Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepala sekolah kepada sejumlah guru di Gedung Guru Batang, Kabupaten Batang, Kamis (12/3/2026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepala sekolah kepada sejumlah guru di Gedung Guru Batang, Kabupaten Batang, Kamis (12/3/2026).
Dalam kegiatan
tersebut, sebanyak 128 guru resmi dipromosikan menjadi kepala sekolah pada jenjang
pendidikan dasar hingga menengah pertama.
Bupati Batang M. Faiz
Kurniawan mengatakan, para kepala sekolah yang baru dilantik memiliki tanggung
jawab besar dalam membentuk karakter serta kualitas generasi muda di Kabupaten
Batang.
“Para kepala sekolah
akan berperan penting dalam mendidik anak-anak pada masa emas perkembangan
mereka. Para kepala sekolah ini akan menjadi penanggung jawab pendidikan
anak-anak di Kabupaten Batang pada masa golden period, yakni usia 6 sampai 12
tahun dan 12 sampai 15 tahun,†jelasnya.
Ia menekankan, agar
para kepala sekolah mampu mewariskan nilai-nilai positif kepada peserta didik,
mulai dari ilmu pengetahuan, inovasi, hingga pembentukan karakter yang unggul.
“Saya titip agar mereka
dapat mewariskan hal-hal yang baik kepada anak-anak, seperti ilmu pengetahuan,
inovasi, serta kepribadian yang unggul,†tegasnya.
Adapun rincian guru
yang dipromosikan menjadi kepala sekolah terdiri dari tiga orang pada jenjang
Taman Kanak-Kanak (TK), 115 orang pada jenjang Sekolah Dasar (SD), dan 10 orang
pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sementara itu, Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Bambang Suryantoro Sudibyo
menjelaskan, bahwa promosi jabatan tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah
tenaga pengajar di beberapa sekolah asal para guru yang dilantik.
Untuk mengatasi hal
tersebut, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah penyesuaian agar proses
belajar mengajar tetap berjalan optimal.
“Sementara ini kami
akan melakukan mutasi guru dari sekolah yang memiliki kelebihan tenaga pengajar
ke sekolah yang kekurangan guru, terutama yang lokasinya paling dekat,†ungkapnya.
Ia mencontohkan,
apabila ada sekolah yang hanya memiliki dua guru setelah promosi kepala
sekolah, maka akan dilakukan penyesuaian dengan memindahkan satu guru dari
sekolah terdekat yang memiliki jumlah guru lebih banyak. Selain itu, pemerintah
daerah juga merencanakan program magang bagi lulusan baru dari perguruan tinggi
yang memiliki latar belakang pendidikan.
Melalui program
tersebut, para lulusan baru dapat mengajar di sekolah-sekolah terdekat dari
tempat tinggal mereka sebagai bentuk pengalaman sekaligus pengabdian sebelum
mendapatkan pekerjaan tetap.
“Ke depan kami
merencanakan program magang bagi lulusan baru yang linier dengan pendidikan
agar mereka bisa mengajar di SD atau SMP terdekat sambil menunggu kesempatan
kerja,†pungkasnya.
Program magang tersebut
diharapkan dapat menjadi wadah bagi para lulusan baru untuk tetap mengasah
kemampuan mengajar sekaligus membantu kebutuhan tenaga pengajar di sekolah. (MC
Batang, Jateng/Roza/Jumadi)