Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat

Senin, 25 Mei 2026 Jumadi Dibaca 382 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Salah satu pedagang menjual hewan kurban di di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang.
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai terlihat di sejumlah titik di Kabupaten Batang. Salah satunya di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (2552026), yang mulai dipadati calon pembeli meski belum seramai tahun-tahun sebelumnya.

Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai terlihat di sejumlah titik di Kabupaten Batang. Salah satunya di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (25/5/2026), yang mulai dipadati calon pembeli meski belum seramai tahun-tahun sebelumnya.

Salah seorang pedagang kambing, Angga (28) mengaku telah menekuni usaha jual beli hewan kurban sejak tahun 2016, usai lulus sekolah menengah atas. Usaha tersebut diteruskannya dari sang ayah yang telah lebih dahulu berjualan kambing di wilayah Batang.

“Ini usaha turun-temurun dari almarhum bapak. Saya melanjutkan sejak lulus SMA tahun 2016. Tahun ini membawa sekitar 25 ekor kambing jenis Jawa atau kambing lokal untuk dijual kepada masyarakat. Mayoritas kambing didatangkan dari wilayah selatan Kabupaten Batang dan sekitarnya,” jelasnya.

Selain kambing, Angga juga melayani penjualan sapi untuk kebutuhan kurban. Namun, stok sapi tidak ditempatkan di lokasi lapaknya dan hanya tersedia berdasarkan permintaan konsumen.

“Untuk harga, relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. Kambing ukuran standar dijual mulai dari Rp2,5 juta, sementara kambing ukuran jumbo dapat mencapai Rp6,5 juta per ekor,” ungkapnya.

Meski harga cenderung stabil, kondisi pasar hewan kurban tahun ini menurutnya terasa lebih sepi. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya tren masyarakat mengikuti sistem arisan atau patungan sapi yang dikelola panitia kurban di lingkungan masing-masing.

Kalau tahun ini memang agak sepi. Banyak yang sekarang ikut patungan sapi lewat panitia kurban. Namun demikian, Angga mengaku masih memiliki pelanggan tetap yang sebagian besar merupakan langganan keluarga sejak masa ayahnya berdagang. Hingga pekan terakhir menjelang Iduladha, sekitar 10 ekor kambing masih tersisa di lapaknya.

Di sisi lain, ia menyambut baik pemeriksaan kesehatan hewan yang dilakukan oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang. Menurutnya, langkah tersebut memberikan rasa aman kepada pembeli sekaligus menjadi evaluasi bagi pedagang.

“Sudah dicek dari dinas, menurut saya bagus karena bisa jadi koreksi dan evaluasi untuk usaha kami juga,” ujar dia.

Sebagai pedagang musiman menjelang Iduladha, Angga berharap penjualan hewan kurban tahun ini dapat meningkat dan seluruh ternaknya segera terjual. Harapannya semoga bisa laris manis sampai hari kurban nanti. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 64
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 99
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 154
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 79
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 130
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 144