Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai terlihat di sejumlah titik di Kabupaten Batang. Salah satunya di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (2552026), yang mulai dipadati calon pembeli meski belum seramai tahun-tahun sebelumnya.
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai terlihat di sejumlah titik di Kabupaten Batang. Salah satunya di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (25/5/2026), yang mulai dipadati calon pembeli meski belum seramai tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang pedagang kambing, Angga (28) mengaku telah menekuni usaha jual beli hewan kurban sejak tahun 2016, usai lulus sekolah menengah atas. Usaha tersebut diteruskannya dari sang ayah yang telah lebih dahulu berjualan kambing di wilayah Batang.
“Ini usaha turun-temurun dari almarhum bapak. Saya melanjutkan sejak lulus SMA tahun 2016. Tahun ini membawa sekitar 25 ekor kambing jenis Jawa atau kambing lokal untuk dijual kepada masyarakat. Mayoritas kambing didatangkan dari wilayah selatan Kabupaten Batang dan sekitarnya,” jelasnya.
Selain kambing, Angga juga melayani penjualan sapi untuk kebutuhan kurban. Namun, stok sapi tidak ditempatkan di lokasi lapaknya dan hanya tersedia berdasarkan permintaan konsumen.
“Untuk harga, relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. Kambing ukuran standar dijual mulai dari Rp2,5 juta, sementara kambing ukuran jumbo dapat mencapai Rp6,5 juta per ekor,” ungkapnya.
Meski harga cenderung stabil, kondisi pasar hewan kurban tahun ini menurutnya terasa lebih sepi. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya tren masyarakat mengikuti sistem arisan atau patungan sapi yang dikelola panitia kurban di lingkungan masing-masing.
Kalau tahun ini memang agak sepi. Banyak yang sekarang ikut patungan sapi lewat panitia kurban. Namun demikian, Angga mengaku masih memiliki pelanggan tetap yang sebagian besar merupakan langganan keluarga sejak masa ayahnya berdagang. Hingga pekan terakhir menjelang Iduladha, sekitar 10 ekor kambing masih tersisa di lapaknya.
Di sisi lain, ia menyambut baik pemeriksaan kesehatan hewan yang dilakukan oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang. Menurutnya, langkah tersebut memberikan rasa aman kepada pembeli sekaligus menjadi evaluasi bagi pedagang.
“Sudah dicek dari dinas, menurut saya bagus karena bisa jadi koreksi dan evaluasi untuk usaha kami juga,” ujar dia.
Sebagai pedagang musiman menjelang Iduladha, Angga berharap penjualan hewan kurban tahun ini dapat meningkat dan seluruh ternaknya segera terjual. Harapannya semoga bisa laris manis sampai hari kurban nanti. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)