasalnya, Penasehat GOW Faelasufa Faiz Kurniawan menyampaikan wejangan agar sebagai istri turut berperan aktif memantau suami terutama di lingkungan kerja, sehingga berperilaku benar selama bertugas.
Batang - Peringatan Halal bihalal yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Batang memberikan kesan yang tak biasa. Pasalnya, Penasehat GOW Faelasufa Faiz Kurniawan menyampaikan wejangan agar sebagai istri turut berperan aktif memantau suami terutama di lingkungan kerja, sehingga berperilaku benar selama bertugas.
Hal
ini penting dan menjadi imbauan bagi para anggota GOW, utamanya yang memiliki
jabatan strategis. Tujuannya agar dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya,
tanpa ada penyimpangan apapun.
“Ketahanan
keluarga itu penting, termasuk dalam korelasi menjaga suami, yakni istri harus
selalu kritis terhadap segala yang dilakukan di lingkungan kerja,†katanya, saat
ditemui usai Halal bihalal di Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/4/2026).
Faelasufa
mengibaratkan sebuah keluarga itu adalah bahtera rumah tangga yang di dalamnya
terdapat ayah, ibu dan anak.
“Apapun
yang dilakukan orang tua tentu akan berdampak bagi putra-putrinya, maka
pastikan semua yang telah jadi rezeki suami adalah halal dan baik,†jelasnya.
Dalam
kesempatan tersebut, Faelasufa juga mengingatkan para ibu untuk mendukung
efisiensi energi yang sedang dioptimalkan oleh Pemda.
“Penghematan
energi bisa dilakukan dengan cara sederhana, misalkan mengendarai motor bisa
berboncengan, jadi irit bahan bakar,†tegasnya.
Para
anggota GOW pun diingatkan agar tak perlu melakukan pembelian secara
berlebihan, baik bahan pangan maupun bahan bakar.
“Itu
rawan menimbulkan krisis, dan kalau sampai terjadi, masyarakatlah yang langsung
terdampak, jadi bijaklah menggunakan energi,†terangnya.
Senada,
Ketua GOW Batang Rustika Handi Hakim pun terus mendukung program Pemda baik
secara sosial maupun perekonomian. Dari sisi sosial tentu perilaku hidup bersih
budaya ramah untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Wisata di tahun 2027.
“Jangan
sampai ada yang buang sampah sembarangan lagi. Kita budayakan hidup bersih dulu
dari lingkungan,†ungkapnya.
Di
sisi lain, ia mendukung penuh dengan tercetusnya ide pemecahan rekor MURI dalam
pengumpulan minyak jelantah.
“Ini bukti dari sampah rumah tangga pun bisa mendatangkan cuan,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)