Batang - Suara kentongan dan bambu mengiringi lomba Thong-Thong Prek yang diikuti 13 kelompok peserta di Dukuh Ngepung, Desa Subah, Kabupaten Batang, Sabtu (14/3/2026) malam. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemuda Masjid Nurul Huda, hingga terselenggara dengan sukses.
Batang - Suara kentongan dan bambu mengiringi lomba Thong-Thong Prek yang diikuti 13 kelompok peserta di Dukuh Ngepung, Desa Subah, Kabupaten Batang, Sabtu (14/3/2026) malam. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemuda Masjid Nurul Huda, hingga terselenggara dengan sukses.
Ketua panitia Badrud
menerangkan, lomba ini menjadi sarana memperkenalkan tradisi lokal kepada
generasi muda.
“Anak-anak sekarang
hidup di era digital, tapi melalui lomba ini kami ingin mereka tetap mengenal
dan mencintai budaya sendiri, tanpa harus kehilangan keseimbangan dengan
teknologi,†jelasnya.
Hampir seribu penonton
dari berbagai usia hadir menyaksikan pertunjukan. Anak-anak hingga orang dewasa
ikut larut dalam irama “thong… thong… prek†yang dihasilkan dari alat musik
sederhana seperti kentongan, bambu, dan kayu.
“Setiap kelompok
menampilkan kreativitas yang berbeda, memadukan musik ritmis dengan kostum,
koreografi, dan tata panggung sehingga tercipta pertunjukan yang apik dan
estetik,†terangnya.
Selain hiburan, lomba
ini juga membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
untuk meramaikan dengan stan makanan, minuman, dan produk lokal. Beberapa anak
dan remaja yang terbiasa dengan gadget terlihat merekam momen pertunjukan
dengan ponsel, tetapi mereka juga aktif menyaksikan dan ikut bernyanyi bersama.
“Ini menunjukkan
bagaimana budaya tradisional dan kehidupan digital bisa berjalan seimbang,â€
ungkapnya.
Dengan tingginya
partisipasi masyarakat dan keterlibatan anak-anak muda yang cerdas menggunakan
teknologi, lomba Thong-Thong Prek di Dukuh Ngepung menjadi bukti bahwa tradisi
lokal tetap hidup, menjadi sarana edukasi, hiburan, dan kebersamaan yang
menjembatani budaya lama dan era digital. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)