Demi Kualitas Darah Setara Obat, PMI Batang Butuh Rp4 Miliar Lengkapi Alat CPOB

Kamis, 05 Maret 2026 Jumadi Dibaca 194 kali Pelayanan Publik
Demi Kualitas Darah Setara Obat, PMI Batang Butuh Rp4 Miliar Lengkapi Alat CPOB
PMI Batang menggelar Musyawarah Kerja PMI, di Aula PMI Batang, Kabupaten Batang.
Batang Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang mulai memasang target tinggi dalam peta jalan pelayanannya. Tak sekadar menjadi penyedia stok darah, PMI Batang kini tengah berjuang keras untuk meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM.

Batang Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang mulai memasang target tinggi dalam peta jalan pelayanannya. Tak sekadar menjadi penyedia stok darah, PMI Batang kini tengah berjuang keras untuk meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM.

Ketua PMI Batang Achmad Taufiq mengungkapkan bahwa ambisi ini merupakan langkah besar untuk menyejajarkan diri dengan daerah lain yang lebih dulu maju. Di Jawa Tengah, standar kualitas setinggi ini baru dimiliki oleh Surakarta dan Banyumas.

“Kami ini bersama dengan Pak Edi sebagai Kepala UDD, kepingin UDD kita ini mencapai derajat CPOB. Ini di Jawa Tengah baru ada di Surakarta dan Banyumas. Kami sudah studi ke sana,” katanya saat Musyawarah Kerja PMI, di Aula PMI Batang, Kabupaten Batang, Kamis (5/3/2026).

Langkah menuju CPOB diakui Taufiq bukan perkara mudah, terutama terkait investasi sarana prasarana yang menelan biaya fantastis. Namun, hal ini menjadi kebutuhan mendesak karena di masa depan, rumah sakit akan memperlakukan darah layaknya obat yang wajib diproduksi dengan standar kesterilan tinggi.

“Kalau UDD kita ini sudah CPOB, nanti tidak hanya Batang, Pekalongan, Kendal, atau Pemalang saja yang menuju ke kita, tapi mungkin sampai ke Tegal dan daerah lain akan ke sini juga,” jelasnya.

Kepala UDD PMI Batang Edi Samiaji menjelaskan, bahwa target yang dibebankan oleh Kementerian Kesehatan dan BPOM jatuh pada tahun 2027. Saat ini, pihaknya mulai berbenah dari sisi alur ruangan hingga dokumen administrasi.

“Hambatan terbesar yang membayangi adalah pemenuhan alat medis khusus yang standarnya sangat ketat. Ada tiga sampai empat alat yang harus kita penuhi, itu nilainya hampir mencapai Rp4 miliar. Kalau dari SDM maupun dokumen, mungkin kita bisa penuhi. Tapi yang dari alat ini menjadi kendala khusus,” terangnya.

Jika sertifikasi ini berhasil diraih, PMI Batang tidak hanya menjamin keamanan darah, tetapi juga mampu memproduksi plasma yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

“Plasma ini bisa digunakan untuk obat-obatan tertentu. Saat ini dari Banyumas dan Surakarta, plasma tersebut dikoordinir oleh PMI pusat untuk dibawa ke Korea. Kita sendiri saat ini belum bisa melakukan itu,” ungkapnya.

Melanjutkan Program Kemanusiaan

Meski fokus pada peningkatan infrastruktur medis, PMI Batang memastikan program kemanusiaan tetap berjalan di tahun 2026. Program unggulan seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tetap menjadi prioritas.

“Tahun 2025 kemarin dari rencana 30 rumah, bisa terealisasi 33 rumah untuk yang reguler. Kami juga ada bantuan non-reguler, misalnya rumah tertimpa pohon, kami bantu kisaran Rp5 juta sampai Rp10 juta,” ujar dia.

Selain itu, PMI berkomitmen tetap hadir dalam penanganan masalah sosial lainnya, mulai dari pendampingan keluarga stunting hingga membantu akses pengobatan bagi warga kurang mampu ke rumah sakit.

“Dengan perpaduan penguatan standar medis CPOB dan konsistensi di jalur sosial, PMI Batang berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar layanan kemanusiaan ini semakin profesional dan luas jangkauannya,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang baru diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman. Meski pola tersebut baru diterapkan dalam lingkup kecil yakni dua kelas, namun berkat sajian menu yang segar dan hangat, menjadikan siswa lebih menikmati di tiap suapannya.
07 Okt 2026 Jumadi 351
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Batang Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan bahan pakan ternak di Kabupaten Batang. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan pakan berasal dari limbah hasil pertanian, seperti tebon jagung, hijauan tanaman, hingga bekatul. Ketika produksi pertanian menurun akibat keterbatasan air, pasokan bahan pakan ternak ikut terdampak.
07 Okt 2026 Jumadi 319
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
07 Okt 2026 Jumadi 298
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
07 Okt 2026 Jumadi 385
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 408
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 380