Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban

Senin, 25 Mei 2026 Jumadi Dibaca 155 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Salah satu petugas hewan Dispaperta Batang, mengecek kondisi kesehatan hewan menjelang Iduladha di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang.
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan ternak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.

Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan ternak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.

Pengecekan terbaru dilakukan di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (25/5/2026). Tim dokter hewan Dispaperta diterjunkan guna memantau kondisi kesehatan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menular.

Dokter Hewan Dispaperta Batang Ambar Puspitaningsih mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kandang penyedia hewan kurban di seluruh kecamatan serta menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) bagi ternak yang dinyatakan sehat.

“Kemarin sudah kita keliling di 15 kecamatan untuk memeriksa kandang penyedia hewan kurban. Bagi yang sudah memenuhi syarat kesehatan, kita keluarkan SKKH. Sekarang kami fokus memeriksa lapak-lapak penjualan di pinggir jalan karena ini mulai bermunculan menjelang Idul Adha,” jelasnya.

Dari hasil pemantauan sementara, Dispaperta menemukan tiga ekor sapi di Kecamatan Warungasem yang terindikasi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ketiga sapi tersebut diketahui merupakan hewan pendatang dari Jawa Timur.

“Sudah kami ambil sampel swab dan dikirim ke Balai Veteriner Semarang untuk pemeriksaan laboratorium. Sementara rekomendasi kami dipisahkan dari hewan lain, diobati hingga sembuh, dan tidak dijual untuk kurban tahun ini,” ungkapnya.

Selain PMK, Dispaperta juga memfokuskan pemeriksaan terhadap potensi penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Meski demikian, menurutnya, tren kasus kedua penyakit tersebut di Kabupaten Batang mulai mereda.

“Fokus kami masih PMK dan LSD. Namun kasusnya sudah relatif menurun, hanya beberapa sapi pendatang yang perlu perhatian khusus,” tegasnya.

Dalam proses pemeriksaan, petugas mengecek sejumlah bagian tubuh hewan seperti area mulut, kulit, hingga kondisi fisik umum ternak. Untuk kambing, pengawasan juga diarahkan pada penyakit kulit seperti scabies.

Ambar menyebutkan, sebanyak 21 petugas kesehatan hewan diterjunkan dan disebar di 15 kecamatan untuk mempercepat proses pemeriksaan serta menjangkau seluruh titik penjualan hewan kurban.

“Dispaperta juga memprediksi jumlah hewan kurban tahun ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Pada Iduladha tahun lalu, jumlah sapi kurban mencapai lebih dari 1.500 ekor, sementara kambing berkisar 3.000 hingga 4.000 ekor. Perkiraan tahun ini sedikit berkurang, mungkin dipengaruhi kondisi ekonomi,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pedagang kambing Angga (28), menyambut baik pemeriksaan yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut membantu pedagang memastikan kualitas dan kesehatan ternak yang dijual.

“Kalau saya merespons positif karena ini bagus untuk koreksi dan evaluasi usaha kami. Kambing yang dijual kan umur dan kualitasnya beragam, jadi pemeriksaan seperti ini membuat pembeli juga lebih yakin,” ujar dia.

Pemkab Batang berharap, pemeriksaan intensif ini mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat, sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menjelang momentum Iduladha. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 184
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 159
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 145
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 603
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 84
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 98