Batang - Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mengambil langkah sigap untuk memastikan isi piring warga tetap aman. Tim laboratorium daerah turun langsung menyisir lapak-lapak pedagang di Pasar Batang dan Warungasem untuk berburu bahan pangan yang mengandung zat berbahaya.
Batang - Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mengambil langkah sigap untuk memastikan isi piring warga tetap aman. Tim laboratorium daerah turun langsung menyisir lapak-lapak pedagang di Pasar Batang dan Warungasem untuk berburu bahan pangan yang mengandung zat berbahaya.
Langkah ini diambil
bukan tanpa alasan. Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Batang
Nuridin menegaskan, bahwa perlindungan konsumen menjadi prioritas utama di
tengah meningkatnya aktivitas belanja pasar tradisional.
“Hari ini kita
melaksanakan pemeriksaan rutin menjelang Hari Raya Idulfitri, keamanan pangan
di Pasar Batang. Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat dari bahan-bahan
berbahaya yang ada di pangan yang dijual,†katanya saat ditemui di sela-sela
pengambilan sampel di pasar Batang, Kabupaten Batang, Rabu (4/3/2026).
Sejumlah bahan makanan
yang kerap menjadi primadona saat Lebaran tak luput dari pemeriksaan. Petugas
mengambil sampel mulai dari daging giling, agar-agar, mi basah, hingga ikan
kering. Hasilnya cukup melegakan, meski masih ada satu temuan yang patut
diwaspadai.
“Dari hasil pengecekan
oleh tim laboratorium daerah untuk pengambilan sampel hari ini, Pasar Batang
dan Warungasem hasilnya negatif semua. Namun, ada satu yang positif mengandung
boraks, yaitu produk frozen food dari Warungasem,†ungkapnya.
Nuridin memberikan
peringatan keras mengenai bahaya zat kimia seperti formalin, boraks, hingga
pewarna tekstil yang sering disalahgunakan. Menurutnya, zat-zat karsinogenik
tersebut menjadi pemicu berbagai penyakit mematikan yang kini banyak menyerang
usia muda.
“Terutama yang
berbahaya adalah formalin. Formalin itu bukan untuk makanan, kadar sedikit pun
itu sudah dilarang. Bahan-bahan berbahaya itu karsinogenik, menimbulkan kanker.
Sekarang banyak kasus ibu-ibu di usia muda sudah kena kanker leher rahim atau
kista, itu salah satunya karena bahan karsinogenik,†jelasnya.
Sebagai solusi, ia
mengimbau pedagang dan produsen untuk beralih ke Bahan Tambahan Pangan (BTP)
yang legal, seperti Natrium Benzoat, dengan tetap memperhatikan batas kadar
yang diizinkan. Masyarakat pun diminta untuk menjadi konsumen yang cerdas
dengan menerapkan rumus KLIK sebelum membeli produk kemasan.
“Jangan lupa cek KLIK
dari BPOM: Kemasan, Label, Izin edar, sama Kedaluwarsa. Jangan lupa cek empat
itu,†tegasnya.
Terkait temuan produk
mengandung boraks, pihak Dinas Kesehatan tidak langsung menjatuhkan sanksi
berat, melainkan mengedepankan langkah persuasif. Pedagang yang bersangkutan
akan dipanggil untuk mendapatkan pengarahan agar tidak lagi mengedarkan barang
yang membahayakan kesehatan masyarakat. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)