Demi Kualitas Darah Setara Obat, PMI Batang Butuh Rp4 Miliar Lengkapi Alat CPOB

Kamis, 05 Maret 2026 Jumadi Dibaca 167 kali Pelayanan Publik
Demi Kualitas Darah Setara Obat, PMI Batang Butuh Rp4 Miliar Lengkapi Alat CPOB
PMI Batang menggelar Musyawarah Kerja PMI, di Aula PMI Batang, Kabupaten Batang.
Batang Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang mulai memasang target tinggi dalam peta jalan pelayanannya. Tak sekadar menjadi penyedia stok darah, PMI Batang kini tengah berjuang keras untuk meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM.

Batang Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang mulai memasang target tinggi dalam peta jalan pelayanannya. Tak sekadar menjadi penyedia stok darah, PMI Batang kini tengah berjuang keras untuk meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM.

Ketua PMI Batang Achmad Taufiq mengungkapkan bahwa ambisi ini merupakan langkah besar untuk menyejajarkan diri dengan daerah lain yang lebih dulu maju. Di Jawa Tengah, standar kualitas setinggi ini baru dimiliki oleh Surakarta dan Banyumas.

“Kami ini bersama dengan Pak Edi sebagai Kepala UDD, kepingin UDD kita ini mencapai derajat CPOB. Ini di Jawa Tengah baru ada di Surakarta dan Banyumas. Kami sudah studi ke sana,” katanya saat Musyawarah Kerja PMI, di Aula PMI Batang, Kabupaten Batang, Kamis (5/3/2026).

Langkah menuju CPOB diakui Taufiq bukan perkara mudah, terutama terkait investasi sarana prasarana yang menelan biaya fantastis. Namun, hal ini menjadi kebutuhan mendesak karena di masa depan, rumah sakit akan memperlakukan darah layaknya obat yang wajib diproduksi dengan standar kesterilan tinggi.

“Kalau UDD kita ini sudah CPOB, nanti tidak hanya Batang, Pekalongan, Kendal, atau Pemalang saja yang menuju ke kita, tapi mungkin sampai ke Tegal dan daerah lain akan ke sini juga,” jelasnya.

Kepala UDD PMI Batang Edi Samiaji menjelaskan, bahwa target yang dibebankan oleh Kementerian Kesehatan dan BPOM jatuh pada tahun 2027. Saat ini, pihaknya mulai berbenah dari sisi alur ruangan hingga dokumen administrasi.

“Hambatan terbesar yang membayangi adalah pemenuhan alat medis khusus yang standarnya sangat ketat. Ada tiga sampai empat alat yang harus kita penuhi, itu nilainya hampir mencapai Rp4 miliar. Kalau dari SDM maupun dokumen, mungkin kita bisa penuhi. Tapi yang dari alat ini menjadi kendala khusus,” terangnya.

Jika sertifikasi ini berhasil diraih, PMI Batang tidak hanya menjamin keamanan darah, tetapi juga mampu memproduksi plasma yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

“Plasma ini bisa digunakan untuk obat-obatan tertentu. Saat ini dari Banyumas dan Surakarta, plasma tersebut dikoordinir oleh PMI pusat untuk dibawa ke Korea. Kita sendiri saat ini belum bisa melakukan itu,” ungkapnya.

Melanjutkan Program Kemanusiaan

Meski fokus pada peningkatan infrastruktur medis, PMI Batang memastikan program kemanusiaan tetap berjalan di tahun 2026. Program unggulan seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tetap menjadi prioritas.

“Tahun 2025 kemarin dari rencana 30 rumah, bisa terealisasi 33 rumah untuk yang reguler. Kami juga ada bantuan non-reguler, misalnya rumah tertimpa pohon, kami bantu kisaran Rp5 juta sampai Rp10 juta,” ujar dia.

Selain itu, PMI berkomitmen tetap hadir dalam penanganan masalah sosial lainnya, mulai dari pendampingan keluarga stunting hingga membantu akses pengobatan bagi warga kurang mampu ke rumah sakit.

“Dengan perpaduan penguatan standar medis CPOB dan konsistensi di jalur sosial, PMI Batang berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar layanan kemanusiaan ini semakin profesional dan luas jangkauannya,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Batang - Pada 13 Juli, para siswa baru sudah mulai masuk sekolah untuk memulai lembaran baru di tahun ajaran yang baru. Menyambut kedatangan mereka, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berjalan dengan aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari praktik perpeloncoan.
09 Jul 2026 Jumadi 69
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan ada penggabungan atau merger Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk tahun ajaran ini. Meski beberapa sekolah tercatat minim pendaftar, keberadaan fasilitas pendidikan dasar di setiap desa dinilai krusial agar anak-anak tidak kehilangan akses belajar akibat kendala jarak.
09 Jul 2026 Jumadi 73
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun usaha ke usaha. Hingga Rabu (772026) pagi, progres pencacahan di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen.
09 Jul 2026 Jumadi 100
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026 Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Bantuan Hibah Bidang Keagamaan Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (972026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para calon penerima hibah mengenai mekanisme pencairan, kelengkapan administrasi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku.
09 Jul 2026 Jumadi 67
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Batang Suasana siang di Kabupaten Batang belakangan ini mulai terasa menggigit. Terik matahari yang menyengat seolah menjadi alarm alami bahwa musim kemarau telah benar-benar tiba. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena alam yang dihadapi tahun ini bukan sekadar kemarau biasa, melainkan ada istilah khusus yang membayangi Godzilla.
09 Jul 2026 Jumadi 57
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Batang - Momentum libur sekolah membawa berkah bagi destinasi wisata alam Curug Genting di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa, dengan rata-rata mencapai sekitar 100 orang per hari.
09 Jul 2026 Jumadi 36